Wahyu Makutharama

0

Prabu Suyudana mengutus Adipati Karna, Patih Sengkuni dan para Kurawa pergi ke Gunung Kutarunggu atau Pertapaan Swelagiri, karena dewa memberikan penjelasan bahwa barang siapa memiliki makuta Sri Batara Rama akan menjadi sakti, serta akan menurunkan raja-raja di Tanah Jawa.

Dalam perjalanannya, Adipati Karna pergi ke Pertapaan Duryapura dimana Anoman, suadaranya Kesawasidi bertempat di situ yang ditemani raksasa Gajah, Wreksa,garuda Mahambira, Baga Kuwara dan Liman Situbanda. Karna mengutarakan maksudnya tetapi ditolak Anoman sehingga terjadi peperangan.  Karena terdesak, Karna melepaskan panah Wijayandanu tetapi dapat ditangkap Anoman dan dibawa ke Swelagiri.

Sementara, di pihak Pandawa, sang Arjuna juga mencari Makutarama, ia datang di Gunung Swelagiri bertemu dengan Kesawasidi menerangkan maksudnya dan oleh sang Begawan dijelaskan bahwa Makutarama itu sebenarnya bukan barang kebendaan, tetapi merupakan pengetahuan budi pekerti bagi raja yang sempurna atau ajaran yang disebut Astabrata.

Lebih jauh Begawan Kesawasidi menjelaskan bahwa kelak cucunya yang bernama Parikesit akan berkuasa sebagai raja besar di Jawa dan ia akan menjelma kepadanya. Sedangkan Anoman diperintah untuk meneruskan bertapa di Kendalisada dan kelak pada pemerintahan Prabu jaya Purusa dari Kediri ia akan naik surga.

Arjuna kembali dengan membawa panah Wijayandanu untuk diserahkan kepada Adipati Karna.

Dewi Subadra yang sangat mengkhawatirkan kepergian suaminya lalu mengembara mencari Arjuna dan di perjalanan bertemu dengan Batara Narada yang kemudian memberikan busana pria. Dengan mengenakan pakaian pemberian Batara Narada, Dewi Subadra berubah ujud menjadi seorang pria bernama Bambang Sintawaka. Kemusian ia pergi ke pesanggrahan Kurawa dan sanggup melawan Arjuna.

Bima dan Gatotkaca juga mencari Arjuna. Di tengah perjalanan, mereka dihadang Kumbakarna. Terjadilah perkelahian diantara mereka, hingga akhirnya Kumbakarna kalah dan merasuk pada paha kiri Bima.

Kurawa yang dibantu Sintawaka menantang Arjuna dan peperangan pun tidak bisa dihindarkan. Namun, Arjuna dapat mengenali bahwa musuhnya itu adalah istrinya dan akhirnya kembali ke ujud semula, Dewi Subadra. Para Kurawa menyerang tetapi berhasil dapat dihalau Gatotkaca.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply