Dewi Anggraini

0

Anggraini adalah nama istri Prabu Ekalaya (Palgunadi), Raja Paranggelung. Dewi Anggraini adalah berwajah cantik, ia adalah puteri bidadari Warsiki. Ia memiliki sifat setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika, menarik hati dan sangat berbakti kepada suami.

Suatu hari Dewi Anggraini diganggu dan dirayu oleh Arjuna yang terpesona akan kecantikannya. Namun Dewi Anggraini menolak Arjuna, kemudian mengadukan apa yang dilakukan Arjuna kepada suaminya Prabu Ekalawya. Terjadilah pertengkaran diantara keduanya. Prabu Ekalaya tidak rela bila istrinya diganggu.

Prabu Ekalawya pernah ingin berguru kepada resi Drona tetapi ditolak, hingga akhirnya Ekalawya membuat patung yang menyerupai Begawan Drona yang ia sembah dan ia anggap sebagai gurunya. Suatu saat ketika Ekalaya sedang berlatih, ia mendengar suara anjing menggonggong, dantanpa melihat objeknya, ia melepaskan anak panahnya. Anak panah itu tepat mengenai mulut anjing tersebut. Para Pandawa melihat kejadian itu dan kemudian melaporkan kepada Resi Drona

Resi Drona pun kemudian menghampiri Ekalawya. Ekalawya bahagia melihat Begawan Drona datang menemuinya. Namun ternyata bakti tulus Ekalawya justru menjadi malapetaka baginya. Begawan Drona meminta Ekalawya untuk memotong ibu jari tangan kanannya yang memakai cincin sakti Mustika Ampal, itu sebagai baktinya sebagai murid. Ekalawya pun menuruti permintaan Resi Drona, dan ia pun gugur di tangan Resi Drona.

Sementara Dewi Anggraini sebagai wujud kesetiannya sebagai istri sejati, ia melakukan bela pati, bunuh diri untuk kehormatan suami dan dirinya sendiri. Dewi Anggaini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Meskipun ia mendapat godaan yang lebih indah dan kelebihan dari orang lain, namun ia tetap setia dan tetap teguh cintanya kepada suaminya.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply