Sukasalya (Kosalya)

0

Kausalya atau Kosalya adalah salah satu tokoh yang muncul dalam wiracarita Ramayana. Ia adalah istri pertama dari Prabu Dasarata, raja kerajaan Kosala. Kosalya adalah ibu dari tokoh utama protagonist dalam wiracarita ini, yaitu Rama (Sri Rama).

Dalam pewayangan Jawa, Kausalya disebut dengan nama Sukasalya atau Raguwati. Ia adalah puteri dari Banaputra, raja Kerajaan Ayodya. Saat muda, Sukasalya menderita sakit lumpuh, ayahnya pun mengumumkan akan menikahkan Kosalya dengan siapa saja yang memapu mengobati pernyakit puterinya tersebut.

Ternyata yang berhasil mengobati penyakit Sukasalya adalah pamannya sendiri, yaitu Resi Rawatmaja. Akhirnya Sukasalya dan Resi Rawatmaja pun menikah, walaupun mereka sebenarnya adalah paman dan keponakan.

Suatu saat, Ayodya diserang oleh Rahwana, raja raksasa dari Alengka. Banaputra tewas dan Rawatmaja pun terluka parah dalam pertempuran itu. Sebelum menemui ajalnya, Rawatmaja sempat berpesan kepada istrinya, Kosalya untuk berlindung kepada Dasarata.

Sahabat Rawatmaja yang berwujud burung yang bernama Sampati juga dikalahkan oleh Rahwana. Seluruh bulunya rontok terkena senjata Rahwana. Namun, ia kemudian memberikan sehelai bulunya kepada Sukasalya sebagai pusaka. Dengan sehelai bulu Sampati itulah Sukasalya mampu berlari cepat untuk menghindari kejaran Rahwana.

Sukasalya akhirnya bertemu dengan seorang pendeta muda yaitu Dasarata. Dasarata saat itu juga bersahabat dengan Jatayu,adik Sampati. Sukasalya kemudian memohon agar ia dilindungi dari kejaran Rahwana. Pada awalnya Dasarata menolak, karena sudah menjadi hak bagi Rahwana untuk memiliki puteri dari suatu negeri yang dikalahkannya. Namun kemudian, Dasarata mendapat petunjuk dari dewata bahwa Sukasalya akan menjadi istri Dasarata dan kelak akan melahirkan awatara Wisnu.

Dasarata kemudian menciptakan Sukasalya palsu dari sekuntum bunga yang menghiasi rambut Sukasalnya. Dan saat Rahwana datang, Dasarata menyerahkan Sukasalya palsu kepadanya. Begitu gembiranya Rahwana, karena ia bisa mendapatkan Sukasalya yang wajahnya mirip dengan Widawati, wanita yang dicintainya namun telah mati bunuh diri. Rahwana bahkan menyerahkan kerajaan Ayodya yang baru saja ia kuasai kepada Dasarata.

Rahwana pun kembali pulang ke Alengka, namun setibanya di Alengka, Sukasalya palsu meninggal dunia. Rahwana marah dan naik ke kahyangan untuk menuntut para dewa agar menghidupkan kembali puteri tersebut. Terjadilah pertempuran antara Rahwana dan para Dewa, dan ternyata tidak ada satu pun yang berhasil mengalahkan kehebatan Rahwana. Para dewa akhirnya menyerah dan memberitahu bahwa Widawati akan lahir kembali sebagai puterinya sendiri. Rahwana juga mendapatkan seorang bidadari, puteri Batara Indra yang bernama Dewi Tari, sebagai ganti Kosalya.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply