Dapur (Keris) Jalak

0

Jalak

Jalak merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang ukurannya bilahnya lebar, panjangnya sedang. Bagian sor-soran keris ini biasanya agak tebal, gandik-nya polos,pejetan-nya dangkal, memakai sogokan rangkap. Dibandingkan sogokan pada keris lain, sogokan keris dapur jalak tergolong sempit. Tidak ada ricikan lainnya.

Dapur Jalak tergolong dapur yang tua. Beberapa keris Buda yang ditemukan, ber-dapur  Jalak. Selain itu Jalak juga merupakan sebutan bagi setiap keris lurus yang gandik-nya polos, tanpa sogokan, memakai tikel alis.

Dua pusaka Keraton Kesultanan Yogyakarta yang berdapur Jalak adalah Kanjeng Kyai Gutuk Api dan Kanjeng Kyai Sura Lasem.

Jalak Buda

Jalak Buda merupakan salah satu bentuk dapur keris yang ukuran bilahnya lebar, pendek, tebal, lurus. Bentuknya sederhana dengan Gandik  polos, pejetan-nya dangkal, sogokan-nya rangkap dan tipis, kadang-kadang memakai tingil, ricikan lain tidak ada.

Permukaan bilah keris Jalak Buda pada umumnya tidak rata, melainkan keropos seperti bopeng. Besinya mempunyai kesan nglempung bagai tanah liat.

Kalangan pecinta keris pada umumnya sependapat bahwa Keris Jalak Buda merupakan keris generasi pertama di Indonesia, berarti  juga keris pertama di dunia. Dari segi tuah, bagi mereka yang percaya, semua keris Jalak Buda memiliki tuah yang baik bagi keselamatan. Itulah sebabnya, keris Jalak Buda sering digunakan sebagai Keris Tindih, yakni difungsikan sebagai peredam tuah keris lain yang ‘galak’, ‘keras’, buruk  atau menganggu.

Karena kesalahkaprahan semua jenis dapur keris yang diperkirakan dibuat pada zaman Buddha dikatakan sebagai Jalak Buda. Padahal ada juga keris Buda yang ber-dapur Betok dan Brojol.

Salah satu ciri khas Jalak Buda adalah adanya metuk di bawah ganjanya. Dengan adanya metuk ini, ukiran yang dipasang pada keris Jalak Buda tidak memerlukan mendak.

Jalak Dinding

Jalak Dinding, disebut juga Jalak Dingin, adalah salah satu bentuk dapur keris yang bilahnya lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gusen, pejetan dan tingil. Selain itu tidak ada lagi ricikan lainnya. Sepintas keris ini mirip sekali dengan keris ber-dapur Tilam Sari. Bedanya hanya terletak pada gusen yang ada di sepanjang sisi bilah.

Keris pusaka Keraton KesultananYogyakarta, yaitu Kanjeng Kyai Ageng Jaka Piturun, menurut catatan pihak keraton juga ber-dapur Jalak Dinding.

Jalak Makara

Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang bentuknya serupa dengan dapur Jalak, tetapi gandik-nya diukir dengan bentuk gambar timbul (relief) Makara,yakni semacam raksasa jadi-jadian. Ricikan lainnya sama dengan keris dapur Jalak.

Sebagain orang menyebut keris ini dengan nama dapurJalak Barong atau Barong saja.

Jalak Ngoceh

Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang bilahnya rata atau nglimpa, karena tanpa ada-ada. Ricikan yang terdapat pada keris itu hanyalah gandik polos ukuran normal, pejetan dan greneng robyong.

Sebagian penggemar keris beranggapan bahwa keris dapur jalak Ngoceh cocok untuk para petani dan peternak unggas.

Jalak Ngore

Jalak Ngore adalah salah satu bentuk dapur keris lurus. Panjang bilah keris ini berukuran sedang, ada-ada nya terlihat jelas dan tepat sampai ke ujung bilah. Selain itu keris ber-dapur Jalak Ngore juga memakai gandik polos, pakai pejetan, tikel alis (biasanya dangkal, kurang jelas) sraweyan dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada.

Jalak Nguwoh

Jalak Nguwoh adalah salah satu bentuk dapur keris yang bilahnya lurus, ukurannya sedang. Gandik keris ini polos, memakai pejetan dan tingil.

Ada-adanya terlihat jelas dan tebal, sampai ke ujung bilah. Dengan demikian  permukaan bilah keris ber-dapur Jalak Nguwoh itu nggigir lembu. Ricikan lainnya tidak ada.

Keris ini bentuknya hampir mirip dengan bentuk keris dapur Tilam Sari. Sebagian pecinta keris menamakan dapur keris Jalak Nguwuh, tetapi pendapat ini kiranya kurang tepat, karena nguwoh berarti berbuah, sedangkan nguwuh berarti menyampah. Padahal dalam pemberian nama, orang Jawa selalu mengacu pada arti yang baik.

Jalak Nyucup Madu

Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya normal. Permukaan bilahnya datar, tanpa ada-ada.

Keris ini mempunyai gandik polos, pejetan dan greneng, serta sebuah sogokan berukuran pendek di depan. Pada umumnya, sogokan ini sempit dan dalam. Keris ber-dapur Jalak Nyucup Madu juga memakai tikel alis. Selain itu, tidak ada lagi ricikan lainnya.

Jalak Piturun

Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus, yang kadang-kadang secara keliru disebut juga Jaka Piturun, sehingga rancu dengan nama keris pusaka Keraton Yogyakarta.

Ukuran panjang bilah keris ini sedang, permukaan nggigir lembu, sebab bilah keris ini memakai ada-ada.Gandik-nya polos. Keris ber-dapur Jalak Piturun memakai pejetan, tingil dan sogokan-nya rangkap.

Bentuknya hampir mirip dengan keris ber-dapur Jalak Sangu Tumpeng. Yang membedakan adalah pada tikel alis. Jalak Piturun tidak memakai tikel alis dan ada-adany kelihatan jelas.

Jalak Ruwuh

Disebut juga dengan Jalak Ruwoh, adalah salah satu dapur keris lurus, yang ukuran bilahnya normal. Permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris ber-dapur Jalak Ruwuh ini bergandik polos, pejetan, gusen dan ada-ada.

Sepintas lalu keris dapur Jalak Ruwh mirip dengan Tilam Upih atau Brojol, bedanya yang jelas adalah bilahnya lebih tebal dan kebanyakan ngadal meteng. Namun Jalak Ruwuh terkadang dikacaukan orang dengan Dapur Jalak Nguwuh, karena bunyi nama dapur ini hampir serupa.

Jalak Sangu Tumpeng

Merupakan salah satu bentuk dapur keris yang bilahnya lurus, ukurannya sedang. Gandik-nya polos, pakai pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan tingil. Ricikan lainnya tidak ada.

Di antara para pecinta keris banyak yang beranggapan bahwa keris ber-dapur ini umumnya mudah mencari rezeki. Itulah sebabnya, keris ini biasanya dimiliki oleh para pedagang atau pengusaha dan sejenisnya.

Kanjeng Kyai Ageng Kopek, keris pusaka Keraton Kasultanan Yogyakarta juga berdapur Jalak Sangu Tumpeng. Selain itu masih ada lagi pusaja Keraton Yogya yang juga berdpur Jalak Sangu Tumpeng, yakni Kanjeng Kyai Danuwara.

Jalak Sangupati

Tergolong dapur keris lurus yang langka.Permukaan bilahnya nggigir sapi. Karena keris ini memakai ada-ada. Ricikan lainnya adalah Kembang kacang pogok, jalem, dua lambe gajah, sogokan-nya hanya satu, yakni sogokan depan, sraweyan dan greneng sungsun.

Jalak Sangupati adalah dapur kreasi baru yang mulai ada sejak zaman pemerintahan Sri Sunan Pakubawana IX.

Jalak Sumelang Gandring

Jalak Sumelang Gandring merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini bergandik polos, memakai pejetan, tikel alis, kruwingan, tingil dan sogokan-nya hanya satu di depan. Bagian ada-ada nya cukup jelas dan permukaan bilahnya nggigir lembu.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply