Sukrasana

0

Sukrasana adalah putera Resi Suwandagni dari pertapaan Argasekar dengan Dewi Darini, Sukrasana berwujud raksasa kerdil, ia memiliki seorang kakak bernama Bambang Sumantri yang berwajah sangat tampan.

Sukrasana memiliki kesaktian yang luar biasa, ia juga berhati mulia. Sejal kecil ia dan kakaknya Sumantri hidup rukun dan saling menyayangi meskipun wujud merea sangat berbeda jauh. Ia mengabdi pada Bathara Wisnu dan bertugas sebagai juru taman Sriwedari di Kahyangan Untarasegara. Suatu ketika ia sangat merindukan keluarganya dan datang ke pertapaan Argasekar. Namun, disana ia tidak berjumpa dengan kakak  yang sangat dicintainya. Ia kemudian bertanya kepada ayahnya, kemana kakaknya pergi. Ayahnya menjelaskan bahwa Sumantri pergi ke negara Maespati untuk menganbdi kepada Prabu Arjunasasrabahu. Sukrasana pun bertekad untuk menyusul kakaknya ke Maespati.

Ia sangat bersemangat karena ingin berjumpa dengan Sumantri, kakak yang sangat ia sayangi. Di tengah hutan akhirnya Sukrasana bertemu dengan Sumantri yang sedang sedih. Sumantri bingung bagaimana cara untuk memenuhi persyaratan Prabu Arjunasasrabahu, yaitu untuk memindahkan taman Sriwedari ke negara Maespati agar pengabdiannya diterima. Ia  pun bersedia menolong kakaknya.

Sukrasana pun memindahkan taman Sriwedari ke Maespati seperti yang diinginkan Sumantri , untuk memenuhi persyaratan Prabu Arjunasasrabahu. Namun ketika Ia  ingin mengikuti Sumantri ke Maespati, Sumantri melarang dan bersikap kasar kepadanya. Bahkan tanpa sengaja panah Sumantri mengenai dadanya hingga ia mati. Namun sebelum menemui ajalnya, Sukrasana bersumpah akan hidup bersama-sama dengan Sumantri dalam Nirwana, dan kematian dirinya akan dibalasnya melalui seorang raja Raksasa.

Sumantri sangat sedih dengan kematian adiknya, yang tanpa sengaja ia lakukan. Sumpah Sukrasana pun terpenuhi. Saat negara Maespati diserang balatentara Alengka, Sumantri berperang melawan Prabu Dasamuka (Rahwana), raja raksasa dari kerajaan Alengka. Arwah Sukrasana menyusup pada taring Rahwana dan Sumantri digigit hingga menemui ajalnya. 

 

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply