Bilung

0

Bilung atau Bambang Sarawita adalah tokoh wayang yang menjadi penasihat tokoh-tokoh antagonis cerita pewayangan, terutama Mahabharata. Bersama Togog, ia menjadi penasihat tokoh anatagonis yang sebagian besar berwujud raksasa.

Togog selalu memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada para tuannya, tetapi bila nasihatnya tidak digubris oleh para tuannya, maka Bilung akan segera menimpalinya dengan member petuah yang jelek. Dan hasilnya, para raksasa akan mengikuti jalan yang salah yang ditunjukkan Bilung dan mereka akan mendapat kehancuran atau kematian.Bilung memiliki watak yang sombong,sok jagoan tetapi cengeng.

Suatu saat, dikisahkan jatub cinta kepada Rara Temon, puteri Prabu Kresna. Ia ingin memperistri Rara Temon, ia kemudian meminta bantuan togog untuk mewujudkan niatnya memprsunting Rara Temon. Togog yang berwatak penyayang dan mudah luluh hatinya pun akhirnya bersedia membantu Bilung.

Dengan kesaktian Togog, Bilung diubah menjadi ksatria tampan dan diberi nama Bambang Tejokusumo, dan Togog sendiri merubah dirinya menjadi Begawan Sabarsabdono. Keduanya pun berangkat ke Istana Dwarapati kediaman Prabu Kresna. Dengan kesatian Togog pula, para penjaga keputren terkena Aji Sirep sehingga keduanya dengan mudah bisa masuk ke keputren dan mencuri Roro Temon.


Keraton Dwarawati pun gempar karena kehilangan salah satu puteri keraton. Akhirnya Prabu Kresna meminta bantuan Semar untuk mengejar dan menyelamatkan puterinya. Semar pun langsung mengejar Bambang Tejokusuma dan Begawan Sabarsabdono yang mebawa Rara Temon. Semar menghadang jalan mereka dan ia pun langsung tahu bahwa dua irang tesebut adalah Bilung dan Togog. Semar pun keludian memberitahu keduanya bahwa sesungguhnya Rara Temon adalah Dewi Siti Usndari yang sedang menyamar dan dia sudah menjadi siteri Ambimanyu, putera Arjuna.


Begawan Sabarsabdono alias Togog pun sadar dan mengakui kesalahannya yang mencuri isteri orang. Ia kemudian kembali ke wujud asalnya yaitu Togog. Bambang Tejokusumo pun berubah kembali menjadi Bilung. Rara Temon alias Dewi Siti Sundari kemudian dititipkan kepada Semar. Keduanya kemudian berpamitan kepada Semar dan kembali ke Padukuhan Pringsewu.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply