Prabu Dasarata

0

Prabu Dasarata adalah raja Ayodya. Ia mewarisi takhta kerajaan dari mertuanya, Prabu Banaputra yang tewas dibunuh Prabu Dasamuka dari Alengka. Perjumpaannya dengan Dewi Sukasalya atau Kosalya terjadi di hutan Dandaka, tatkala puteri Ayodya itu sedang melarikan diri dari kejaran Dasamuka.

Kala itu, Dasarata masih menjadi seorang pertapa muda dan berkelana di hutan. Ia tidak sengaja bertemu dengan Dewi Sukasalya yang saat itu sedang melarikan diri dari kejaran Prabu Dasamuka. Dasarata kemudian meciptakan Sukasalya palsu yang berasa dari tusuk konde sang Dewi. Prabu Dasamuka berhasil dikecohkannya dan Dewi Sukasalnya berhasil diselematkan.

Dasarata kemudian menikah dengan Dewi Sukasalya. Namun hingga beberapa tahun pernikahan mereka, juga belum dikaruniai seorang bayi. Oleh karena itu, Dewi Sukasalya meminta agar Prabu Dasarata menikah lagi. Dasarata menuruti permintaan isterinya dengan menikahi Dewi Sumitrawati dan Dewi Kekayi.

Namun, meskipun sudah beristeri tiga, putera yang mereka dambakan juga tak kunjung hadir di tengah-tengah mereka. Karena itu, Prabu Dasarata meminta nasihat Begawan Wasista. Sang Begawan menganjurkan agar Prabu Dasarata mengadakan upacara sesaji Aswameda, yaitu sesaji yang korban kuda.

Setelah Dasarata melaksanakan saran itu, ketiga isterinya mengandung. Dewi Sukasalya (Raghu) kemudian melahirkan Ramawijaya, Dewi Kekayi melahirkan Barata, Satrugna dan Dewi Kanwaka sedangkan Dewi Sumitrawati melahirkan Laksmana.

Namun dalam versi lain diceritakan bahwa untuk meperoleh keturunan, Prabu Dasarata mengadakan yadnya yang dipimpin Resi Srengga. Dari upacara tersebut, Dasarata memperoleh payasam yang berisi air suci agar diminum oleh para permaisurinya. Kosalya dan Kekayi minum seteguk, sedangkan Sumitra meminum dua kali sampai habis.

Beberapa bulan kemudian Kosalya melahirkan putera pertama mereka, dan diberi nama Rama, yang kedua adalah Kekayi yang melahirkan Bharata, kemudian Sumitra melahirkan putera kembar dan diberi Laksmana dan Satrugna.

Karena Dewi Raghu adalah isteri tertua, Ramawijaya dianggap sebagai anak sulung dan dicalonkan sebagai putera makhota .

Ketika merasa usinya sudah mulai lanjut, Prabu Dasarata berniat untuk turun takhta dan menyerahkan singgasana Ayodya kepada Ramawijaya. Apalagi Rama sudah dewasa dan memiliki isteri yang bernama Dewi Sinta. Namun niat itu tidak terlaksana karena ulah Dewi Kekayi.

Dewi Kekayi menagih janji Prabu Dasarata saat melamarnya, yakni akan menuruti semua permintaan Dewi Kekayi. Dan kini, permintaannya adalah agar Dasarata membatalkan rencana penobatan Ramawijaya dan menunjuk Barata, puteranya sebagai pewaris takhta.

Dengan berat hati, Dasarata terpaksa meluluskan permintaan isterinya itu. Namun Dewi Kekayi masih belum puas, ia juga menginginkan agar Ramawijaya diusir dari kerajaan dan harus hidup di hutan Dandaka selama 13 tahun. Dengan hati hancur, Dasarata terpaksa menuruti isteri ketiganya tersebut.

Sesudah Rama meninggalkan kerajaan, Prabu Dasarata sangat merasa bersalah dan menyesal. Ia tidak mau makan, tidak mau tidur sehingga ia sakit dan kahirnya meninggal.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply