Wayang Kulit Gaya Yogyakarta II

0

Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas pembahasan tentang wayang kulit gaya Yogyakarta yaitu mengenai hal-hal yang bisa menjadi ciri wayang kulit gaya Yogyakarta. Untuk saat ini adalah penggolongan wayang kulit yang bisa dibedakan berdasarkan atribut yang digunakan, karakter, busana dan fungsinya.

Penggolongan wayang bisa berdasarkan pada atribut dan tokoh-tokohnya dapat dibedakan menjadi golongan raton, golongan satria termasuk di dalamnya adalah tokoh putren dan golongan bala yang termasuk di dalamnya tokoh punakawan.

Pengelompokan tokoh wayang kulit dapat didasarkan kepada karakter tokohnya, menjadi wayang alusan, branyak (lanyapan), pidegso, gagahan,rewondo,raseko dan dagelan.

Penggolongan wayang bisa juga didasarkan pada busana yang digunakan, yaitu wayang makhutan praban,wayang makuthan ngore odhol,wayang kethon,wayang topongan praban,wayang topongan ngore odhol dan gedhong; golongan pagagan praban, ngore odhol, gendhong; wayang gelung keling Praban, ngore odhol, dan gendhong; wayang gelung supil urang praban, ngore praban, dan golongan ringgil seben.

Sementara penggolongan wayang kulit yang berdasar pada fungsinya dalam pagelaran wayang dapat digolongkan menjadi wayang simpingan yang terdiri dari simpingan kanan (tengen) dan kiri (kiwa) dan wayang dhudhahan.

Untuk penyusunan wayang simpingan dan dudhahan dapat ditentukan berdasarkan pada hal-hal seperti dibawah ini :

1. Wayang Simpingan kanan

  • Golongan wayang raton : terdiri dari tokoh triwikromo¬† yaitu Sri Batara Kresna sampai dengan tokoh Raden Danaraja (pagagan praban)
  • Golongan wayang gagah (gagahan) : mulai dari tokoh Raden Antareja, hingga Resi Rekhatama (ketu dewa tanpa baju)
  • Golongan wayang alus (alusan) : mulai dari tokoh Batara Guru hingga tokoh Prabu Darmakusuma (gelung keling)
  • Golongan wayang Bambang (bambangan) : mulai dari tokoh wayang raden Regawa (Lesmana Muda) sampai dengan Raden Parikesit.
  • Golongan Bambang jangkah : mulai dari tokoh yang berbusana puthut alus seben (sampir) hingga sampai pada tokoh Sang Hyang Narada
  • Golongan putren: mulai dari tokoh Betari Durga hingga sampai pada tokoh putren srambahan (tokoh wayang kulit yang dapat digunakan untuk beberapa peran)
  • Golongan Bayen (wayang anak-anak) : dimulai dari tokoh Dewa Ruci sampai dengan wayang bayen gedhongan.

2. Wayang Simpingan Kiri

  • Golongan wayang raton : mulai dari tokoh wayang Braholo sampai dengan tokoh wayang raseksa bernama Begawan Bagaspati (ketu dewa oncit)
  • Golongan wayang gagah (gagahan) : mulai dari tokoh Prabu Sumaliraja sampai tokoh Batara Brama (kethu dewa oncit)
  • Golongan raja sabrang gagah : mulai dari tokoh Raden Aryo seto sampai dengan tokoh Batara Sambu (oncit praban) sampai dengan tokoh Raden Kartopiyga (pogagan Ingore Odhol)
  • Golongan gagah kedelen : mulai dario tokoh Raden Aryo Seto sampai dengan Resi Bisma (tapen dengan busana baju)
  • Golongan kathcirigan : mulai dari tokoh Batara Endra, sampai dengan tokoh wayang bernama Prabu Sri Suwela (pagagan praban)
  • Golongan sabrang alus (alusan) : mulai dari tokoh wayang Prabu Dewasrani sampai dengan tokoh Raden Barata (pogagan ngore sampir)
  • Golongan alus lanyapan (baranyakan)


3. Wayang dhudhahan

Wayang yang ada di  dalam kotak ditata mulai dari emblek (anyaman bambu yang digunakan untuk menata wayang di dalam kotak) dimulai dari paling bawah susunannya adalah :

  • Golongan wayang binatang yang beraneka macam bentuk dan namanya
  • Golongan wayang setanan
  • Golongan wayang rasekso bermuka binatang (prajurit Guwa Kiskenda, dan raseksa Lokapala)
  • Golongan wayang rasekso di Ngalengko
  • Golongan wayang rasekso di Pringgodani
  • Golongan wayang rasekso di Trajutrisno
  • Golongan wayang rasekso wanan atau Prajurit sabrang seperti Buta Cakil, Buta Begal, dan sebagainya.
  • Golongan wayang wanara (kera)
  • Golongan wayang patih yang beraneka macam (dapat ditata pada eblek yang diletakkan melintang di atas kotak atau tumumpang malang di seberang kiri dalang)
  • Golongan wayang prajurit sabrang atau dugangan
  • Golongan wayang Kurawa di Ngastina.

Selain tokoh simpingan dan dhudhahan di atas, ada juga wayang yang ada di luar kotak wayang, di eblek yang letaknya di atas tutup kotak wayang di sebelah kanan dalang, yang terdiri dari wayang kendaraan, wayang dewa, wayang perepat punakawan, wayang pandhito, wayang senjata, wayang binatang kecilan.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply