Pernikahan Adat Jawa (Bag II)

0

Pernikahan adat Jawa. Pada tahap selanjutnya, prosesi ini sudah masuk  dalam tahap rangkaian upacara pernikahan.

1. Pasang Tratag dan Tarub

Pemasangan tratag yang dilanjutkan dengan tarub ini menjadi tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu. Pada acara ini biasanya dipasang hiasan dari janur kuning atau daun kelapa muda dan dilengkapi dengan uba rambe selamatan dengan sajian makanan nasi uduk, nasi asahan, nasi golong, kolak ketan dan apem.

2. Kembar Mayang

Sering disebut juga Sekar Kalpataru Dewandaru dan merupakan lambang kebahagiaan dan keselamatan. Bila acara sudah selesai, kembar mayang akan dibuang di perempatan jalan, sungai, atau laut agar kedua mempelai selalu ingat asal muasalnya, yaitu dari bapak dan ibu sebegai perantara Tuhan Yang Maha Esa.

Barang-barang Kembar Mayang antara lain : 

  • Batang pisang 2-3 potong untuk hiasan
  • Bambu aur untuk penusuk (sujen)
  • Janur kuning + 4 pelepah
  • Daun-daunan : daun kemuning, beringin beserta ranting-rantingnya, daun apa-apa, daun girang dan daun andong
  • Nanas dua buah, pilih yang sudah masak dan sama besarnya
  • Bunga melati, kanthil dan mawar merah putih
  • Kelapa muda dua buah, dikupas kulitnya dan airnya jangan sampai tumpah. Bawahnya dibuat rata tau datar agar kelau diletakkan, tidak terguling dan airnya tidak tumpah.

3. Pasang Tuwuhan

Tuwuhan dipasang di pintu masuk menuju tempat duduk pengantin. Tuwuhan berupa tumbuh-tumbuhan yang mempunyai makna tersendiri, tumbuhan tersebut antara lain adalah :

  • Janur

Janur sebagai lambang harapan agar pengantin memperoleh cahaya terang dari Yang Maha Kuasa

  • Daun Kluwih

Harapan agar hajatan tidak kekurangan sesuatu, jika mungkin malah mendapatkan lebih (luwih) dari yang diperhitungkan

  • Daun beringin dan rantingnya

Daun beringin dan rantingnya berarti harapan, cita-cita atau keinginan yang didambakan mudah-musahan selalu terlaksana

  • Daun Dadap Srep (serep)

Ini melambangkan dingin, sejuk, teduh, tenang tidak ada gangguan apapun

  • Seuntai Padi (Pari Sewuli)

Seuntai padi melambangkan semakin berisi semakin merunduk. diharapkan semakin berbobot dan berlebih hidupnya, akan semakin ringan kaki dan tangannya dan selalu siap membantu sesama yang kekurangan.

  • Cengkir Gadhing

Air kelapa muda (banyu degan), adalah air suci bersih yang melambangkan diharapkan cinta mereka tetap suci sampai akhir hayat.

  • Satu Tundhun Pisang Raja (Setundhun gedang raja Suluhan)

Pisang raja berarti harpan agar kelak mempunyai sifat seperti raja hambeg para marta, mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi

  • Tebu Wulung (Tebu Hitam)

Kemantapan hati (anteping kalbu), jika sudah mantap menentukan pilihan sebagai suami istri, tidak boleh tengok kanan-kiri lagi

  • Kembang lan Woh Kapas (Bunga dan Buah Kapas)

Ini melambangkan harapan agar kedua pengantin kelak tidak kekurangan sandang, pangan dan papan. Selalu pas (berkecukupan), tetapi tidak pas-pasan.

  • Kembang Setaman dibokor (bunga setaman yang ditanam di air dalam bokor

Harapannya agar kehidupan kedua pengantin selalu cerah ibarat bunga di taman

4. Siraman

Upacara siraman mengandung arti memandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin. Tahapan-tahapan pada upacara siraman ini antara lain : calon mempelai mohon doa restu kedua orangtuanya, calon mempelai kemudian duduk di tikar pandan, kemudian disiram oleh pinisepuh, orangtua dan orang lain yang ditunjuk. Terakhir, calon mempelai disiram air kendi oleh bapak ibunya sambil mengucapkan “ Niat ingsun ora mecah kendi nanging mecah pamore anakku wadon” dan kendi yang telah kosong kemudian dipecahkan ke lantai.

5. Adol Dhawet

Setelah usai acara siraman, kemudian dilanjutkan acara jual dawet. Penjualnya adalah calon ibu calon pengantin wanita yang dipayungi oleh ayah calon pengantin wanita. Pembelinya adalah para tamu yang hadir, dan uangnya menggunakan pecahan genting. Upacara ini mengandung harapan agar nanti pada saat upacara panggih dan resepsi, banyak tamu dan rezeki yang datang.

6. Paes

Upacara ini adalah untuk menghilangkan rambut halus yang tumbuh di sekitar dahi agar tampak bersih dan wajahnya nampak bercahaya, kemudian dilanjutkan untuk merias wajah calon pengantin. 

7. Midodareni

Upacara Midodareni berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik Dewi Widodari. Dalam acara ini ada acara nyantrik untuk memastikan calon pengantin laki-laki akan hadir dalam akad nikah dan sebagai bukti keluarga calon pengantin perempuan benar-benar siap melakukan prosesi pernikahan di hari yang telah ditentukan

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply