Arjuna I

0

Arjuna adalah putra ketiga dari Prabu Pandudewanata (Pandu) dengan Dewi Kunti. Ia menjadi teman dekat Kresna yaitu awatara Batara Wisnu yang turun ke dunia demi menjaga keselematan dunia dari kejahatan.

Arjuna memiliki sifat yang mulia, berjiwa ksatria, imannya kuat, tahan terhadap godaan duniawi, dan gagah berani.

Arjuna mendapat julukan “Kurusrestha” yang berarti “keturunan dinasti Kuru yang terbaik”. Arjuna merupakan manusia pilihan, karena ia mendapat kesempatan mendapat wejangan suci yang sangat mulia dari Kresna, yaitu Bhagawadgita (nyanyian Tuhan). Ia juga menjadi salah satu orang yang sempat menyaksikan “alam semesta” Kresna menjelang Bharatayuddha.

Arjuna memiliki sepuluh nama yaitu:

  • Arjuna :Raut wajahnya unik seperti pohon Arjun,dan namanya “yang tak pernah lapuk”
  • Phalguna : Lahir di lereng gunung Himawan, di sebuah tempat yang disebut Satsringa pada hari ketika bintang Uttarā Phālgunī berada di atas
  • Jishu : Menjadi hebat ketika marah
  • Kirti : Diberi mahkota indah oleh Dewa Indra
  • Shwetawahana : Diberi Kuda berwarna putih oleh Dewa Agni 
  • Wibhatsu : Tidak pernah beratarung denga curang dalam pertempuran
  • Wijaya : Selalu bertarung sampai akhir dan selalu menang
  • Partha : Ibunya bernama Pritha
  • Sawyashachi :Tidak pernah menakuti musuhnya dengan keji, dia bisa menggunakan dua tangannya untuk menembakkan anak panah .
  • Dhananjaya : mampu menaklukan seluruh raja pada saat Yadnya Rajasuya dan mengumpulkan harta mereka.


Dalam cerita Mahabarata, seperti kedua kakanya, Yudistira dan Bima, Arjuna adalah keturunan/titisan dari Dewa. Ibunya, Dewi Kunti, yang menguasai mantra Adityahredaya, memanggil Dewa Yama, Dewa Bayu dan Dewa Indra untuk mengabulkan keinginan suaminya untuk mendapat keturunan.  Arjuna adalah putra ketiga yang lahir dari Kunti dengan Dewa Indra, pemimpin para dewa.

Arjuna dididik bersama dengan saudara-saudara Pandawa yang lain dan juga Korawa. Mereka  mempelajari ilmu agama,hukum, dan tata Negara kepada Resi Krepa, sedangkan untuk belajar ilmu perang kepada Resi Drona. Arjuna menjadi murid yang menonjol dalam ilmu perang, terutama kemampuannya dalam ilmu memanah.

Arjuna adalah murid kesayangan Begawan Drona. Demi menguji keberanian muridnya, suatu hari Drona mandi di sungai Gangga, saat itu ada seekor buaya datang menggigitnya, kemudian dia teriak meminta tolong, meskipun sebenarnya dia bisa dengan mudah membebaskan dirinya dari buaya itu. Diantara murid-muridnya yang lain, hanya Arjuna yang berani memberikan pertolongan dengan memanah buaya yang menggigit gurunya. Atas pengabdian Arjuna kepada gurunya, Drona memberikan sebuah astra yang bernama “Brahmasirsa”. Drona juga mengajarkan tentang cara memanggil dan menarik astra tersebut kepada Arjuna. Dalam Mahabarata, Brahmasirsa hanya bisa ditujukan kepada dewa, raksasa, setan jahat dan makhluk sakti yang berbuat jahat, agar dampaknya tidak berbahaya.

Arjuna merupakan ksatria pertapa yang paling teguh bila dibandingkan dengan ksatria pandawa yang lain. Ia gemar bertapa, ketika bertapa ia sangat khusyuk Dan apabila ia sedang mengheningkan cipta,menyatukan dan memusatkan pikirannya kepada Tuhan, segala gangguan dan godaan duniawi tidak bisa menggoyahkan hati dan pikirannya.

Arjuna memiliki pusaka sakti pemberian Dewa Siwa, yaitu Pasupati . Pusaka itu lahyang digunakannya untuk mengalahkan Jayadrata dan Karna dalam Bharatayuddha. Busurnya bernama Gendiwa, pemberian Baruna ketika hendak membakar hutan Kandawa. Arjuna juga memiliki terompet kerang (Sangkala) bernama Dewadatta, yang berarti “Anugerah Dewa”.

 

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply