Etika Dalam Pakerisan-Memberi Dan Menerima Keris

0

Etika dalam memberikan keris bisa dibedakan menjadi dua, memberikan atau menerima keris dalam keadaan lengkap dengan warangkanya dan keris dalam keadaan telanjang(tanpa warangka).

Jika Anda hendak memberikan keris dalam keadaan lengkap dengan warangkanya pada orang lain, perhatikan cara-cara sebagai berikut :

Jika Anda hendak memberikan kepada orang yang lebih tua, lebih senior atau yang Anda hormati, peganglah keris pada bagian dekat ujung gandar-nya,jangan menggenggam di bagian tengah apalagi di pangkal gandarnya.

Sebaliknya, jika Anda hendak memberikan kepada orang yang lebih muda, genggamlah bagian pangkal gandar yakni dekat dengan badan warangkanya.
Sementara untuk aturan ketika menerima keris dari orang yang lebih tua atau Anda hormati, terimalah keris itu dengan menggenggam bagian yang dekat dengan ujung gandar, dibawah  tangan orang yang memberikan.

Sedangkan jika Anda hendak menerima keris dari orang yang lebih muda, genggam bagian yang dekat dengan pangkal gandar, di atas tangan orang yang memberikan.
Yang perlu diingat, gunakan selalu tangan kanan untuk memberikan dan menerimanya. Tangan kiri,baru boleh digunakan untuk memegang gandar kalau keris itu sepenuhnya telah atau masih dalam genggaman tangan kanan. Jadi tangan kiri hanya menyusul tangan kanan, ikut memegang , itu pun genggamannya harus selalu di bawah tangan kanan.

Cara memberikan keris dalam keadaan telanjang atau tanpa warangka, caranya sebagai berikut :

Untuk memberikan  keris tanpa warangkanya, baik kepada orang yang lebih muda maupun kepda orang yang lebih tua, Anda harus menggunakan ibu jari serta telunjuk untuk menjepit kuat pangkal ukiran, di dekat mendak dan selut-nya. Tiga jari lainnya hanya berfungsi  sebagai cadangan yang senantiasa siap menggenggam ukiran itu, kalau-kalau ibu jari dan telunjuk goyah jepitannya. Akan lebih sopan lagi jika pada saat itu tangan kiri Anda memegang pergelangan tangan kanan.

Si calon penerima, baik tua maupun muda harus memegang bagian bawah tangan pemberi atau bagian ujung ukiran. Cara menerimanya juga hanya menggunakan dua jari, yaitu ibu jari dan telunjuk saja. Jika jari-jari si pemberi telah melepaskan jepitannya, barulah ketiga jari penerima lainnya ikut menggenggam.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply