Pernikahan Adat Jawa (Bag III)

0

Pernikahan adat Jawa, kini sudah masuk acara yang paling penting yaitu acara ijab. Pada acara ijab ada beberapa prosesi yang harus dilalui kedua mempelai pengantin.

  • Upacara Ijab

Pada puncak acara pernikahan adat Jawa yang pertama adalah pelaksanaan ijab yang melibatkan penghulu dari KUA. Setelah acara ijab Kabul berjalan lancara dan dianggap sah, maka kedua mempelai resmi menjadi suami istri.

  • Upacara Panggih

Upacara panggih adalah lanjutan prosesi setelah ijab Kabul. Dalam upacara panggih ada rangkaian prosesi yang harus dilalui kedua mempelai.

  • Liron kembang mayang, saling tukar kembang mayang yang bermakna dan mempunyai tujuan bersatunya cipta, rasa dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.
  • Gantal atau lempar sirih, ini sebagai symbol harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu.
  • Ngidak Endog, pengantin pria menginjak telur ayam dan kemudian mempelai perempuan membersihkan atau mencuci kaki mempelai pria, ini sebagai symbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya.
  • Minum air degan (air buah kelapa), yang menjadi lambang air suci, air hidup, air mani dan kemudian dilanjutkan dengan dikepyok bunga warna-warni dengan harapan keluarga mereka dapat berkembang segala-galanya dan bahagia lahir batin.
  • Masuk ke pasangan, hal ini bermakna pengantin menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban
  • Sindur¬† yaitu menyampirkan kain (sindur) ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup


Setelah duduk di sasana riengga, acara pun dilanjutkan.

 

  • Timbangan atau kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai symbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin
  • Kacar-kucur, pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Ini sebagai symbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.
  • Dulangan, kedua pengantin saling menyuapi. Prosesi ini sebagai lambang pepaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan. Selain itu juga bermakna turu adilinuwih yang dilambangkan dengan sembilan tumpeng.

 

  • Upacara Bubak Kawah

Prosesi ini untuk acara pernikahan/hajatan putrid sulung, prosesi ini ditandai dengan membagi harta benda seperti uang receh, beras kuning, umbi-umbian dan lain-lain.

  • Tumplek Punjen

Numplak artinya menumpahkan, punjen artinya berbeda beban di atas bahu. Makna dari Tumplek Punjen yaitu lepas sudah semua darma orangtua kepada anak. Tata cara ini dilaksanakan bagi orang yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya sudah menikah.

  • Sungkeman

Kedua mempelai sungkem kepada kepada orangtua sebagai ungkapan bakti kepada irangtua serta mohon doa restu.

  • Kirab

Kirab adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan saat pengantin berdua meninggalkan tempat duduknya untuk berganti busana.

Pernikahan Adat Jawa (Bag I)

Pernikahan Adat Jawa (Bag II)

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply