Indrajit

0

Indrajit atau Megananda adalah anak Prabu Dasamuka atau Rahwana, raja Alengka. Sama seperti ayahnya, ia pun memiliki sifat serakah, suka sewenang-wenang dan tidak berperikemanusiaan. Selain itu kesaktiannya juga dapat diandalkan.

Sesungguhnya, walaupun Indrajit secara resmi adalah anak Prabu Dasamuka, keberadaannya di dunia bukan berasal dari bibit Dasamuka. Ia adalah anak hasil pujaan, yakni anak yang terjadi karena permohonan pada dewa.

Dikisahkan, saat permaisuri Prabu Dasamuka, Dewi Tari sedang megandung, para ahli nujum di Alengka meramalkan bahwa Dewi tari kelak akan melahirkan seprang bayi perempuan yang nantinya setelah besar akan dikejar-kejar dan hendak diperistri oleh Rahwana. Bila hak itu sampai terjadi, berarti saat itulah kerajaan Alengka runtuh.

Mengingat sifat-sifat kakaknya, Wibisana khawatir jika itu benar-benar terjadi. Maka agar ramalan itu tidak terjadi, Wibisana berusaha untuk mencegahnya. Saat Dewi Tari melahirkan seorang bayi perempuan, atas persetujuan Dewi Tari, Wibisana mengambil bayi itu kemudian dimasukkan ke dalam kotak dan membuangnya ke sungai.  Kelak bayi itu ditemukan oleh Prabu Janaka, raja Kerajaan Mantili dan mengangkat bayi itu sebagai anaknya yang kemudian diberi nama Dewi Sinta.

Untuk menggantikan bayi yang diambilnya, Wibisana memohon kepada dewa agar diberi seorang bayi. Para dewa mengabulkan doa itu. Diciptakannya seorang bayi laki-laki sari segumpal awan. Bayi itu kemudian diberikan kepada Dewa tari dan kepada Rahwana, bayi itu diakukan sebagai bayi yang dilahirkan oleh Dewi Tari.

Saat bayi Indrajit diperlihatkan kepada Prabu Dasamuka, raja Alengka itu tidak percaya bahwa bayi itu adalah anaknya. Ia yakin bayi yang dilahirkan isterinya adalah bayi perempuan. Tanpa rasa kasihan, Dasamuka mengangkat bayi Indrajit tinggi-tinggi lalau membantingnya ke lantai. Namun bayi itu tidak mati, justru semakin bertambah besar.

Berkali-kali Dasamuka membantingnya, tetapi sanga Bayi justru terus bertambah besar dan makin kuat dan akhirnya menjelma menjadi seorang remaja. Indrajit memberikan perlawanan. Kesakatiannya cukup tangguh danmembuat kewalahan Dasamuka. Akhirnya raja Alengka itu pun mengakuinya sebagai anak. Bahkan pada akhirnya Dasamuka amat sayang kepadanya.

Indrajit memiliki anak panah pusaka yang bisa lepas dari busurnya berubah menjadi rantai dan membelenggu sasarannya, atau menjadi ular yang melilit sasarannya. Nama anak panah itu adalah Asurastra.

Ketika Anoman menyelundup ke Taman Argasoka di Alengka untuk menjumpai Dewi Sinta, Indrajit menangkapnya dengan panah Asurastra dan membawa Anoman ke hadapan ayahnya, Prabu Dasamuka.

Selain anak panah Asurastra, indrajit memiliki dua anak panah pusaka andalan, yakni nagapasa dan Mahanosara. Nagapasa bila berubah menjadi ribuan ular berbisa sedangkan panah Mahanosara membuat ngantuk musuk yang menjadi sasarannya. Indrajit juga menguasai ilmu Aji Panyirepan yang ampuh, yang membuat musuhnya tertidur.

Dalam perang yang terjadi karena ulah ayahnya, Indrajit berhadapan dengan Jaya Anggada yang dibantu Laksmana. Namun, Laksmana terkena panah Indrajit, sehingga Laksmana pingsan. Setelah mendapat pertolongan dari Wibisana dan sadar kembali, Laksmana kembali ke medan laga.

Laksmana kemudian melepaskan panah sakti Surawijaya, sehingga  kesaktian Indrajit tidak mampu menangkalnya. Begitu anak Dasamuka itu rebah ke tanah, Wibisana segera membaca mantera yang mengubah wujud jenasah Indrajit menjadi awan seperti asalnya semula.

Indrajit tinggal di Kasatrian Bikungkung. Ia menikah dengan Dewi Sumbaga dari Kerajaan Kutawindu. Dari perkawianan itu, mereka dikaruniai seorang putera dan dua orang puteri yang masing-masing bernama, Begasura, Dewi Indraji dan Dewi Indrarum.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply