Nakula Rabi

0

Dihadapan Pendeta Drona, Adipati Karna dan para Korawa, Prabu Duryodana membahas permintaan Dursasana, adiknya yang jatuh cinta dengan Dyah Suyati. Puteri raja Ngawuawu Langit itu disayembarakan, barangsiapa yang dapat mengalahkan Endrakerata, berhak memperistri Dyah Suyati.Prabu Duryodana menugaskan Adipati Karna dan Jayadrata untuk mengikuti sayembara untuk mendapatkan Dyah Suyati untuk Dursasana.

Adipati Karna, Jayadrata, Kartamarma dan beberapa Korawa bersiap untuk pergi ke negara Ngawuawu Langit.

Sementara di Salabentara, Prabu Bajrawijaya bermimpi bertemu dengan Dyah Sayuti. Ia pun berkeinginan ingin melamar Puteri raja Ngawuawu langit tersebut. Diperintahnya Kala Kekaya, barajamingkalpa, dan Kala Minangsraya atas usulan Patih Kala Wisaya untuk pergi ke Ngawuawu Langit menyampaikan lamaran Sang Raja.

Perjalanan para utusan raja Salabentara bertemu dengan prajurit Hastina. Terjadilah pertempuran antara dua pasukan yang memiliki tujuan yang sama itu. Tetapi prajurit Selabentra kemudian meninggalkan perang dan menyimpang jalan.

Sementara di Wukir Retawu, Nakula menghadap Begawan Abyasa untuk meminta doa restu untuk mengikuti sayembara di negeri Ngawuawu Langit. Begawan Abyasa memberikan nasihat untuk cucunya itu dan memberikan restu kepada Nakula untuk berangkat mengikuti sayembara. Nakula berangkat ke negara Ngawuawu Langit disertai oleh Semar, Gareng dan Petruk.

Di tengah perjalanan, Nakula bertemu dengan pasukan dari Selabentar, dan terjadilah perkelahian diantara rombongan Selabentar dengan Nakula. Prajurit raksasa itu semua berhasil dimusnahkan dan Nakula meneruskan perjalannya.

Di Ngawuawu Langi, Prabu Kridhakerata duduk di atas singgasananya, dihadap oleh Jayakerata dan Patih Keratabahu. Sang Raja sebenarnya mencemaskan sayembara yang diinginkan oleh Endrakerata.

Rombongan Astina tiba di Ngawuawu Langit, Adipati Karna datang menyampaikan maksud kedatangannya yaitu ingin mengikuti Sayembara. Sementara Enrakerata sudah siap di gelanggang sayembara berlangsung.

Jayadrata maju terlebih dahulu, tetapi ia tidak mampu melawan kesaktian dan kekuatan Endrakerata. Selanjutnya Kartamarma, namun ia juga kalah. Adipati Karna pun juga tidak mampu mengalahkan Endrakerata. Korawa akhirnya kembali ke Hastina dengan tangan hampa.

Di Amarta, Prabu Yudhistira menerima Kahadiran Kresna. Ia lalu bertanya mengenai kepergian Nakula kepada sepupunya tersebut. Kresna kemudian menjelaskan bahwa Nakula pergi ke negara Ngawuawu Langit untuk mengikuti Sayembara. Yudhistira, Bima dan Arjuna diminta bantuannya .

Nakula telah tiba di Ngawuawu Langit dan menghadap Raja Kridhakerata menyampaikan maksud kedatangannya untuk mengikuti sayembara.

Jayakerta dan Patih Keratabasa mengawal Nakula ke arena sayembara. Pertarungan antara Endrakerata dengan Nakula pun dimulai. Endrakerata terkena panah Nakula dan seketika mati, namun ia hidup dapat kembali. Semar kemudian mendekati Nakula dan memberi tahu bagaimana cara menghadapi kesaktian Endrakerata.

Nakula segera melepaskan anak panahnya kembali, Panah Nakula mengenai Endrakerata dan seketika musnah. Nakula memenangkan Sayembara dan berhak memperistri Dyah Suyati.

Sementara itu, Togog dan Sarawita datang menghadap raja Bajrawijaya di Selabentar melaporkan tentang kematian para raksasa dan utusannya. Sang Raja marah dan mempersiapkan prajurit untuk menggempur Kerajaan Ngawuawu Langit.

Di istana Ngawuawu Langit, Prabu Kridhakerata menerima kehadiran Nakula yang dikawal oleh Jayakerata. Raja meminta agar permaisuri mempersiapkan perkawinan Dyah Suyati dan Nakula.

Kresna bersama Yudisthira, Bima, Arjuna dan Sadewa tiba di istana Ngawuawu Langit, menghadap raja Kridhakerata. Sang Raja kemudian menceitakan bahwa Nakula telah memenangkan sayembara dan akan dikawinkan dengan putri raja bernama Dyah Suyati. Kresna dan Yudisthira menyetujuinya. Mereka bersiap-siap mengadakan upacara perkawinan.

Di tengah persiapan perkawinan Nakula dengan Dyah Suyati, prajurit rakasa dari Selabentar datang yang dipimpin oleh prabu Brajawijaya. Kresna menugaskan Bima dan Arjuna untuk menyambut kedatangan musuh. Prabu Bajrawijaya mati oleh Bima, sedangkan perajurit raksasa habis oleh panah Arjuna.

Nakula dan Dyah Suyati dipersandingkan di pelaminan dan dihadiri oleh para Pandawa . Pesta perkawinan dilangsungkan dengan meriah.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply