Wayang Potehi

0

Wayang Potehi adalah salah satu jenis wayang khas Tionghoa, Cina bagian selatan. Kesenian wayang potehi ini dibawa oleh etnis Tionghoa yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan sudah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia.

Potehi berasal dari kata Pou (kain), te (kantong), dan hi (wayang). Hal ini mengacu kepada bentuk dari wayang potehi yaitu wayang boneka yang terbuat dari kain. Dalam memainkan Wayang Potehi, dalang memasukkan tangannya ke dalam kain tersebut dan dimainkan seperti wayang yang lain.

Munculnya kesenian Wayang Potehi menurut legenda, ada lima orang yang dipenjara dan dijatuhi hukuman mati. Empat orang diantara mereka langsung bersedih, namun satu orang diantara mereka memiliki ide cemerlang untuk menghibur diri sambil menunggu ajal. Lima orang tersebut kemudian mengambil perkakas yang ada di sel, mereka mulai menabuh perkakas tersebut sebagai pengiring permainan wayang mereka. Bunyi musik dari permainan wayang mereka terdengar oleh kaisar dan akhirnya kelima orang tersebut diberi pengampunan.

Diperkirakan, kesenian ini sudah ada pada masa Dinasti Jin (265-420 Masehi), dan berkembang pada Dinasti Song (960-1279). Wayang Potehi mulai masuk ke Indonesia pada abag ke 16 sampai 19 yang dibawa oleh para perantau Tioghoa.

Bagi etnik Tioghoa, Wayang Potehi tidak hanya sebagai seni pertunjukkan saja tetapi juga memiliki fungsi ritual dan sosial. Beberapa lakon yang sering dipertunjukkan adalah Si Jin Kui, Hong Kiam Chun Chiu, Cu Hun Cau Kok, Lo Thong Sau Pak dan Pnui Si Giok. Setiap wayang potehi bisa dimainkan untuk berbagai karakter, kecuali Koan Kong, Utti Kiong dan Thia Kau Kim karena warna muka mukanya tidak bisa berubah.

Selain lakon klasik, saat ini Wayang Potehi juga mengambil cerita-cerita di luar kisah klasik seperti novel Se Yu (Pilgrimage to The West), dengan tokohnya Kera Sakti.

Alat musik Wayang Potehi terdiri dari gembreng/lo,kecer/simbal,cheh dan puah, suling/phin-a, gitar/gueh-khim, rebab/hian-a,tambur/kou, terompet/ai-a dan piak-kou.

Share.

About Author

Hadisukirno adalah produsen Kerajinan Kulit yang berdiri sejak tahun 1972. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 45 sub pengrajin yang melibatkan 650 karyawan. Gallery kami beralamat di Jl S Parman 35 Yogyakarta. Produk utama kami adalah wayang kulit dan souvenir. Kami menyediakan wayang kulit baik untuk kebutuhan pentas dalang, koleksi maupun souvenir. Kami selalu berusaha melakukan pengembangan dan inovasi untuk produk kami sesuai dengan selera konsumen namun tetap menjaga kelestarian budaya dan karya bangsa Indonesia. Dan atas anugerah Yang Maha Kuasa, pada tahun 1987 Hadisukirno mendapat penghargaan dari Menteri Tenaga Kerja Bapak Sudomo untuk Produktivitas Dalam Bidang Eksport Industri Kerajinan Kulit, dengan surat tertanggal 29 Agustus 1987 dengan NOMOR KEP - 1286/MEN/1987.

Leave A Reply