Sinta Obong

0

Setelah Sri Rama dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Alengka, dan setelah Prabu Dasamuka tewas, Dewi Sinta berhasil dibebaskan, namun ia masih tetap berada di taman Argasoka. Rama belum mau menjumpai isterinya karena ia meragukan kesucian isterinya. 

Rama memerintahkan Hanoman untuk menyampaikan kepada Sinta apa yang menjadi keraguan hatinya. Hanoman pun meski berat menjalankan perintah tersebut. Sinta yang mendengar penuturan Hanoman sesuai dengan apa yang dititahkan suaminya, tentu saja merasa kecewa karena ternyata suaminya tidak pecaya akan kesetiaannya. 

Ia pun dengan penuh kemantapan dan ketulusan meminta kepada Laksmana agar menyiapakan kayu bakar dan api unggun. Sinta ingin membuktikan bahwa dirinya memang masih suci, tidak hanya kepada suaminya tetapi juga kepada dunia. Apabila nanti tubuhnya terbakar berarti ia memang sudah tidak suci, namun sebaliknya, jika tubuhnya masih utuh, hal itu membuktikan bahwa ia masih suci meskipun selama 12 tahun disekap oleh Prabu Dasamuka di Alengka.

Laksmana pun menjalankan perintah sang yunda, ia mempersiapkan kayu bakar dan api uggunnya di alun-alun kota Alengka. Di sana para penduduk sudah berkumpul karena ingin menyaksikan peristiwa langka yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi. 

Saat api mulai berkobar, Dewi Sinta yang mengenakan pakaian serba putih segera masuk ke dalam api tersebut, banyak yang tidak tega menyaksikan peristiwa itu. Namun Ajaib, tubuh Dewi Sinta tetap utuh, dan justru apinya yang semakin menyusut. Ia dilindungi oleh Bharata Agni, dewa penguasa Api. Dan itu membuktikan bahwa Dewi sinta memang masih benar-benar suci. 

Rama pun akhirnya percaya akan kesucian dan kesetiaan  Sinta. Ia meminta maaf dan menerimanya kembali sebagai isterinya yang memang sangat ia cintai.

 

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply