Apa itu Keris?

0

Keris adalah salah satu senjata tradisional yang menjadi khasanah budaya Indonesia. Keris adalah budaya asli Indonesia.Namun dalam masyarakat kita terkadang ada kekeliruan dan kerancuan mengenai apa yang dinamakan keris. Sebuah benda bisa digolongkan sebagai keris bila benda itu memenuhi kriteria sebagai berikut.

Pertama, keris terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian bilah keris (termasuk pesi) dan bagian ganja. Bagian bilah dan pesi melambangkan ujud lingga, sedangkan bagian ganja melambangkan ujud yoni. Dalam falsafah Jawa, yang bisa dikatakan sama dengan falsafah Hindu, persatuan lingga dan yoni merupakan perlambang harapan dan kesuburan, keabadian (kelestarian) dan kekuatan.

Kedua, bilah keris harus selalu membuat sudut tertentu terhadap ganja, tidak tegak lurus. Kedudukan bilah keris yang miring atau condong ini adalah perlambang dari sifat orang Jawa dan suku bangsa Indonesia lainnya, bahwa seseorang apa pun pangkat dan kedudukannya, harus senantiasa tunduk dan hormat, bukan saja pada Sang Pencipta tetapi juga pada sesamanya.

Ketiga, ukuran panjang bilah keris yang lazim adalah antara 33 cm sampai 38 cm. Beberapa keris luar Jawa bisa mencapai 58 cm, bahkan keris buatan Filipina Selatang panjangnya ada yang mencapai 64 cm, yang terpendek adalah keris Burda dan keris buatan Nyi Sombro Pejajaran yakni hanya sekitar 16-18 cm.
Sesungguhnya keris yang amat kecil dan pendek misalnya berukuran 12 cm tidak bisa digolongkan sebagai keris melainkan jimat yang berbentuk keris-kerisan.

Keempat, keris yang baik harus dibuat dan ditempa dari tiga macam logam, minimal dua, yakni besi, baja dan bahan pamor. Keris-keris tua, semisal keris Buda, tidak menggunakan Baja.

Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas, keris yang dibuat dari kuningan, seng dan bahan logam lainnya tidak bisa digolongkan sebagai keris. Begitu juga dengan keris yang dibuat bukan dengan cara ditempa, melainkan dicor atau dibuat dari guntingan drum bekas aspal tidak bisa digolongkan sebagai keris.

 

Sumber : Ensiklopedi Keris,Terbitan Gramedia, Bambang Harsrinuksmo

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply