Hanoman (Anoman)

0

Hanoman dalam pewayangan Indonesia dikenal Anoman. Ia adalah salah satu tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana. Hanoman adalah seekor kera putih putera dari Anjani. Hanoman juga dipanggil Anjaneya (diucapkan “Aanjanèya”), yang secara harafiah berarti “lahir dari Anjani” atau “putera Anjani”. Pamannya adalah Subali dan Sugriwa.

Hanoman lahir pada masa Tretayuga dari seekor wanara putih bernama Anjani. Sebenarnya dulunya Anjani adalah seorang bidadari bernama Punjikastala, namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Dan kutukan itu akan berakhir apabila ia melahirkan seorang putera penitisan Siwa. Anjani lalu menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Anjani dan Kesari kemudian melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagai putera mereka. Siwa pun akhirnya mengabulkan permohonan mereka dan turun ke dunia sebagai Hanoman.

Dalam versi yang lain, diceritakan saat Anjani bertapa memuja Siwa, di tempat lain, Raja Dasarata melakukan Putrakama Yadnya untuk memperoleh keturunan. Ia menerima beberapa makanan untuk dibagikan kepada tiga istrinya, yang kemudian akhirnya melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Dan atas kehendak Dewata, seekor burung mengambil sepotong makanan tersebut, kemudian menjatuhkannya di hutan dimana Anjani bertapa. Bayu, Sang dewa angin, mengantarkan makanan itu agar jatuh di tangan Anjani. Anjani memakan makanan tersebut, dan lahirlah Hanoman.

Disebutkan pula dalam versi yang lainnya, bahwa Hanoman lahir karena hubungan antara Bayu dan Anjani. Suatu hari Dewa Bayu melihat kecantikan Anjani, kemudian memeluknya. Anjani tentu saja marah karena merasa dilecehkan, namun Dewa Bayu menjawab bahwa Anjani tidak akan ternoda karena sentuhan Bayu. Ia bukan memeluk badan Anjani namun di hatinya. Bayu juga mengatakan bahwa Anjani akan melahirkan seorang putera yang memiliki kekuatan setara dengan Bayu.

Semasa Hanoman kecil, ia mengira matahari adalah buah yang bisa dimakan, maka ia terbang ke arahnya dan hendak memakan matahari. Dewa Indra yang melihat itu,segera mengantisipasinya dengan melemparkan petir ke arah Hanoman, sehingga ia pun terjatuh dan menabrak gunung. Dewa Bayu marah dengan apa yang dilakukan Dewa Indra. Akibatnya, semua makhluk di bumi menjadi lemas. Para Dewa pun memohon kepada Dewa Bayu agar menghentikan kemarahannya. Dewa Bayu akhirnya menghentikan kemarahannya dan Hanoman mendapatkan hadiah. Dewa Brahma dan Indra memberikan anugerah kepada Hanoman bahwa ia akan kebal dari segala senjata. Dan kematiannya akan datang dengan kehendaknya sendiri. Maka, Hanoman menjadi makhluk abadi.

Sugriwa paman Hanoman cemas ketika melihat Rama dan Laksmana datang ke Kiskenda. Ia khawatir mereka adalah utusan Subali yang dikirim untuk membunuhnya. Kemudian Hanoman diutus Sugriwa untuk menyelidiki maksud kedatangan Rama dan  Laksmana. Hanoman kemudian menyamar menjadi brahmana dan mendekati Rama dan Laksmana.Setelah bertemu dengan Rama dan Laksmana mereka menceritakan riwayat hidup masing-masing dan Rama pun menceritakan maksud kedatangannya untuk menemui Sugriwa. Karena tidak merasa ada sesuatu tanda-tanda yang tidak baik, maka Hanoman kembali ke wujud aslinya dan mengantar Rama dan Laksmana menemui Sugriwa.

Setelah Rama dan Laksmana membantu Sugriwa untuk merebut kembali Kiskenda dari tangan kakaknya Subali,Sugriwa pun membantu Rama mencari Sinta. Dia mengutus pasukan wanara untuk pergi ke seluruh pelosok bumi untuk mencari keberadaan Sinta. Pasukan dipimpin oleh Hanoman,Anggada, Nila,jembawan dan lain-lain. Mereka menelusuri sebuah gua, tetapi kemudian tersesat dan menemukan kota yang berdiri megah di dalamnya. Atas keterangan Swayambara, kota itu dibangun oleh arsitek Mayasura, tetapi sekarang sepi karena Maya pergi kea lam Dewa. Hanoman menceritakan maksud perjalanannya kepada Swayam praba. Atas bantuan Swayampraba, Hanoman dan pasukan wanara lenyap dari gua dan berada di sebuah pantai dalam sekejap.

Di pantai itu, Hanoman dan pasukan wanara bertemu dengan Sempati, yaitu burung raksasa yang tidak memiliki sayap. Sempati mendengar percakapan para wanara mengenai Sinta dan kematian Jatayu (adik Sempati). Mendengar itu, Sempati sedih dan meminta untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Anggada kemudian menceritakan apa yang sebenarnya sudah terjadi dan meminta bantuan Sempati. Dengan keterangan Sempati, mereka akhirnya tahu bahwa Sinta ditawan di sebuah istana yang terletak di kerajaan Alengka. Kerajaan itu diperintah oleh raja raksasa bernama Rahwana.

Hanoman
meiliki kekuatan untuk terbang menyeberangi lautan dan sampai di Alengka, ia menyamar menjadi monyet kecil dan mencari-cari keberadaan Sinta. Hanoman datang ke istana Rahwana dan mengamati semua yang ada disana, terutama wanita-wanita cantik yang tak terhitung jumlahnya, namun dia tidak menemukan Sinta disana. Ia kemudian memasuki ke sebuah taman yang belum pernah ia datangi, disana ia melihat seorang wanita yang tampak sedih dan murung, Hanoman yakin bahwa ia adalah Sinta.

Saat itu, Hanoman melihat Rahwana merayu Sinta. Namun seperti hari-hari sebelumnya, Rahwana memang selalu gagal merayu Sinta agar menjadi permasurinya. Hanoman lalu mendekati Sinta dan menceritakan maksud kedatangannya. Awalnya Sinta curiga, namun Hanoman lalu menyerahkan cincin milik Rama (Suami Sinta), kecurigaan Sinta pun hilang. Hanoman sebenarnya mengajak Sinta untuk terbang bersamanya dan kembali ke Rama, namun Sinta menolak. Sinta mengharapakan Rama datang sendiri sebagai ksatria sejati untuk menyelamatkan dirinya. Hanoman pun tidak bisa memaksa, ia lalu pamit untuk kemabali menghadap Rama, namun sebelum ia meninggalkan Alengka, Hanoman memporak-porandakan taman Asoka di istana Rahwana. Ia membunuh ribuan prajurit termasuk prajurit pilihan Rahwana yaitu Jambunali dan Aksha. Hanoman berhasil ditangkap oleh Indrajit dengan senjata Brahma Astra. Senjata itu melilit tubuh Hanoman, namun kesaktian Brahma Astra lenyap ketika tentara raksasa menambahkan tali jerami.

Ketika Rahwana akan memberikan hukuman mati kepada Hanoman, Wibisana membelanya agar hukumannya diringankan karena dia hanya seorang utusan. Akhirnya Rahwana hanya memberikan hukuman agar ekor Hamonan dibakar. Sinta berdoa agar api yang membakar Hanoman menjadi sejuk. Dewa Agni mengabulkan do’a Sinta, dan api yang membakar ekor Hanoman menjadi sejuk. Hanoman kemudian memberontak dan melepaskan Brahma Astra. Ekor Hanoman yang menyala-nyala membakar kota Alengka. Kota Alengka menjadi lautan api kecuali kediaman Sinta.

Hanoman kemudian menceburkan dirinya ke laut dan api yang membakar ekornya padam. Ia lalu kembali untuk menghadap kepada Rama dan memberikan kabar tentang Sinta. Setelah mendengar laporan dari Hanoman, maka Rama dengan dibantu para Wanara menyusun strategi untuk menggempur Alengka.

Dalam pertempuran antara Rama dan Rahwana, Anoman berhasil membunuh banyak tentara raksasa. Saat Rama, Laksmana, dan pasukan wanara yang lain terjerat senjata Nagapasa, atas saran Jembawan, Hanoman pergi ke Himalaya untuk menemukan tanaman obat. Namun Hanoman tidak tahu persis bagaimana ciri-ciri pohon yang dimaksud, maka ia memotong gunung tersebut dan membawa potongannya kepada Rama. Akhirnya Rama dan pasukannya pulih kembali. Akhirnya mereka memenangkan pertempuran tersebut, dan mereka berhasil menyelamatkan Sinta.

Sebagai wujud rasa terimakasih dan penghargaan, Rama ingin memberikan hadian untuk Hamonan. Namun Hanoman menolak karena ia hanya ingin agar Sri Rama bersemayam di dalam hatinya. Rama mengerti maksud Hanoman dan bersemayamlah dalam jasmaninya. Hanoman kemudian bermeditasi di puncak gunung untuk mendoakan keselamatan dunia.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply