Dewi Tara

0

Dewi Tara adalah puteri Sanghyang Indra dengan permaisuri Dewi Wiyati. Ia memliki saudara yang bernama Dewi Tari yang kemudian dianugerahkan kepada Prabu Dasamuka, Batara Citrarata, Bathara Citragna, Bathara Jayantaka, Bathara Jayantara dan Bathara Harjunawangsa.

Setelah Prabu Maesasura, Jatasura dan Lembusura binasa oleh Subali, Dewi Tara kemudian dianugerahkan kepada Sugriwa, karena Subali diperkirakan sudah ikut mati di dalam gua. Sugriwa kemudian diangkat menjadi raja di Kiskenda dengan Dewi tara sebagai permaisurinya.

Setelah Subali berhasil keluar dari gua, oleh karena tipu muslihat Rahwana yang berniat membinasakan negara Kiskenda yang kuat dan sekaligus melenyapkan Sugriwa dan gurunya, Subali. Karena hasutan Rahwana itulah, Subali menjadi murka dan terjadi perang saudara antara Subali dan Sugriwa. Negara Kiskenda beserta Dewi tara berhasil dirampas oleh Subali yang memang memiliki kesaktian yang lebih tinggi disbanding adiknya Sugriwa.

Dari hubungannya dengan Resi Subali, Dewi Tara memiliki seorang putera yang diberi nama Jaya Anggada, berwujud wanara berbulu merah dadu.

Saat Sri Rama dan Laksmana mencari Dewi Sinta yang diculik Rahwana, mereka bertemu dengan Sugriwa. Dengan bantuan Sri Rama dan Laksmana, Sugriwa dapat membinasakan Resi Subali dan berhasil merebut kegara Kiskenda dan juga Dewi Tara.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply