Tokoh Wayang Golek (I)

0

Anoman

Anoman Perbancana Suta, atau Hanoman adalah putera Bathara Guru dengan Dewi Anjani yang berwujud kera putih.
Anoman menjabat sebagai senapati kerajaan Ayodhya, mengabdi kepada Rama dalam kisah Ramayana.

Menurut Pustaka Rajah Purwa Ramayana, Anoman memiliki umur yang sangat panjang, karena mempunyai tugas menyimpan sukma Rahwana di dalam cupunya.
Anoman memiliki beberapa ajian, diantaranya Aji Pancasona, Bayu Bajra, Bayu Rota, Sirna Bobot dan kuku Pancanaka.

Bambang Sumantri

Bambang Sumantri adalah keponakan Rama Bergawa. Dia memiliki adik bernanam Sokrasana yang buruk rupa.

Ia pernah dihukum oleh Arjuna Sasrabahu untuk mimindahkan Taman Sriwedari ke alun-alun kota karena ingin menikahi calon istri Arjuna Sasrabahu.

Berkat bantuan adiknya, Sokrasana, Taman Sriwedari berhasil dipindahkan. Namun karena malu memiliki adik yang buruk rupa, ia menolak adiknya yang ingin ikut dengannya ke Mahespati. Dan tanpa sengaja, Sokrasana terbunuh olek kakaknya sendiri.

Yudhistira

Yudhistira adalah putera Pandu yang pertama dengan Dewi Kunti. Ia menjadi raja Amarta. Yudhistira memiliki pusaka sakti yaitu Layang Jamus Kalimusada. Istrinya bernama Dewi Drupadi.

Bima

Bima adalah putera Pandu yang kedua dengan Dewi Kunti. Bima menikan dengan Arimbi dan memiliki putera yang bernama Gatotkaca.

Ia memiliki pusaka kuku Pancanaka. Bima dikenal dengan karakter dan sifatnya yang tidak pernah berbohong.

Arjuna

Arjuna adalah putra Pandu yang ketiga dari ibu Dewi Kunti. Ia tinggal di Madukaran, bagian dari kerajaan Amarta.

Arjuna dikenal sebagai ksatria yang berparas tampan dan banyak disukai wanita.
Memiliki senjata pusaka keris Pancaroba, Ali-ali Ampal dan panah Pasopati. Ia adalah ayah dariĀ  Abimanyu.

Nakula

Nakula adalah putra Pandu yang keempat dengan Dewi Madrim. Dia adalah Pandawa yang ke-empat. Memiliki saudara kembar yaitu Sadewa.

Sadewa

Sadewa adalah putra Pandu yang kelima dengan Dewi Madrim. Disebut juga Pandawa yang kelima. Memiliki saudara kembar yaitu Nakula.

Dewi Drupadi

Dewi Drupadi adalah istri Prabu Yudhistira atau Darmakusuma, raja Amarta. Mereka dikaruniai seorang putera bernama Pancawala.

Saat pandawa menjalani masa pengasingan selama 12 tahun dan penyamaran selama 1 tahun, Dewi Drupadi menyamar menjadi pelayan di kerajaan Wirata bernama Malini. Patih kerajaan Wirata yang bernama Kicaka menyukai Malini dan indin menjadikannya istri.

Saat itu, Malini kemudian mengaku sudah memiliki suami dari bangsa jin dan meminta Kicaka untuk membunuh jin itu. Kicaka pun menyanggupinya.

Drupadi kemudian meminta tolong kepada Bima untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Bima mengaku sebagai suami Malini dari bangsa jin dan Kicaka pun mati ditangan Bima.

Dewi Drupadi dikisahkan dalam cerita “Pandawa Tutas Nyamur”.

Gatot Kaca

Gatotkaca adalah putra Arya Bima & Arimbi. Gatotkaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya.

Ia dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Selain memiliki kesaktian yang tinggi ia juga memiliki jiwa seni yang tinggi. Dikenal pula sebagai pembuat arca, patung-patung dari batu.

Gatot kaca sendiri memiliki banyak nama pemberian dewa. Namun yang dipakai adalah nama Gatotkaca, nama pemberian dari Batara Guru saat di sawarga maniloka.

Bambang Kaca

Bambang Kaca adalah putera Gatotkaca. Setelah Bharatayudha berakhir, Astina kembali dikuasai pihak Pandawa. Parikesit, cucu Arjuna dari puteranya Abimanyu menjadi raja saat itu. Sedangkan Bambang Kaca menjadi benteng pertahanan negara Astina.

Bambang Kaca mengenakan pakaian Kre Antakusuma milik ayahnya. Ia memiliki suara yang mirip dengan ayahnya.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply