<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Hadisukirno &#187; Keris</title>
	<atom:link href="https://blog.hadisukirno.co.id/category/keris/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.hadisukirno.co.id</link>
	<description>Kumpulan Informasi Seputar Kerajinan, Souvenir dan Wayang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2014 02:45:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.34</generator>
	<item>
		<title>Dapur Keris Lurus (Bag. II)</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-ii/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2012 06:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=311</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mesem Mesem adalah salah satu bentuk dapur keris lurus yang ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang pogol, lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu tidak ada ricikan lainnya. Semar Tinandu Ukuran panjang bilahnya tergolong pendek, tidak lebar dan permukaannya rata.Keris ini memakai dua kembang kacang, masing-masing di sisi depan dan belakang. Keris ini
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-ii/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-ii/">Dapur Keris Lurus (Bag. II)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Mesem</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Mesem adalah salah satu bentuk dapur keris lurus yang ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai kembang kacang pogol, lambe gajah-nya hanya satu. Selain itu tidak ada ricikan lainnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Semar Tinandu</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran panjang bilahnya tergolong pendek, tidak lebar dan permukaannya rata.Keris ini memakai dua kembang kacang, masing-masing di sisi depan dan belakang. Keris ini juga memakai sogokan rangkap, ukurannya normal. Pejetannya juga kembar, keduanya dangkal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Ron Teki</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran panjang bilahnya sedang. Permukaan bilahnya rata, tanpa ada-ada. Keris ini memakai kembang kacang (kecil-tidak sempurna),lambe gajahnya ada dua dan  gandik normal. Keris  dengan dapur ini juga memakai pejetan dan sogokan-nya hanya satu, yakni depan saja.  Keris ber-dapur Ron Teki menurut para ahli tanjeg akan cocok bila dimiliki oleh petani,peternak, petambak dan pedagang hasil bumi atau orang yang berkecimpung dalam bidang agama.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Dungkul</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuknya agak berbeda dengan keris lainnya. Bilah keris dapur Dungkul kebanyakan tebal dan permukaannya nggigir lembu.<br />
Keris ini mempunyai  gandik polos kembar, muka dan belakang, dua pejetan dan dua sogokan pendek yang relatif simetris. Yang menjadi ciri paling mencolok dari dapur Dungkul adalah ganja-nya yang simetris, yang disebut ganja dungkul. Dungkul tergolong dapur langka dan dari segi esoteri dianggap cocok dimiliki pleh peternak dan petani.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kelap Lintah</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang, hampir simetris, agak beda dengan bentuk keris pada umum-nya. Mengenai bentuk keris ber-dapur Kelap Lintah ada dua pendapat.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Berdasarkan serat Centini, bentuk keis dapur Kelap Lintah adalah yang gandik-nya agak panjang, sekitar satu setengah kali gandik yang normal; memakai sogokan dan greneng sederhana. Ganjanya berbentuk kelap lintah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pendapat yang kedua mengatakan bahwa Kelap Lintah memiliki gandik miring, tetapi panjangnya normal saja. Keris itu hanya memakai blumbangan dan tikel alis, tanpa sogokan, tanpa greneng dan ganjanya Kelap Lintah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Sujen Ampel</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran panjang bilahnya sedang, relatif tebal dan gilig. Keris berapur Sujen Ampel memakai kembang kacang, kadang-kadang memakai jenggot, lambe gajah satu, ri pandan (kadang-kadang greneng sungsun). Ricikan lain tidak ada. Biasanya keris dapur Sujen Ampel hanya berpamor di bagian sor-soran.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Lar Ngatap</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Lar Ngantap. Ukuran bilahnya sedikit lebih panjang dibandingkan dapur keris lainnya. Kontur bilahnya njanur, sedangkan permukaan bilahnya rata, tidak memakai ada-ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Gandiknya polos, ukurannya normal, memakai pejetan, tikel alis dan ri pandan (ada juga yang tidak). Sogokan-nya rangkap , terus memanjang sampai hampir ke ujung bilah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Mayat Miring</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Posisi bilah keris ini pada ganjanya agak membungkuk. Gandiknya  polos, memakai pejetan , sogokan satu di belakang, memakai gusen, bila posisi bilahnya tidak terlalu membungkuk biasanya disebut dapur Mayat. Dapur  keris Mayat Miring tidak begitu terkenal karena keris semacam itu hanya dibuat pada zaman dulu. Keris yang tergolong muda jarang yang ber-dapur Mayat Miring.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kanda Basuki</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk ber-dapur keris lurus yang cukup popular. Ukuran panjang bilahnya sedang, permukaannya kebanyakan rata, tapi ada satu dua yang nglimpa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">eris ini memakai kembang kacang, lambe Gajah-nya hanya satu, tetapi memakai jalur jalu memet. Selain itu, keris ber-dapur Kanda Basuki juga memakai sraweyan dan greneng lengkap.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kala Munyeng</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran bilahnya normal, memakai gandik polos, tikel alis dan tingil di baigian belakang. Ciri khas Kala Munyeng adalah adanya satu sogokan depan yang panjang sehingga hampir ke pucuk keris. </span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Pinarak</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuknya khas. Ukuran panjang bilahnya sedang, dengan posisi agak membungkuk,  gandik-nya panjang di belakang. Bagian depannya justru tajam,seperti bilah pedang suduk. Keris dapur pinarak ini memakai sogokan rangkap. Sogokan-nya panjang dan ricikan lain tidak ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tilam Sari</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Salah satu bentuk dari dapur keris lurus yang cukup banyak dijumpai di Pulau Jawa. Bentuk keris ini sangat serupa dengan keris dapur Tilam Upih. Ricikan-nya adalah : gandik polos berukuran normal, tikel alis,pejetan dan tingil. Sedangkan keris dapur Tilam Upih tidak memakai tingil.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bilah keris dapur Tilam Sari pada umumnya tipis, permukaannya rata, karena keris itu memakai ada-ada maupun gusen.Sebagian pecinta keris beranggapan bahwa keris dapur Tilam Sari baik untuk pria yang telah berkeluarga karena angsar-nya membawa keteduhan dan ketenteraman keluarga.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Wora-Wari</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan sebutan umum bagi semua keris lurus yang memakai gusen dan lis-lisan tetapi di kalangan penggemar keris, Wora-wari sering dikaitkan dengan dapur Sinom, sehingga menjadi Sinom Wora-Wari.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Selain gusen, ricikan keris ini adalah kembang kacang, jenggot sungsun, lambe gajah dua, greneng dan ron da nunut. Karena ada-adanya cukup jelas, sehingga permukaan bilahnya nggigir sapi, keris dapur Wora-Wari pada umumnya berbilah agak tebal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Marak</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bilahnya berukuran sedang, gandiknya polos. Keris ini memakai sogokan satu di depan dan memakai greneng lengkap. Selain itu tidak ada ricikan lainnya.Kata ‘marak’ berarti hadir menghadap (raja). Ada yang menyebut dapur ini dengan sebutan Dapur Merak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Urubing Dilah</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Urubing Damar atau Damar Murub, merupakan salah satu dapur keris luk satu, namun ada yang menggolongkan sebagai keris lurus.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Gandiknya polos, memakai pejetan, tikel alis dan greneng. Bilah keris berdapur Urubing Dilah ini berukuran sedang, lurus tapi dipucuk bilah ada luk satu yang menyerupai nyala api. Keris ini mudah dikenal, terutama dengan adanya sebuah luk di ujungnya tersebut. Keris ini tergolong langka.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kalola</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu dapur keris lurus yang tergolong langka. Keris ini oleh sebagian orang juga disebut Jaka Lola. Dapur Kalola mempunyai gandik polos ukuran normal, sogokan hanya satu yakni di depan yang ukurannya normal, serta greneng. Bilahnya memakai ada-ada. Permukaan bilahnya nggigir lembu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Sepang</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran panjang bilahnya sedang, tetapi bilah keris ini relatif tipis karena tanpa ada-ada. Keris dapur sepang memakai kembang kacang, tanpa pejetan dan tanpa ricikan lainnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kadang-kadang, keris berdapur Sepang ini juga ada yang bilahnya simetris, tanpa ricikan, tanpa gandik,kadang-kadang ada tingil kembar di kiri kanan bangkotnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuk dapur keris Sepang yang ketiga adalah bilahnya lurus, tipis, tanpa ada-ada. Keri situ tanpa gandik, bentuk sor-sorannya hampir simetris, ganjanya wilut dan memakai ri pandan. Pada sor-soran kadang-kadang diberi kinatah sepasang kijang dan sepasang paksi dewata (burung dewa).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sebagian pecinta keris beranggapan bahwa keris dapur Sepang mempunyai tuah yang baik untuk membantu membina kerukunan suami istri. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa keris berdapur Sepang dapat membantu pasangan suami istri agar cepat memperoleh keturunan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Cunderik</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Cunderik adalah sebutan yang umum digunakan oleh sebagian orang di Pulau Jawa untuk menyebut nama dapur keris berukuran kecil. Sebutan ini sebenarnya kurang tepat, karena sebutan yang benar untuk keris kecil yang biasa digunakan oleh wanita adalah patrem.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuk keris berdapur Cundrik pun masih simpang siur. Namun yang terbanyak menyebutkan bahwa dapur Cundrik merupakan keris lurus, ukurannya bervariasi antara sedang sampai kecil. Yang berukuran sedang panjangnya sekitar 36 cm, sedangkan yang kecil sampai sekitar 22 cm. Biasanya bilahnya agak tebal dan posisinya agak membungkuk.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Gandik keris itu polos, terletak di belakang. Ukuran gandik itu panjang, sampai kira-kira setengah panjang bilah. Di sepanjang tepi gandik terdapat kruwingan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sepintas lalu bentuk dapur Cundrik agak mirip dengan keris berdapur Cengkrong. Bedanya, pada dapur Cengkrong terdapat sraweyan.</span><span style="font-size: small;"> Sumber lain menyebutkan bahwa dapur Cundrik adalah keris yang gandiknya terletak di belakang, memakai sogokan dan greneng.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Cengkrong</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Panjang bilahnya pada umumnya sedikit lebih pendek daripada keris dapur  lain. Posisi bilah biasanya lebih membungkuk daripada bilah keris pada umumnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Berbeda dengan keris pada umumnya, gandik nya panjang, kadang-kadang sampai lebih dari setengah panjang bilah. Karena bentuk dan posisi gandiknya berbeda dengan keris lain, ganja Cengkrong juga memiliki bentuk yang lain pula. Kecuali bentuk yang merupakan perpanjangan antara kruwingan dan pejetan di sepanjang sisi gandik, tidak ada lagi ricikan lainnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dalam perkembangannya, selain yang lurus ada juga keris berdapur Cengkrong yang mempunyai luk tiga, lima sampai tujuh, namun namanya tidak berubah, tetap saja Cengkrong. Kadang-kadang orang member nama baru pada keris berdapur Cengkrong yang memakai luk. Misalnya, Cengkrong luk tiga dinamakan Cengkrong Jangkung, sedangkan yang luk lima disebut Pandawa Cengkring, selain memakai luk ada juga Cengkring yang diberi tambahan ricikan lain, misalnya memakai kembang kacang dan jenggot sungsun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Naga Pasa</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris luk tiga belas yang ukuran panjang bilahnya sedang. Ricikannya hampir sama dengan Naga Seluman luk tujuh dan lima yakni sraweyan dan ri pandan, bukan greneng. Selain itu kebanyakan Naga Seluman luk tiga belas memakai ganja kelap lintah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kala Dete</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Kala Deteng atau Kala Dite. Merupakan salah satu bentuk dapur keris berbilah lurus yang sederhana ricikan-nya. Memakai kembang kacang, lambe gajahnya satu dan greneng. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris dapur Kala Dete biasanya berbilah nglimpa dan tergolong keris langka.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Pandan Sarawa</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ada pula yang menyebutnya Pandan Sarwa. Bentuk bilahnya di bagian sor-soran hampir sama dengan bentuk keris dapur Brojol tetapi di tengah bilahnya ada ada-ada, di sisi depan dan belakang bilah masing-masing ada dua tonjolan duri seperti lambe gajah terbalik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Naga Kikik</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Gana Kikik, Singa Kikik atau Kikik. Panjang bilahnya sedang.Keris ini memakai gusen, ada-ada nya tebal sehingga permukaan bilah itu nggigir sapi. Gandik keris ini diukir dengan bentuk serigala atau anjing hutan sedang melolong, kaki depannya tegak sedangkan kaki belakangnya di tekuk.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ricikan lainnya adalah tikel alis, sraweyan, greneng dan ri pandan.Keris dapur Naga Kikik ini tergolong popular dan banyak penggemarnya.<br />
Walaupun pada dasarnya Naga Kikik merupakan keris lurus, dalam kenyataannya terdapat juga keris dapur Naga Kikik luk tiga, lima dan tujuh.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Maraseba</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran bilahnya sedang. Gandik-nya polos, memaki pejetan, greneng dan tikel alis. Keris ini memakai sogokan rangkap, ukuran normal, tetapi bagian janurnya tebal sehingga jarak antara sogokan depan dan belakang terpisah agak jauh.<br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-ii/">Dapur Keris Lurus (Bag. II)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapur Keris Lurus (Bag. I)</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-i/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2012 06:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=310</guid>
		<description><![CDATA[<p>Betok Bentuknya sangat sederhana. Bilah keris berdapur Betok lebih lebar bila dibandingkan dengan bilah keris pada umumnya. Ukuran panjang bilahnya, juga tidak sepanjang bilah keris dapur lain, hanya kira-kira separo atau tiga perempat panjang keris yang normal.Gandik-nya polos, berukuran agak panjang. Pejetan-nya luas dan dangkal. Selain itu tidak ada ricikan lainnya. Keris ber-dapur Betok, biasanya
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-i/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-i/">Dapur Keris Lurus (Bag. I)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Betok</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuknya sangat sederhana. Bilah keris berdapur Betok lebih lebar bila dibandingkan dengan bilah keris pada umumnya. Ukuran panjang bilahnya, juga tidak sepanjang bilah keris dapur lain, hanya kira-kira separo atau tiga perempat panjang keris yang normal.</span><span style="font-size: small;">Gandik-nya polos, berukuran agak panjang. Pejetan-nya luas dan dangkal. Selain itu tidak ada ricikan lainnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris ber-dapur Betok, biasanya merupakan keris tua. Bahkan ada keris dapur Betok yang berasal dari zaman Kubudan. Sebagian pecinta keris mengatakan bahwa keris ini baik dimiliki oleh mereka yang memiliki sifat agresif dan sering nekad, karena dianggap dapat meredam sifat yang kurang baik itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris dapur Betok juga ada yang tergolong keris Buda, selain Jalak Buda. Oleh para pecinta keris, Betok Buda juga sering digunakan sebagai keris tindih.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris Betok adalah penamaan umum bagi keris yang bilahnya pendek dan lebar. Oleh karena itu mereka membagi keris Betok menjadi beberapa macam, diantaranya Betok Jalak dan Betok Brojol.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Brojol</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ada dua versi bentuk dapur Brojol. Pertama, panjang bilahnya hanya sekitar 15-19 cm, bilahnya tipis, rata dan biasanya merupakan keris kuno. Pejetan yang ada di bagian pangkal bilah hanya samar-samar saja. Gandiknya polos dan tipis. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kadang-kadang memakai ganja iras. Kadang-kadang pula pada bilahnya ada lekukan-lekukan dangkal, seolah lekukan itu bekas pijitan jari tangan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris Brojol sering disalahkaprahkan dengan sebutan keris dapur Sombro. Padahal Sombro adalah nama empu wanita dari zaman Pajajaran. Kebetulan keris dapur Brojol ini memang sama bentuknya dengan keris-keris buatan Nyi Sombro.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jenis yang kedua, ukuran panjang bilahnya sama dengan keris biasa, sekitar 30 sampai 35 cm. Gandik-nya polos, pakai pejetan. Keris ini tanpa tanpa tikel alis dan tanpa ricikan lainnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris dapur Brojol ada yang memiliki tuah dapat memperlancar persalinan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tilam Upih</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran bilahnya tipis karena keris itu tidak memakai ada-ada maupun gusen. Gandik-nya polos, memakai tikel alis dan pejetan, tanpa ricikan lain. Dapur keris ini paling banyak dijumpai pada keris-keris buatan Pulau Jawa. Di daerah lain ada yang menyebutnya Tilam Petak atau Tilam Putih.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Di Keraton Yogyakarta paling sedikit ada tiga keris pusaka yang ber-dapur Tilam Upih, yaitu Kyai Kanjeng Pulanggeni, Kanjeng Kyai Sirap dan Kanjeng Kyai Sri Sadono.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Panji Anom</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Panji Anom  disebut juga Panji Nom atau  Pani Anem. Bilah keris itu mempunyai ukuran panjang yang sedang, bentuknya terkesan agak membungkuk. Permukaan bilahnya nggigir sapi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris berdapur Panji Anom begandik polos, memakai ada-ada, gusen, tikel alis dan sogokan rangkap. Selain itu juga memakai sraweyan dan greneng.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jaga Upa</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Orang terkadang salah menyebut dengan Jaka Upa . Ukuran bilahnya normal, seperti Tilam Upih, tidak memakai ada-ada. Permukaan bilahnya rata. Gandik-nya polos, sogokan-nya dua tapi sangat pendek, tanpa greneng atau ri pandan. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sogokan sangat pendek ini sering disebut sogokan ngujung gunung. Keris dengan dapur seperti ini langka dan biasanya adalah keris tangguh tua.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Semar Betak</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Semar Getak atau Semar Petak. Bilahnya pendek, lebar, tipis dan rata. Bagian sor-soran-nya agak tebal, gandik-nya diukir dengan bentuk kepala gajah dan di bawah kepala gajah ada lubangnya. Dapur keris Semar Betak tergolong langka dan biasanya berpamor sederhana.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sumber lain menyebutkan bahwa keris dapur Semar Betak berbilah lurus, pendek, lebar dan rata. Gandik-nya tebal, polos dan agak panjang. Di atas gandik ada kembang kacang kecil dengan posisi terbalik, tanpa jalen. Pada gandiknya biasanya diberi hiasan sinarasah (yang tangguh tua tidak di-sinarasah).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Meskipun keris dapur Semar Betak bukan jenis dapur yang tergolong tua, karena ada kata ‘Semar’ pada namanya, banyak orang yang menghargainya secara khusus. Bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai keris tindih.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Regol</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang. Biasanya, permukaan bilahnya nglimpa dan agak tebal, karena keris ini tidak memakai ada-ada. Tanda keris dapur Regol yang paling khas adalah gandik-nya ada dua, di depan dan di belakang. Bentuk gajanya khas.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Biasanya, kedudukan bilah keris dapur Regol  tidak begitu condong, melainkan tegak. Keris ini terbilang langka, jarang ditemui bahkan juga pada keris-keris tangguh tua.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Karna Tinanding</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Salah satu bentuk dapur keris lurus yang cukup populer. Panjang bilahnya berukuran sedang. Bentuk keris berdapur Karna Tinanding ini ada tiga macam.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pertama bilah keris itu simetris, memakai sogokan rangkap, sraweyan dan walidang serta greneng di depan dan belakang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Tetapi ada pula yang menyebutkan bahwa keris ber-dapur karna Tinanding tidak memakai greneng melainkan kembang kacang dan satu lambe gajah di gandik depan dan belakang; di tengah sor-soran ada sogokan rangkap. Bilahnya memakai ada-ada dan gusen. Keris dapur Karna Tinanding sering pula disebut dengan nama dapur Karna Tanding.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ciri Karna Tinanding yang ketiga adalah Bilah simetris dan memakai ada-ada. Kembang kacang , tikel alis dan lambe gajah dua, di depan dan belakang,pejetan dua tanpa sogokan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dalam masyarakat perkerisan, ketiga versi ini semuanya diakui sebagai keris dapur Karna Tanding.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kebo Teki</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Mahesa Teki. Panjang keris berdapur Kebo Teki ini normal. Bilahnya pipih, agak lebar dibandingkan dengan keris lainnya. Ricikan yang terdapat pada keris ini adalah : gandik-nya panjang sekitar 2 sampai 2,5 kali panjang gandik normal dan memakai tikel alis dan Pejetannya dangkal .<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasa zaman dulu, keris berdapur Mahesa Teki banyak dimiliki oleh para petani dan pedagang hasil bumi, karena mereka percaya bahwa Mahesa Teki membawa keberuntungan bagi petani dan pedagang hasil bumi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Angsar keris dapur Mahesa Teki dapat menangkal hama tanaman dan menyuburkan tanah. Bahkan sampai sekarang kepercayaan semacam itu masih ada diantara peminat keris.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Kebo Lajer</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Mahesa Lajer adalah salah satu dapur keris yang popular di Pulau Jawa, terutama di kalangan masyarakat di daerah pertanian.</span><span style="font-size: small;">Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris berdapur Kebo Lajer mempunyai tuah yang dapat membantu penghidupan para petani. Tuah keris itu antara lain menyuburkan tanaman, sehingga panennya berhasil; menolak hama tanaman; menolak wabah penyakit ternak. Ternaknya bisa diharapkan berkembang biak dengan cepat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Selain itu ada juga sebagian keris dapur Kebo Lajer yang konon dapat menolak wabah penyakit. Karena kepercayaan akan tuah Kebo Lajer ini. Pada zaman dulu keris ini juga dimiliki oleh para pengreh praja, semisal lurah, wedana, atau bupati, karena percaya bahwa tuan keris dapur Kebo Lajer itu dapat melindungi daerah kekuasaannya dari serangan hama tanaman dan wabah penyakit ternak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kebo Lajer berbilah lurus, tipis, permukaan rata tanpa ada-ada. Ukuran panjang dan lebar bilahnya sedang. Bentuk buah keris ini anggodong pohung.Gandik-nya polos,panjangnya kira-kira dua kali ukuran gandik yang normal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Sempaner</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dapur keris ini ada yang menyebut dengan nama Sepaner, Sempana Bener atau Supana Bener. Ukuran panjang bilah keris ini sedang dan biasanya permukaannya nglimpa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sebagian pecinta budaya keris menganggap tuah keris dapur Sempana Bener atau Sempaner ini baik untuk orang yang masih aktif bekerja, terutama bekerja untuk raja atau kerajaan. “Sae kagem ngabdi”, kata orang Jawa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ricikan Sempaner adalah sebagai berikut : Kembang kacang, tikel alis, tanpa lambe gajah (tetapi ada yang memakai lambe gajah satu) dan ri pandan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jamang Murub</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran panjang bilahnya sedang. Bentuk keris ini agak khas, karena gandik-nya yang polos lebih miring dibandingkan dengan gandik keris lain. Kemiringannya hampir 45 derajat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Selain itu, keris ber-dapur Jambang Murub menggunakan blumbangan, sogokan rangkap tapi ukurannya pendek. Keris berdapur Jambang Murub juga memakai lis-lisan serta gusen. Ada-adanya cukuo jelas, sehingga permukaan bilahnya nggigir lembu. Jamang Murub tergolong dapur keris langka.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Patrem</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sebagian pecinta keris menganggap keris ini sebagai keris khusus wanita.Panjangnya hanya sekitar sejengkal dan biilahnya agak nglimpa. Ricikan-nya hanya sedikit; gandik-nya polos, memakai tikel alis dan sebuah tingil. Ada pula patrem yang menyerupai pedang Suduk Maru; ada yang mirip keris Dapur Brojol, tetapi secara umum berukuran kecil dan pendek, dan bisa diduga pembuatannya khusus untuk para wanita.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Sinom</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Panjang bilahnya sedang. Di tengah bilah ada ada-ada dan permukaan bilahnya biasanya nggiggir sapi. Keris ini tergolong populer. Keris ini memakai kembang kacang, sogokan rangkap, lambe gajah-nya hanya satu. Memakai  pejetan, sraweyan dan ri pandan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Condong Campur</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Condong Campur adalah salah satu bentuk dapur keris. Bilahnya lurus, ukuran panjangnya sedang. Permukaan bilahnya nglimpa, tanpa ada-ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris ini memakai  ricikan sebagai berikut : ada kembang kacang,lambe gajah-nya hanya satu, sogokan-nya satu, yakni sogokan depan. Sogokan ini panjang, sampai ke ujung bilah. Bilahnya memakai gusen dan lis-lisan. Keris ber-dapur Condong Campur mudah dikenali karena sogokan-nya yang sangat panjang itu.</span></p>
<p><strong>Kala Misani</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus dengan kelengkapan ricikan sebagai berikut; kembang kacang, lambe gajah dua, tikel alis, gusen, kruwingan dan greneng. Biasanya bilahnya memakai ada-ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dalam pewayangan ada juga keris Kala Misani, yakni keris milik Gatotkaca, tetapi keris itu tidak ada hubungannya dengan dunia pakerisan yang kita kenal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Pasopati</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasopati adalah salah satu bentuk dapur keris lurus yang cukup popular. Ukuran panjang bilahnya sedang,  agak tebal karena keris ini memakai ada-ada; permukaan bilahnya nggigir sapi. Kontur bilahnya biasanya menampilkan kesan ramping. Ricikan yang terdapat pada keris dapur Pasopati adalah memakai kembang kacang pogok, lambe gajah-nya hanya satu; sogokan-nya dua berukuran normal dan ri pandan. Kadang-kadang ada juga Pasopati  yang memakai gusen dan lis-lisan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dalam dunia pewayangan diceritakan bahwa salah satu senjata pusaka milik Arjuna adalah Pasopati, nama dapur keris ini pun menjadi terkenal. Sebenarnya,Pasopati yang ada di pewayangan bukan berupa keris melainkan panah dapur Wulan Tumanggal. Tidak ada kaitan antara panah Pasopati Arjuna dan keris dapur Pasopati, hanya karena ada kesamaan nama saja.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Beberapa keris pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta ber-dapur Pasopati. Diantaranya adalah Kanjeng Kyai Lindri dan Kanjeng Kyai Naga.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Mendarang</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga Mundarang,  bilahnya berukuran sedang. Keris itu memakai kembang kacang, lambe gajah-nya hanya satu, sogokan-nya rangkap, sraweyan dan greneng lengkap. Mundarang tergolong dapur keris yang agak langka.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Yuyu Rumpung</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dalam kepustakaan lama, tercatat ada dua versi mengenai bentuk keris dapur Yuyu Rumpung ini.<br />
Pertama bilahnya berukuran sedang, gandiknya panjang dan di atas gandik ada kembang kacang berukuran kecil.  Bentuk keris seperti ini,menurut sebagian pecinta keris dinamakan dapur Mahesa Teki atau Kebo Teki.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ragam yang kedua cirri-cirinya, gandiknya berada di belakang, panjang, bilah agak membungkuk, ganjanya kelap lintah.<br />
Menurut sebagian pecintanya, keris ber dapur Yuyu Rumpung ini biasanya dimiliki oleh para petani, karena mereka beranggapan bahwa keris itu mempunyai tuah yang dapat membantu menangkal serangan hama dan menyuburkan tanaman.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-i/">Dapur Keris Lurus (Bag. I)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-lurus-bag-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tangguh Keris</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/tangguh-keris/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/tangguh-keris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2012 06:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=309</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tangguh secara harafiah berarti perkiraan. Dalam dunia pekerisan di Pulau Jawa tangguh meliputi perkiraan mengenai zaman pembuatan atau gaya pembuatan. Jadi jika seorang mengatakan bahwa sebilah keris tangguh Majapahit, itu berarti bahwa keris itu diperkiraan buatan zaman Kerajaan Majapahit. Definisi lain tangguh adalah perkiraan gaya kedaerahan atau zaman dibuatnya sebilah keris atau tombak yang dijabarkan
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/tangguh-keris/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/tangguh-keris/">Tangguh Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Tangguh secara harafiah berarti perkiraan. Dalam dunia pekerisan di Pulau Jawa tangguh meliputi perkiraan mengenai zaman pembuatan atau gaya pembuatan. Jadi jika seorang mengatakan bahwa sebilah keris tangguh Majapahit, itu berarti bahwa keris itu diperkiraan buatan zaman Kerajaan Majapahit.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Definisi lain <em>tangguh</em> adalah perkiraan gaya kedaerahan atau zaman dibuatnya sebilah keris atau tombak yang dijabarkan dari pasikutannya, pengamatan jenis besinya, pamor dan bajanya.Yang dimaksud pasikutan adalah kesan selintas atas gaya garapan sebuah keris. Misalnya, keris tangguh Majapahit dapat diartikan; (1) dibuat dengan gaya (model) Majapahit, (2) dibuat oleh empu dari Majapahit.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Penyebutan nama tangguh keris terkadang kabur, karena dalam budaya keris juga dikenal adanya kebiasaan mutrani atau pembuatan duplikat. Khusus untuk keris-keris putran (duplikat), penyebutan nama tangguh menjadi kacau,maka khusus untuk keris-keris yang demikian lalu disebut  yasan, artinya buatan. Misalnya keris A merupakan duplikat keris B. Keris A buatan Surakarta,sedangkan keris B tangguh Tuban, maka keris A disebut tangguh Tuban yasan Surakarta.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Tangguh keris yang dikenal masyarakat perkerisan di Pulau Jawa adalah :</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Segaluh</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Mempunyai pasikutan kaku tetapi luruh. Besinya berkesan kering, warnanya hitam pucat kehijauan. Pamornya kelem. Panjang bilahnya bermacam-macam ada yang panjang, ada pula yang pendek. Gandiknya maju ke depan, sehingga ganjanya selalu panjang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Pajajaran</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya kaku dan kasar, besinya cenderung kering, keputih-putihan. Pemunculan pamornya tidak direncanakan. Menancapnya pamor pada bilah keris pandes (kokoh,dalam) dan halus. Pamor itu tergolong nggajih.<br />
Bilahnya agak panjang dibandingkan keris tangguh lainnya, gandiknya panjang dan miring. Sirah cecak pada ganja-nya lonjong memanjang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh  Kahuripan</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya hambar, kurang semu. Warna besinya agak kehitaman, biasanya berpamor sanak, tetapi ada pula yang mubyar. Ganjanya  agak tinggi, tetapi tidak begitu lebar. Ukuran panjang bilahnya sedang, luknya tidak merata, makin ke ujung makin rapat. Dan kalanya keris tangguh Kahuripan berganja iras, namun banyak juga yang tidak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tanggguh Jenggala</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya luwes, birawa. Besinya agak kehitaman, berpamor lumer pandes, tetapi ada pula yang mubyar. Ukuran panjang bilahnya agak berlebihan dibanding tangguh lainnya, demikian juga lebar bilahnya, terutama di bagian sor-soran.</span><span style="font-size: small;"> Luknya luwes merata, sirah cecak pada ganja bentuknya lonjong memanjang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Singasari</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya kaku dan wingit. Bilahnya berukuran sedang, ujungnya tak begitu runcing. Warna besinya abu-abu kehitaman, nyabak (bagaikan batu tulis). Menancapnya pamor pada permukaan bilah lumer dan pandes. Penampilan pamor itu biasanya lembut dan suram (kelem). Gandiknya berukuran sedang, agak miring. Sirah cecak pada ganja bentuknya lonjong memanjang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Majapahit</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya agak wingit dan prigel,besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan kering,  warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes lan ngawat (kokoh dan serupa kawat), sebagian pamor itu mrambut.<br />
Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke ujung makin ramping sehingga berkesan runcing. Luknya tidak begitu rapat. Gandiknya miring dan agak pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Madura</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dalam dunia pakerisan, biasanya dibagi menjadi dua, yakni Madura Tua yang se-zaman dengan zaman Majapahit dan Madura Muda yang se-zaman dengan zaman Mataram Amangkuratan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris tangguh Madura Tua, pasikutannya demes (serasi,seimbang, menyenangkan). Besinya terkesan kering seperti kurang wasuhan, warnanya hitam pucat kehijauan. Pamornya nggajih dan nyekrak, kasar rabaannya. Panjang bilahnya tidak merata, ada yang panjang, ada yang sedang, ada yang agak pendek. Gajihnya sebit ron tal, sirah cecaknya pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris tangguh Madura Muda mempunyai pasikutan galak. Besinya berkesan kering, seperti kurang wasuhan, warnanya hitam agak abu-abu, kadar bajanya kurang. Pamornya mubyar dan nyekrak. Gandiknya miring, ganjanya sebit ron tal, sirah cecaknya pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Blambangan</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya demes. Besinya keputihan, dan berkesan demes, serasi. Pamornya, biasanya nggajih dan menancap pada permukaan bilah secara pandes. Bilah keris tangguh Blambangan berukuran sedang, ujungnya tidak terlalu meruncing. Gandiknya pendek dan miring, ganjanya sebit  ron tal, sedangkan sirah cecaknya pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Sedayu</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya demes, serasi, harmonis. Panjang bilahnya sedang, berkesan ramping, luknya luwes. Besinya matang tempaan, berkesan basah, hitam kebiruan. Pamornya bersahaja,mrambut dan seolah mengambang pada bilahnya. Ganjanya tergolong sebit ron tal dan sirah cicaknya agak pendek.</span></p>
<p><strong>Tangguh Tuban</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya sedang, panjang bilahnya sedang  agak lebar, agak tebal, luknya renggang dan dangkal. Besinya hitam, kadar bajanya banyak dan berkesan kering. Pamornya kelem dan pandes. Gandiknya pendek. Bentuknya sirah cecak pada ganjanya membulat, besar, tetapi pendek, sogokannya panjang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Sendang</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Meskipun garpannya rapi, pasikutannya wagu, kurang harmonis, kurang serasi. Bilahnya kecil, ramping dan agak pendek. Besinya matang tempaan, kehitaman dan berkesan basah. Pamornya sederhana dan berkesan mengambang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Pengging</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya sedang, ramping, garapannya rapi. Jika keris luk, luknya rengkol sekali. Besinya hitam, berkesan basah. Pamornya bersahaja, lumer pandes. Gulu melednya panjang.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Demak</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya wingit. Bilahnya berukuran sedang, besinya hitam kebiru-biruan dan berkesan basah. Pamornya tergolong kalem dan berkesan mengambang. Ganjanya tipis, sirah cecaknya pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Panjang</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya kemba, besinya odol dan garingsing. Pamornya sawetu-wetune (tidak direka,tidak dirancang). Kembang kacangnya besar, lebar dan kokoh.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Madiun</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya kemba, besinya berkesan basah. Pamornya sedikit tapi lumer dan pandes. Bilah tebal, biasanya nglimpa, konturnya agak mbembeng.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Koripan</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya kemba, tanpa semu (hambar). Besinya garingsing (kehitaman dan berkesan kering); pamornya kebanyakan adeg, jenisnya pamor sanak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Mataram</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dibedakan menjadi tiga macam, masing-masing mempunyai ciri tersendiri. Pertama, Mataram Senopaten : pasikutannya prigel, sereg; besinya hitam kebiruan. Pamornya pandes dan ngawat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kedua, Mataram Sultan Agung : pasikutannya demes (serasi, menyenangkan, tampan, enak dilihat); besinya mentah; pamornya mubyar.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dan ketiga, Mataram Amangkuratan : pasikutannya galak, birawa; besinya mentah; pamornya kemambang. Tangguh Mataram Amangkuratan biasanya juga disebut tangguh Kartasura.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Cirebon</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya wingit. Bilahnya berukuran sedang, tipis,jarang yang memakai ada-ada; besinya hitam kecoklatan dan berkesan kering. Pamornya tergolong kelem dan berkesan mengambang. Ganjanya tipis; sirah cecaknya pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Surakarta</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pasikutannya demes dan gagah (serasi, menyenangkan, tampan, gajah), birawa. Besinya mentah; pamornya mubyar. Ganja-nya memakai tungkakan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tangguh Yogyakarta</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Tangguh Yogyakarta agak mirip dengan tangguh Majapahit. Pasikutannya wingit dan prigel. Besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan kering, warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes dan ngawat (kokoh dan serupa kawat); sebagian pamor itu mrambut. Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke ujung makin ramping sehingga berkesan runcing. Luknya tidak begitu rapat. Gandiknya miring dan agak pendek.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sementara itu Mas Ngabehi Wirasoekadga, abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, dalam bukunya Panangguhing Duwung membagi tangguh keris sebagai berikut  :<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pajajaran</span></li>
<li><span style="font-size: small;">TubanMadura</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Blambangan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Majapahit</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sedayu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jenu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Tiris Dayu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Setra banyu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Madiun</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Demak</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kudus</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Cirebon</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pajang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pajang Mataram</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Ngenta-enta (Yogyakarta)</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kartasura</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Surakarta</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;">Keris Buda dan tangguh kabudan, walaupun dikenal masyarakat secara luas, tidak dimasukkan dalam buku-buku yang memuat soal tangguh. Mungkin, karena dapur keris yang dianggap masuk dalam tangguh Kabudan hanya sedikit, hanya dua, yakni jalak buda dan betok buda.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/tangguh-keris/">Tangguh Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/tangguh-keris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ricikan Keris</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/ricikan-keris/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/ricikan-keris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2012 01:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=308</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ricikan adalah bagian-bagian atau komponen keris, tombak atau pedang yang masing-masing mempunyai nama. Lengkap atau tidaknya ricikan keris, ikut menentukan nama dapur sebilah keris atau tombak. Secara garis besar, sebilah keris dapat dibagi atas tiga bagian, yakni bagian wilahan atau bilah, bagian ganja dan bagian pesi. Bagian wilahan dibagi menjadi tiga, yaitu bagian pucukan atau
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/ricikan-keris/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/ricikan-keris/">Ricikan Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Ricikan adalah bagian-bagian atau komponen keris, tombak atau pedang yang masing-masing mempunyai nama. Lengkap atau tidaknya ricikan keris, ikut menentukan nama dapur sebilah keris atau tombak.</span></p>
<p>Secara garis besar, sebilah keris dapat dibagi atas tiga bagian, yakni bagian wilahan atau bilah, bagian ganja dan bagian pesi. Bagian wilahan dibagi menjadi tiga, yaitu bagian pucukan atau yang paling atas, awak-awak atau tengah dan sor-soran atau pangkal. Pada bagian sor-soran inilah paling banyak terdapat ricikannya.</p>
<p>Nama-nama ricikan keris adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pesi : bagian ujung bawah dari sebilah keris, yang merupakan tangkai keris. Bagian ini lah yang masuk ke dalam hulu (pegangan atau deder atau ukiran). Di daerah lain, pesi memiliki istilah atau sebutan lain yaitu <em>paksi</em> (Jawa Timur), <em>Putting</em> atau <em>Putiang</em> (Riau), <em>Punting</em> (Serawak, Sabah,Brunei dan Malaysia, <em>oting</em> atau <em>onting</em> (Sulawesi Selatan dan Tenggara)</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Ganja : Bagian bawah dari sebilah keris, seolah-olah merupakanalas atau dasar dari bilah keris itu. Pada tengah Ganja, ada lubang untuk memasukkan bagian pesi. </span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Bungkul  atau bonggol atau genukan : Tonjolan di bagian paling bawah dari pangkal keris, tepat di tengah bilah. Bentuknya serupa dengan irisan bawang. Bungkul bersinggungan langsung dengan bagian waduk atau weteng dari ganja.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Blumbangan atau Pejetan : bagian keris yang berupa cekungan atau lekukan yang terdapat di bagoan sor-soran. Letaknya di pangkal bilah keris yaitu diantara gandik dan bungkul.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Sraweyan atau srewehan : merupakan permukaan melandai cekung, di belakang bagian sogokan belakang sampai dekat greneng. Akhir ujug tas sraweyan tidak jelas, secara perlahan rata dengan permukaan bilah.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Gandik : Bagian <em>‘raut muka’</em> dari sebilah keris. Letaknya tepat di atas sirah cecek. Bagian gandik hampir selalu ada di bagian depan keris.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Jalu memet : Bentuknya menyerupai tonjolan runcing, kecil pada bagian paling bawah dari gandik, berdekatan dengan ganja keris. Di atas bagian jalu memet ini hampir selalu ada lambe gajah.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Lambe gajah atau lambe liman : Biasanya terdapat di bagian atas jalu memet. Lambe gajah ada biasanya ada dua atau hanya satu.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Kembang Kacang atau tlale gajah : Disebut juga sekar kacang yaitu bagian yang betuknya mirip dengan kembang kacang atau belalai gajah. Kembang kacang atau tetale gajah selalu menempel pada bagian atas dari bagian gandik, pada bagian sor-soran.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Jenggot atau Janggut : bentuknya berupatonjolan runcing yang terletak di <em>‘dahi’</em> kembang kacang. Bentuk tonjolannya mirip dengan bentuk ronda dan  ri pandan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tikel alis atau wideng : Bagian keris yang berupa alur dangkal, melengkung seperti alis. Alur dangkal ini dimulai dari atas gandik membelok ke atas ,sepanjang lebih kurang 35 cm. Tidak semua keris memakai tikel alis. Karenanya tikel alis terkadang menjadi tangan untuk membedakan dapur keris.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Jalen : bagian keris yang berbentuk tonjolan runcing, seperti duri, hanya satu buah,letaknya persis di <em>‘ketiak’</em> kembang kacang. Berdasarkan bentuknya jalen terbagi menjadi dua macam, yaitu miji puh yang berisi atau montok, dan yang aking, yaitu yang kurus.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Sogokan depan : Bagian keris yang terdapat pada sor-soran. Sogokan depan ada yang merupakan bagian dari sogokan rangkap dan ada pula yang berdiri sendiri. Yang merupakan bagian dari sogokan rangkap selalu didampingi oleh sogokan belakang, sedangkan yang berdiri sendiri merupakan sogokan yang ikut menentukan nama dapur sebuah keris.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Lis-lisan atau elis : Merupakan garis batas sepanjang tepi bilah keris, sejak dari atas kembang kacang, ke ujung bilah, terus ke bawah lagi sampai ke dekat greneng.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Gusen : daerah sempit sepanjang tepi bilah keris atau tombak. Daerah sepit ini dibatasi oleh tepi bilah yang tajam dengan garis lis-lisan atau tepen. Dengan demikian, keris yang tidak memakai lis-lisan, tidak aka nada gusennya.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Dada : Ricikan ini hanya terdapat pada keris-keris yang memakai luk, yaitu bagian depan tepi bilah pada luk yang pertama, yaitu bagian yang melengkung cembung di atas gandik.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Ucu-ucu ngandap : bagian yang melengkung cembung di atas gandik. Yang berseberangan bagian ucu-ucu adalah bagian tengkel, yaitu tepi bilah bagian belakang di atas luk yang pertama. Ucu-ucu ngandap terletak di bagian sor-soran keris luk.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Gandu : Bagian tepi bilah bagian belakang pada luk yang pertama.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tengkel : tepi bilah bagian belakang di atas luk yang pertama.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Kruwingan atau Plunturan : bagian yang cekung pada permukaan bilah keris. Kruwingan biasanya ada dua alur, yaitu terletak antara sisi bilah sebelah depan dan ada-ada, serta anatara ada-ada dan sisi bilah sebelah belakang.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Ada-ada atau sada :terletak tepat di tengah bilah. Tidak semua keris dan tombak memiliki ada-ada. Bentuk permukaan keris yang memakai ada-ada ada tiga macam, yaitu nggigir sapi, ngadal meteng dan ngruwing. Sedangka n bentuk permukaan keris yang tidak memiliki ada-ada dibagi menjadi dua macam, yakni bilahnya nglimpa dan yang rata.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tampingan :<em> ‘lereng’</em> di kiri dan kana nada-ada. Artinya, keris yang tidak memiliki ada-ada, tidak mungkin memiliki tampingan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Janur  : bentuk lingir di antara dua sogokan</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Puyuhan : terletak di bagian sor-soran bilah keris, di tempat pertemuan ujung sogokan depan dengan sogokan belakang.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Bebel : Bagian agak cekung tepat di atas puyuhan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Sogokan belakang : merupakan bagian keis yang terdapat pada sor-soran, berupa alur tegak di samping sogokan depan. Antara sogokan depan dan belakang  terdapat bagian yang disebut janur. </span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tumperan : lereng bungkul atau genukan yang terletak di sor-soran keris. Tumperan ada dua macam, yaitu yang amba atau luas dan yang ciut atau sempit.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Ucu-ucu Nginggil : Bagian yang melengkung cembung pada luk yang paling akhir di daerah pucukan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Penatas atau penitis : bagian paling ujung dari pucuk bilah keris atau tombak. Penucuk bisa merupakan duri runcing, yakni pada keris yang pucuknya ambutut tuma, bisa merupakan setengah lingkaran pada pucukan anggabah kopong, bis ajuga mirip ujung paku yakni pada pucukan keris atau tombak yang nyujen atau ngudup gambir.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Wadidang atau wedidang : bagian tepi bilah keris yang terletak di bagian bawah sebelah belakang. Bentuk wadidang selalu melengkung curam, streamline, seolah merupakan bagian pantat dari bilah keris itu.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Ron da nunut : Bagian dari greneng yang terletak di atas Ron Da.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tungkakan : artinya tumit kaki, terletak di ujung atas bagian belakang sebuah ganja keris. Bentuknya merupakan lengkungan hampir setengah lingkaran. Biasanya, hanya keris-keris  nem-neman saja yang memakai ricikan ini. Tungkakan dibuat untuk member tempat yang lebih luas bagi si empu untuk membuat greneng.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Greneng : bagian keris yang merupakan bagian tepi dari punggung bilah keris sebelah pangkal. Bagian tepi bilah keris ini bentuknya menyerupai gerigi dengan sebagian ujung runcing. </span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Ri pandan atau eri pandan : bagian keis yang terletak di sor-soran sebelah belakang, dan sering kali merupakan bagian greneng. Pada greneng, ri pandan berada di antara ron dan nunut dan ronda serta di atas kanyut. Bentuknya berupa tonjolan seperti duri meruncing dengan posisi agak miring.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Kanyut : bagian keris yang letaknya di ujung belakang sebuah ganja keris yaitu di bagain buntut cecak yang berbentuk mbuntut urang. Bentuknya menyerupai duri pipih yang melengkung tajam.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tingil : terletak persisi di bagian ekor ganja, di bagian atas, berupa tonjolan kecil, tidak runcing ujungnya, sehingga tidak sama dengan ri pandan. Tingil selalu berdiri sendiri , tidak didampingi oleh ron dad an ronda nunut, maupun ri pandan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pudak sategal : terletak sedikit di atas sor-soran, di tepi bilah. Pudak sategal yang berada di sisi depan bertengger di atas gandik dengan jarak sekitar 3,6 cm dari gandik paling atas, sedangkan yang di belakang menempel tepi bilah sekitar 6,8 cm dari ujung ganja keris. Bentuknya menyerupai dan kelopak bunga dengan ujung-ujungnya yang runcing.</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img title="ricikan keris" src="http://www.javakeris.com/files/rincikan2.jpg" alt="" width="480" height="678" /></p>
<p style="text-align: center;">sumber : javakeris</p>
<p><span style="font-size: small;">Nama-nama ricikan keris di atas belum dibakukan secara nasional. Itulah sebabnya sampai pertengahan tahun 2001, hampir semuanya masih merupakan nama-nama istilah yang berasal dari daerah Jawa. Namun, istilah ricikan tersebut sudah dipahami oleh para pecinta keris dari daerah lain di luar Pulau Jawa maupun mancanegara, terutama Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.</span></p>
<p>Mengenai ricikan keris, hampir setiap daerah memiliki nama dan istilahnya sendiri, walaupun pada umumnya masih mengacu pada nama-nama dan istilah ricikan dari Pulau Jawa.</p>
<p>Bagi orang yang ingin terjun dalam dunia pakerisan, baik sebagai pengagum, pemerhati apalagi kalau hendak menjadi kolektor, mengetahui secara luas dan mendalam masalah ricikan keris ini sangat penting. Seseorang tidak mungkin mengatahui nama dapur dan mampu menangguh keris, bila tidak memahami soal ricikan keris.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/ricikan-keris/">Ricikan Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/ricikan-keris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapur (Keris) Jalak</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-jalak/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-jalak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2012 05:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=307</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jalak Jalak merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang ukurannya bilahnya lebar, panjangnya sedang. Bagian sor-soran keris ini biasanya agak tebal, gandik-nya polos,pejetan-nya dangkal, memakai sogokan rangkap. Dibandingkan sogokan pada keris lain, sogokan keris dapur jalak tergolong sempit. Tidak ada ricikan lainnya. Dapur Jalak tergolong dapur yang tua. Beberapa keris Buda yang ditemukan, ber-dapur 
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-jalak/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-jalak/">Dapur (Keris) Jalak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang ukurannya bilahnya lebar, panjangnya sedang. Bagian sor-soran keris ini biasanya agak tebal, gandik-nya polos,pejetan-nya dangkal, memakai sogokan rangkap. Dibandingkan sogokan pada keris lain, sogokan keris dapur jalak tergolong sempit. Tidak ada ricikan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dapur Jalak tergolong dapur yang tua. Beberapa keris Buda yang ditemukan, ber-dapur  Jalak. Selain itu Jalak juga merupakan sebutan bagi setiap keris lurus yang gandik-nya polos, tanpa sogokan, memakai tikel alis.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Dua pusaka Keraton Kesultanan Yogyakarta yang berdapur Jalak adalah Kanjeng Kyai Gutuk Api dan Kanjeng Kyai Sura Lasem.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Buda</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak Buda merupakan salah satu bentuk dapur keris yang ukuran bilahnya lebar, pendek, tebal, lurus. Bentuknya sederhana dengan Gandik  polos, pejetan-nya dangkal, sogokan-nya rangkap dan tipis, kadang-kadang memakai tingil, ricikan lain tidak ada.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Permukaan bilah keris Jalak Buda pada umumnya tidak rata, melainkan keropos seperti bopeng. Besinya mempunyai kesan nglempung bagai tanah liat.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kalangan pecinta keris pada umumnya sependapat bahwa Keris Jalak Buda merupakan keris generasi pertama di Indonesia, berarti  juga keris pertama di dunia. Dari segi tuah, bagi mereka yang percaya, semua keris Jalak Buda memiliki tuah yang baik bagi keselamatan. Itulah sebabnya, keris Jalak Buda sering digunakan sebagai Keris Tindih, yakni difungsikan sebagai peredam tuah keris lain yang ‘galak’, ‘keras’, buruk  atau menganggu.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Karena kesalahkaprahan semua jenis dapur keris yang diperkirakan dibuat pada zaman Buddha dikatakan sebagai Jalak Buda. Padahal ada juga keris Buda yang ber-dapur Betok dan Brojol.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Salah satu ciri khas Jalak Buda adalah adanya metuk di bawah ganjanya. Dengan adanya metuk ini, ukiran yang dipasang pada keris Jalak Buda tidak memerlukan mendak.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Dinding</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak Dinding, disebut juga Jalak Dingin, adalah salah satu bentuk dapur keris yang bilahnya lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini memakai gusen, pejetan dan tingil. Selain itu tidak ada lagi ricikan lainnya. Sepintas keris ini mirip sekali dengan keris ber-dapur Tilam Sari. Bedanya hanya terletak pada gusen yang ada di sepanjang sisi bilah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris pusaka Keraton KesultananYogyakarta, yaitu Kanjeng Kyai Ageng Jaka Piturun, menurut catatan pihak keraton juga ber-dapur Jalak Dinding.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Makara</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang bentuknya serupa dengan dapur Jalak, tetapi gandik-nya diukir dengan bentuk gambar timbul (relief) Makara,yakni semacam raksasa jadi-jadian. Ricikan lainnya sama dengan keris dapur Jalak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sebagain orang menyebut keris ini dengan nama dapurJalak Barong atau Barong saja.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Ngoceh</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus yang bilahnya rata atau nglimpa, karena tanpa ada-ada. Ricikan yang terdapat pada keris itu hanyalah gandik polos ukuran normal, pejetan dan greneng robyong.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sebagian penggemar keris beranggapan bahwa keris dapur jalak Ngoceh cocok untuk para petani dan peternak unggas.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Ngore</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak Ngore adalah salah satu bentuk dapur keris lurus. Panjang bilah keris ini berukuran sedang, ada-ada nya terlihat jelas dan tepat sampai ke ujung bilah. Selain itu keris ber-dapur Jalak Ngore juga memakai gandik polos, pakai pejetan, tikel alis (biasanya dangkal, kurang jelas) sraweyan dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Nguwoh</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak Nguwoh adalah salah satu bentuk dapur keris yang bilahnya lurus, ukurannya sedang. Gandik keris ini polos, memakai pejetan dan tingil.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ada-adanya terlihat jelas dan tebal, sampai ke ujung bilah. Dengan demikian  permukaan bilah keris ber-dapur Jalak Nguwoh itu nggigir lembu. Ricikan lainnya tidak ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris ini bentuknya hampir mirip dengan bentuk keris dapur Tilam Sari. Sebagian pecinta keris menamakan dapur keris Jalak Nguwuh, tetapi pendapat ini kiranya kurang tepat, karena nguwoh berarti berbuah, sedangkan nguwuh berarti menyampah. Padahal dalam pemberian nama, orang Jawa selalu mengacu pada arti yang baik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Nyucup Madu</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya normal. Permukaan bilahnya datar, tanpa ada-ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Keris ini mempunyai gandik polos, pejetan dan greneng, serta sebuah sogokan berukuran pendek di depan. Pada umumnya, sogokan ini sempit dan dalam. Keris ber-dapur Jalak Nyucup Madu juga memakai tikel alis. Selain itu, tidak ada lagi ricikan lainnya.</span></p>
<p><strong>Jalak Piturun</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus, yang kadang-kadang secara keliru disebut juga Jaka Piturun, sehingga rancu dengan nama keris pusaka Keraton Yogyakarta.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Ukuran panjang bilah keris ini sedang, permukaan nggigir lembu, sebab bilah keris ini memakai ada-ada.Gandik-nya polos. Keris ber-dapur Jalak Piturun memakai pejetan, tingil dan sogokan-nya rangkap.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuknya hampir mirip dengan keris ber-dapur Jalak Sangu Tumpeng. Yang membedakan adalah pada tikel alis. Jalak Piturun tidak memakai tikel alis dan ada-adany kelihatan jelas.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Ruwuh</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Disebut juga dengan Jalak Ruwoh, adalah salah satu dapur keris lurus, yang ukuran bilahnya normal. Permukaan bilahnya nggigir sapi. Keris ber-dapur Jalak Ruwuh ini bergandik polos, pejetan, gusen dan ada-ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Sepintas lalu keris dapur Jalak Ruwh mirip dengan Tilam Upih atau Brojol, bedanya yang jelas adalah bilahnya lebih tebal dan kebanyakan ngadal meteng. Namun Jalak Ruwuh terkadang dikacaukan orang dengan Dapur Jalak Nguwuh, karena bunyi nama dapur ini hampir serupa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Sangu Tumpeng</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Merupakan salah satu bentuk dapur keris yang bilahnya lurus, ukurannya sedang. Gandik-nya polos, pakai pejetan, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan tingil. Ricikan lainnya tidak ada.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Di antara para pecinta keris banyak yang beranggapan bahwa keris ber-dapur ini umumnya mudah mencari rezeki. Itulah sebabnya, keris ini biasanya dimiliki oleh para pedagang atau pengusaha dan sejenisnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kanjeng Kyai Ageng Kopek, keris pusaka Keraton Kasultanan Yogyakarta juga berdapur Jalak Sangu Tumpeng. Selain itu masih ada lagi pusaja Keraton Yogya yang juga berdpur Jalak Sangu Tumpeng, yakni Kanjeng Kyai Danuwara.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Sangupati</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Tergolong dapur keris lurus yang langka.Permukaan bilahnya nggigir sapi. Karena keris ini memakai ada-ada. Ricikan lainnya adalah Kembang kacang pogok, jalem, dua lambe gajah, sogokan-nya hanya satu, yakni sogokan depan, sraweyan dan greneng sungsun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak Sangupati adalah dapur kreasi baru yang mulai ada sejak zaman pemerintahan Sri Sunan Pakubawana IX.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Jalak Sumelang Gandring</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Jalak Sumelang Gandring merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang. Keris ini bergandik polos, memakai pejetan, tikel alis, kruwingan, tingil dan sogokan-nya hanya satu di depan. Bagian ada-ada nya cukup jelas dan permukaan bilahnya nggigir lembu.<br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-jalak/">Dapur (Keris) Jalak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris-jalak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ragam Bentuk Luk Keris</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/ragam-bentuk-luk-keris/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/ragam-bentuk-luk-keris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2012 03:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=306</guid>
		<description><![CDATA[<p>Luk adalah bagian yang berkelok dari bilah keris. Dilihat dari bentuknya, keris dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu keris lurus dan keris luk. Jumlah  kelokan atau luk selalu gasal, tidak pernah genap. Dalam budaya Jawa terdapat falsafah yang menyiratkan bahwa sesuatu yang telah genap berarti telah selesai. Jadi, sesuatu yang gasal berarti belum genap
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/ragam-bentuk-luk-keris/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/ragam-bentuk-luk-keris/">Ragam Bentuk Luk Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Luk adalah bagian yang berkelok dari bilah keris. Dilihat dari bentuknya, keris dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu keris lurus dan keris luk. Jumlah  kelokan atau luk selalu gasal, tidak pernah genap.</span></p>
<p>Dalam budaya Jawa terdapat falsafah yang menyiratkan bahwa sesuatu yang telah genap berarti telah selesai. Jadi, sesuatu yang gasal berarti belum genap dan harus dilanjutkan. Dengan demikian, gasal bisa berarti  akan berkelanjutan, dinamis dan lambang ambisi untuk maju.</p>
<p><strong>Ragam Bentuk Luk</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Bentuk luk keris atau tombak tidak seragam. Ada tiga macam bentuk luk, yakni luk yang kemba, yang sedeng (sedang) dan yang rengkol.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Luk yang kemba,  lekukakan pada luknya tida dalam, sehingga luk itu tampak samar, tidak tegas. Luk yang Kemba banyak terdapat pda keris-keris buatan Bugis, Malaya, Brunei Darussalam, Pontianak dan Sambas.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Luk yang sedeng artinya sedang, tidak kemba dan tidak pula rengkol. Keris-keris buatan Pulau Jawa terutama tangguh Majapahit dan Mataram Senapaten, kebanyakan luknya sedeng. Keris buatan Palembang juga memakai luk yang sedeng.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Luk yang rengkol banyak terdapat pada keris-keris tangguh Pengging dan sebagian tangguh Mataram Sultan Agungan serta tangguh Mataram Amangkuratan.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;"><br />
Sebagian pecinta keris menamakan ragam luk ini dengan persamaan bentuk sikap kelokan ular. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris lurus dipersamakan dengan sarpa tapa atau ular yang sedang bertapa.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris dengan luk Kemba dipersamakan dengan sarpa lelewa atau ular yang sedang bergaya.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris dengan luk sedeng dipersamakan dengan sarpa lumampah atau ular yang sedang berjalan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris dengan luk rengkol dipersamakan dengan sarpa nglangi atau ular yang sedang berenang.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;"><br />
Pembagian ragam bentuk luk keris dan tombak ini berguna untuk menentukan suatu tangguh. Misalnya, jika sebuah keris luknya rengkol, sudah pasti itu bukan keris tangguh Tuban, bukan pula Pajajaran. Sebaliknya, kalau luknya kemba, sudah pasti keris itu bukan tangguh Pengging.</span></p>
<p>Selain itu jumlah luk juga menentukan nama dapur sebuah keris. Dua buah keris yang ricikannya sama, tetapi jumlah luknya berbeda, mungkin nama dapurnya juga akan berbeda.</p>
<p><strong>Cara Menghitung Luk</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Menghitung jumlah luk keris atau tombak bisa dilakukan dengan cara menghitung jumlah bagian cembungnya, bisa pula bagian cekungnya. Menghitungnya boleh dimulai dari pangkal keris (sor-soran), boleh pula dari bagian pucuk bilah.</span></p>
<p>Jumlah terbanyak luk keris adalah tiga belas. Keris yang jumlah luknya lebih dari tiga belas biasanya disebut keris Kalawija atau keris yang tidak lazim. Sebagian ahli keris mengatakan bahwa jumlah luk sebilah keris paling sedikit ada tiga. Namun ada pula yang mengatakan bahwa  ada keris luk satu.</p>
<p>Diantaranya yang jelas-jelas keris ber luk satu adalah dapur Sengkol. Ada yang menyebut keris dapur Damar Murub atau Urubing Dilah, sebagai keris luk satu, ada yang menggolongkannya ke dalam kelompok luk tiga.</p>
<p>Bentuk dan irama luk dibedakan atas tiga macam, yakni rengkol , sedeng dan kemba. Luk rengkol memiliki lekukan yang dalam, sedangkan yang kemba lekukannya kurang dalam, luk sedeng diantara dua jenis luk tadi.</p>
<p>Dalam buku Tanya Jawab Soal Keris dengan Bambang Harsrinuksmo termuat arti perlambang jumlah luk pada keris, sebagai berikut :</p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris lurus melambangkan keteguhan hati dan kekuatan iman, sekaligus melambangkan tauhid, yakni kepercayaan terhadap kekauasaan Tuhan Yang Maha Esa.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris luk tiga melambangkan permohonan kepada Tuhan agar cita-cita (yang menyangkut keduniawian dan kerohanian) dapat tercapai dan segala rintangan dapat diatasi dengan mudah.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris Luk Lima melambangkan permohonan kepada Tuhan agar pemilik keris itu diberi kemampuan lancar berbicara dan orang yang diajak bicara akan terpikat dan terpengaruh.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris Luk Tujuh melambangkan permohonan kepada Tuhan agar pemilik keris itu memiliki wibawa dalam bicara, agar perintahnya ditaati orang, agar perkataannya memperngaruhi lawan bicaranya, agar bentakannya membuat takut orang yang mendengar.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris Luk Sembilan melambangkan permohonan kepada Tuhan agar pemilik keris itu memiliki wibawa besar dan karisma, sehingga bisa menjadi pemimpin yang baik, agar anak buahnya taat dan segan kepadanya.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris luk sebelas melambangkan permohonan kepada Tuhan agar pemilik keris itu memiliki ambisi besar dalam usaha meraih kedudukan tinggi, baik sosial maupun ekonomi.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Keris luk tiga belas melambangkan permohonan kepada Tuhan agar pemilik keris itu memiliki stabilitas dalam jiwa maupun kedudukan sosialnya.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;">Mengenai arti perlambang yang menyangkut jumlah luk ini ada juga beberapa versi lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pada zaman Kabudan tidak ada keris yang memakai luk, semuanya merupakan keris lurus. Keris luk baru ada setelah zaman Segaluh dan mencapai bentuknya yang sempurna pada zaman Jenggala.</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/ragam-bentuk-luk-keris/">Ragam Bentuk Luk Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/ragam-bentuk-luk-keris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dapur Keris</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2012 03:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=304</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dapur Keris adalah penamaan ragam bentuk atau tipe keris, sesuai dengan ricikan yang terdapat pada keris itu dari jumlah luknya. Penamaan dapur keris ada patokannya, ada pembakuannya. Dalam dunia perkerisan, patokan atau pembakuan ini biasanyadisebut pakem dapur keris. Misalnya, keris yang bentuknya lurus, memakai gandik polos, tikel alis, dan pejetan disebut keris dapur Tilam Upih.
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris/">Dapur Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Dapur Keris adalah penamaan ragam bentuk atau tipe keris, sesuai dengan ricikan yang terdapat pada keris itu dari jumlah luknya. Penamaan dapur keris ada patokannya, ada pembakuannya. Dalam dunia perkerisan, patokan atau pembakuan ini biasanyadisebut pakem dapur keris.</span></p>
<p>Misalnya, keris yang bentuknya lurus, memakai gandik polos, tikel alis, dan pejetan disebut keris dapur Tilam Upih. Jadi, semua keris yang bentuknya seperti itu, namanya tetap dapur Tilam Upih. Keris buatan manapun, siapapun, kalau bentuknya seperti itu, namanya tetap dapur Tilam Upih. Pembedaan selanjutnya adalah dengan melihat tangguh (zaman pembuatannya atau gaya pembuatannya), melihat gambaran pamornya, dan memperkirakan empu pembuatnya.</p>
<p>Dalam dunia pakerisan di masyarakat suku bangsa Jawa mengenal 145 macam dapur keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai dapur keris yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam.</p>
<p>Serat centini, salah satu sumber tertulis yang dapat dianggap sebagai pedoman dapur keris yang pakem, memuat rincian jumlah dapur keris sebagai berikut :</p>
<p>Keris lurus ada 40 macam dapur. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12 macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk Sembilan ada 13 macam. Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tiga belas ada 11 macam. Keris luk lima belas ada 3 macam. Keris luk tujuh belas ada 2 macam. Keris luk Sembilan belas sampai luk dua puluh Sembilan, masing-masing ada satu macam.</p>
<p>Sedangkan, menurut manuskrip Sejarah Empu, karya Pangeran Wijil, jumlah dapur yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan dapur keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10 macam, luk tiga belas ada 11 macam, luk lima belas ada 6 macam, luk tujuh belas ada 2 macam, luk Sembilan belas sampai luk dua puluh Sembilan ada dua macam dan luk tiga puluh lima ada satu macam.</p>
<p>Jumlah dapur yang dikenal sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi. Di Pulau Jawa pada umumnya, dan Jawa Tengan, Jawa timur khususnya, serta Pulau Madura, orang mengenal ragam bentuk dapur keris sebagai berikut :</p>
<p><strong>Dapur Keris Lurus</strong></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Beto</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Brojol</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Tilam Upih atau Tilam Petak</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Panji Nom</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jaka Upa atau Jaga upa</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Semar Betak</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Regol</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Karna Tinanding</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kebo Teki</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kebo Lajer</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Nguwuh atau Jalak Ruwuh</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sempaner atau Sempana Bener</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jamang Murub</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Tumenggung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Patrem</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sinom Worawari</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Condong Campur</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kalamisani</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pasopati</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalan Dinding</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Sumelang Gandring</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Ngucup Madu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Sangu Tumpeng</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Ngore</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mundarang atau Mendarang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Yuyurumpung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mesem</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Semar Tinandu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Ron Teki atau Roning Teki</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dungkul</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kelap Lintah</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sujen Ampel</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Lar Ngatap atau Lar Ngantap</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mayat atau Mayat Miri (ng)</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kanda Basuki</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Putut dan Putut Kembar</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mangkurat</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sinom</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kala Muyeng atau Kala Munyeng</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pinarak</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Tilam Sari</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Tilam Sari</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Wora-Wari</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Marak</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dammar Murub atau Urubing Dilah</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jaka Lola</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sepang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Cundrik</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Cengkrong</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Ngapasa atau Naga Tapa</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Ngoceh</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kala Nadah</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Balebang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pedak Sategal</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kala Dite</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pandan Sarawa</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jalak Barong atau Jalak Makara</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Bango Dolog Leres</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Singa Barong Leres</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kikik</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mahesa Kantong</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Maraseba</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Tiga</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Jangkung Pacar</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jangkung Mangkurat</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mahesa Nempuh</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mahesa Soka</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Segara Winotan atau Jaladri Winotan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jangkung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Campur Bawur</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Tebu Sauyun</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Bango Dolog</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Lar Moga atau Manglar Monga</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pudak Sategal Luk Tiga</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sainga Barong Luk Tiga</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kikik Luk Tiga</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mayat</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jangkung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Wuwung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mahesa Nabrang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Anggrek Sumelang Gandring</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Lima</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Pandawa</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pandawa Cinarita</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pulanggeni</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Anoman</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kebo Dengen atau Mahesa Dengen</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pandawa Lare</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pundak Sategal Luk Lima</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Urap-urap</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Nagasalira atau Naga Sarira</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Naga Siluman</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Bakung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Rara Siduwa atau lara Siduwa atau Rara Sidupa</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kikik Luk Lima</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kebo Dengen</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kala Nadah Luk Lima</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Singa Barong Luk Lima</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pandawa Ulap</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sinarasah</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Pandawa Pudak Sategal</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Tujuh</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Crubuk atau Carubuk</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sempana Bungkem</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Balebang Luk Tujuh</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Murna Malela</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Naga Keras</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sempan Panjul atau Sempana Manyul</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jaran Guyang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Singa Barong Luk Tujuh</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Megantara</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Kasapta</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Naga Keras</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Naga Kikik Luk Tujuh</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Sembilan</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Sempana</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kidang soka</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carang Soka</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kidang Mas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Panji Sekar</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jurudeh</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Paniwen</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Panimbal</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sempana Kalentang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jaruman</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sabuk Tampar</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Singa Barong Luk Sembilan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Buta Ijo</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Kanawa Luk Sembilan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kidang Milar</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Klika Benda</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Sebelas</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Carita</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Daleman</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Keprabon</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Bungkem</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita gandu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Prasaja</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Genengan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sabuk Tali</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jaka Wuru</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Balebang Luk Sebelas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sempana Luk Sebelas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Santan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Singa Barong Luk Sebelas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Naga Siluman Luk Sebelas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sabuk Inten</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Jaka Rumeksa atau Jaga Rumeksa</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Luk Tiga Belas</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Sengkelat</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Parung Sari</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Caluring</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Johan Mangan Kala</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Kantar</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sepokal</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Lo Gandu atau Lung Gandu</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Nagasasra</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Singa Barong Luk Tiga Belas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Luk Tiga Belas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Naga Siluman Luk Tiga Belas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mangkunegoro</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Bima Kurda Luk Tiga Belas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Karawelang Luk Tiga Belas atau Kala Welang</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Lima Belas</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Carang Buntala</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sedet</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Ragawilah</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Raga Pasung</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Mahesa Nabrang atau Kebo Nabrang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Carita Buntala Luk Lima Belas</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Tujuh Belas</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Carita Kalentang</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Sepokal Luk Tujuh Belas</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Lancingan atau Kancingan atau Cancingan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Ngamper Buta</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Sembilan Belas</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Trimurda</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Karacan</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Bima Kurda Luk Sembilan Belas</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Dua Puluh Satu</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Kala Tinanding</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Trisirah</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Drajid</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Dapur Keris Luk Dua Puluh Lima</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Bima Kurda Luk Dua Puluh Lima</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><strong><br />
Dapur Keris Luk Dua Puluh Tujuh</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Tagawirun</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><strong><br />
Dapur Keris Dua Puluh Sembilan</strong><br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Kala Bendu Luk Dua Puluh Sembilan</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris/">Dapur Keris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/dapur-keris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama-Nama Pamor</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/nama-nama-pamor/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/nama-nama-pamor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2012 10:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=303</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pamor Luluhan Pamor Luluhan adalah jenis pamor yang terjadi karena dalam proses pemanasan sewaktu penempaan saton keris suhunya terlalu tinggi. Bahan besi dan bahan pamor terlalu menyatu erat, tidak sekedar menempel berhimpitan, sehingga batas antar besi dan pamor sukar terlihat dengan mata telanjang. Pamor Miring Pamor miring adalah pamor yang lapisan-lapisan saton-nya; besi-pamor-besi-pamor dst. Melintang
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/nama-nama-pamor/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/nama-nama-pamor/">Nama-Nama Pamor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Pamor Luluhan</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor Luluhan adalah jenis pamor yang terjadi karena dalam proses pemanasan sewaktu penempaan saton keris suhunya terlalu tinggi. Bahan besi dan bahan pamor terlalu menyatu erat, tidak sekedar menempel berhimpitan, sehingga batas antar besi dan pamor sukar terlihat dengan mata telanjang.</span></p>
<p><strong>Pamor Miring</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor miring adalah pamor yang lapisan-lapisan saton-nya; besi-pamor-besi-pamor dst. Melintang atau tegak lurus dengan permukaan bilah keris. Penamaan untuk pamor ini berdasarkan teknik pembuatannya.</span></p>
<p>Ragam pola pamor yang bisa dibuat dengan teknik pamor miring antara lain : pamor Adeg, Blarak Ngirid, Ron Genduru, Ujung Gunung, dan Raja Abala Raja.</p>
<p><span style="font-size: small;">Kata ‘miring’ pada istilah miring bukan berarti condong seperti menyebut tiang bambu miring, melainkan miring dalam artian orang tidur miring.</span></p>
<p><strong>Pamor Mlumah</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor Mlumah adalah pamor yang lapisan saton-nya; besi-pamor-besi-pamor dst, mendatar atau sejajar dengan permukaan bilah keris atau tosan aji lainnya. Jadi pamor mlumah adalah penamaan salah satu teknik penempaan pada pembuatan pamor.</span></p>
<p>Ragam pola gambaran pamor yang dapat dihasilkan dengan cara penempaan pamor mlumah diantaranya adalah : pamor Wos Wutah, Ngulit Semangka, Udan mas, Uler Lulut dan Sumsun Buron.<br />
<strong><br />
Pamor Puntiran</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor Puntiran bisa digolongkan sebagai pamor miring. Teknik pembuatan pamor puntiran hampir sama dengan pamor miring. Bedanya sebelum disatukan dengan baja inti keris, saton-nya di punter (dipilin) dahulu.</span></p>
<p>Pamor  yang bisa dihasilkan dengan teknik ini antara lain : Pamor Lawe Setukel, Tunggal Kukus, dan Buntel Mayit.</p>
<p>Pamor Rekan</p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor rekan adalah pamor yang pola gambarannya direncanakan lebih dahulu oleh empu  pembuatnya. Biasanya, perencanaan pola pamor ini berdasarkan atas pesanan calon pemilik keris dan si empu tinggal merekayasa teknik pembuatannya.</span></p>
<p>Contoh pamor rekan atau pamor anukarta, antara lain : Pamor Udan Mas, Blarak Ngirid, Ri Wader, Naga Rangsang, Kupu Tarung, Ron Genduru, Lar Gangsir, dan Ujung Gunung.</p>
<p><strong>Pamor Tiban</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor tiban adalah pamor yang pola gambaranya tidak direncanakan lebih dahulu oleh empu pembuatnya. Biasanya, si empu hanya bekerja dengan teknik dasar pembuatan pamor tanpa merekeyasa bentuk pamor yang sedang dibuat, sambil terus berdoa. Bagaimanapun bentuk gambaran pamor yang akan terjadi kemudian dianggap sebagai anugerah Tuhan.</span></p>
<p>Jika ditinjau dari segi teknisnya, pamor tiban tergolong pamor mlumah. Contoh pamor tiban diantaranya adalah pamor Pulo Tirta, Pedaringan Kebak, Wos Wutah, Ngulit Semangka, Tunggak Semi.  Jenis-jenis pola pamor tiban yang dianggap baik dan langka adalah pamor Raja Gundala, Nur, Ratu Pinayungan, Slamet dan Kendit Gumantung.<br />
<strong><br />
Pamor Sumber</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor Sumber adalah pamor yang terletak di bagian ganja. Bentuknya berupa bulatan berlapis-lapis, paling sedikit tiga lapisan. Pada permukaan sebuah ganja, jumlah bulatan-bulatan yang menyerupai mata kayu itu paling sedikit enam buah. Pamor sumber tergolong baik dan dicari para pecinta keris, karena dipercayai dapat membantu mendatangkan rezeki .</span></p>
<p><strong>Pamor Winih</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor winih adalah pamor yang terletak di bagian ganja. Bentuknya berupa bulatan berlapis-lapis, paling sedikit tiga lapisan,semacam “mata kayu”.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor winih tergolong baik dan dicari orang, karena konon jika ia memulai suatu pekerjaan akan bisa selesai dengan baik. Kata Winih berasa sari kata bahasa Jawa yang berarti benih atau bibit.</span></p>
<p><strong>Pamor Ceblokan</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor Ceblokan atau pamor titipan adalah pamor yang menyelip masuk antara pamor lain. Secara umum, untuk menyebut pamor keris atau tosan aji lainnya, tidak perlu menyebutkan pamor titipan-nya, melainkan hanya nama pamor yang dominan saja.</span></p>
<p>Misalnya, pada pamor Wos Wutah, tetap saja disebut Pamor Wos Wutah meskipun dalam pamor itu terselip beberapa pamor titipan seperti Gaibul Guyub, Slamet, Kruta Mesir, Krudung atau pamor lainnya.</p>
<p>Istilah pamor ceblokan banyak digunakan di Surakarta dan sekitarnya, sedangkan istilah pamor titipan pada umumnya dipakai oleh pecinta keris di daerah Yogyakarta.</p>
<p>Keris yang diberi pamor ceblokan biasanya bukan keris yang bermutu tinggi. Sebab seorang empu biasanya merasa berkeberatan menambahkan pamor ceblokan bila keris buatannya tergolong keris yang adikarya.</p>
<p>Pamor ceblokan biasanya dibuat atas permintaan pemesan, bukan karena kemauan si empu, kecuali bila si empu merasa keris buatannya tidak sempurna.</p>
<p><strong>Pegat Waja</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pegat waja merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan keadaan keris yang retak pada sisi tajam bilahnya. Cacat ini serupa dengan keadaan kayu lapis yang sering terkena hujan dan kepanasan, sehingga lepas lapisan-lapisannya. Keris pegat waja tergolong cacat dan tidak disukai oleh sebagain besar  pecinta keris.</span></p>
<p>Bagian yang retak biasanya terjadi karena tidak menempelnya dengan sempurna, antara saton dan lapisan baja yang menjadi inti keris. Ini terjadi karena pada saat penempaan suhunya kurang tinggi.</p>
<p>Oleh kebanyakan pecinta keris, keris pegat waja dinilai bertuah buruk. Orang yang memiliki atau ketempatan keris atau tosan aji semacam itu akan mudah mengalami salah paham, mudah curiga dan mudah silang sengketa dengan orang lain, termasuk dengan keluarganya sendiri. Olah karena itu, banyak keris yang cacat semacam ini di larung.</p>
<p>Larung dapat diartikan membuang dengan cara menghanyutkan ke sungai besar atau laut. Menurut tata cara di Jawa Tengah dan Jawa Timur, keris yang akan dilarung lebih dahulu dibersihkan kemudian dibungkus dengan kain putih bersama kembang telon dan secuil kemenyan. Keris itu lalu dihanyutkan di tengah sungai atau di laut yang diperkirakan tidak akan terinjak orang.</p>
<p>Pegat waja juga disebut pancal pamor, tetapi cacat itu berbeda dengan pamor yang nglokop. Pada keris pegat waja yang lepas adalah saton dan inti bajanya. Sedangkan pada pamor nglokop yang lepas adalah bahan pamor dan besi pengikatnya.<br />
<strong><br />
Pancuran Mas</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Pancuran Mas adalah salah satu motif pamor yang pola gambarannya menempati dua bagian keris sekaligus, yakni di bagian bilah dan bagian ganja keris.<br />
Gambarnya pamor itu berupa garis lurus dari ujung sampai ke pangkal bilah yang bersinggungan dengan ganja. Kemudian di bagian ganja, garis itu seolah terbelah menjadi dua, Jadi, secara menyeluruh gambaran pamor itu serupa lidah ular yang bercabang.</span></p>
<p>Bagi penggemar keris, pamor Pancuran Mas ini dinilai baik untuk para pedagang dan pengusaha. Banyak diantara pecinta keris yang beranggapan bahwa pamor ini memiliki tuah yang dapat membantu pemilik keris itu mencari rezeki.</p>
<p><strong>Pamor Munggul</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Munggul pamor adalah pamor yang bentuknya seperti bisul,menonjol dari permukaan bilah keris atau tombak. Ukurannya kira-kira sebesar biji kacang hijau atau sedikit lebih besar. Pamor Munggul ini keras sekali. Dikikir dengan kikir baja biasa tidak dapat hilang , karena besar kemungkian terjadi karena adanya kandungan titanium dalam kadar yang tinggi pada benjolan tersebut.</span></p>
<p>Pamor Munggul tergolong pamor yang dianggap baik, langka dan sukar didapatkan. Selain pada keris buatan Jawa, pamor munggul sering kali juga ditemui pada badik-badik dan keris buatan Bugis dan Luwu. Orang Bugis menyebutnya dengan istilah pamor tumbuh, atau pamor hidup, karena jika diperhatikan benar, pamor munggul  itu memang tampak semakin besar dari tahun ke tahun.</p>
<p>Banyak pecinta keris yakin, jika sebilah keris ada pamor munggul-nya, tentu keris itu dibuat dengan bahan pamor dari bongkahan batu bintang atau batu meteor bermutu tinggi, karena besar kandungan titaniumnya.</p>
<p>Pamor munggul yang terletak di bagian gandik atau kembang kacang, tidak lagi disebut pamor munggul, melainkan memiliki nama sendiri. Jika pamor munggul itu hanya sebuah, disebut pamor Simbang Patawe. Sedangkan, jika ada dua buah, disebut Simbang Kurung, dan jika ada tiga buah disebut Simbang Raja.</p>
<p>Dibandingkan dengan pamor munggul yang terletak di bagian lain, yang ada di bagian gandik atau kembang kacang ini dianggap lebih tinggi nilainya dan dengan demikian lebih tinggi pula nilai mas kawinnya.</p>
<p>Pamor munggul diperkirakan terjadi karena bahan pamor yang digunakan adalah batu meteor yang kebetulan memiliki kadar titanium tinggi. Ketika keris itu baru selesai dibuat, permukaan pamor itu masih rata dengan permukaan bilahnya. Tetapi setelah ratusan tahun, dan besi bilah itu semakin  aus termakan karat, sedangkan bagain pamornya tidak, pamor itu semakin lama akan menonjol ke permukaan bilah.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/nama-nama-pamor/">Nama-Nama Pamor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/nama-nama-pamor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Istilah Penilaian Pamor</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/macam-macam-istilah-penilaian-pamor/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/macam-macam-istilah-penilaian-pamor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2012 06:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=302</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pamor mrambut, merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan rabaan (grayaan-Jawa), yaitu pamor yang jika diraba dengan ujung jari rasanya seperti meraba rambut. Munculnya pamor semacam itu pada permukaan bilah keris seperti susunan helaian rambut atau seperti serat-serat yang halus dan lembut. Pamor ngawat, juga berkaitan dengan kesan rabaan seperti pamor mrambut, tetapi rasa rabaannya tidak
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/macam-macam-istilah-penilaian-pamor/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/macam-macam-istilah-penilaian-pamor/">Macam-Macam Istilah Penilaian Pamor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor mrambut, merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan rabaan (grayaan-Jawa), yaitu pamor yang jika diraba dengan ujung jari rasanya seperti meraba rambut. Munculnya pamor semacam itu pada permukaan bilah keris seperti susunan helaian rambut atau seperti serat-serat yang halus dan lembut.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor ngawat, juga berkaitan dengan kesan rabaan seperti pamor mrambut, tetapi rasa rabaannya tidak sehalus pamor mrambut, melainkan seolah-olah seperti rabaan jajaran kawat yang lembut.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor nggajih,merupakan istilah penilaian pamor melalui kesan penglihatan, yakni pamor yang tampak seperti lemak beku menempel di permukaan bilah keris.</span><span style="font-size: small;">Keris atau tosan aji yang pamornya nggajih biasanya adalah keris yang bermutu rendah atau yang sering disebut keris rucahan. Keris semacam ini jika dijentik biasanya tidak berdenting</span>.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor mbugisan adalah istilah penilaian pamor melalui kesan penglihatan dan rabaan. Permukaan bilah keris yang pamornya tergolong mbugisan rabaannya halus, sedangkan gradasi perbedaan warna antara besinya yang hitam dan pamornya yang putih keperakan tidak nyata terlihat, tidak kontras.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor nyanak, istilah pamor untuk pamor Sanak atau pamor peson, merupakan istilah penilaian pamor menurut kesan penglihatan dan rabaan. Alur-alur pola gambaran pamor ini tidak jelas, tidak kontras, tetapi rabaannya sangat terasa, agak kasar. Keris berpamor sanak biasanya dibuat dari bahan pamor yang berupa mineral besi yang didapat dari daerah lain. Jika dijentik, keris pamor sanak, berdenting tetapi tidak nyaring.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor Kelem, pamor ini penampilannya cukup jelas, cukup kontras, tetapi seolah yang terlihat hanya sebagian kecil dari keseluruhan pamor. Seolah sebagian besar pamor itu “tenggelam” di dalam badan bilah. Pamor yang kelem itu jika diraba akan terasa lumer atau halus dan lembut.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor Kemambang merupakan kebalikan dari pamor kelem. Pamor ini memberi  kesan seolah bagian pamor yang tertanam di badan bilahnya hanya sedikit saja. Jika diraba, pamor kemambang juga memberikan kesan lumer dan halus.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor ngintip adalah istilah penamaan pamor yang sangat kasar perabaannya, bahkan kadang-kadang beberapa bagian terasa tajam. Pamor yang ngintip ini bisa terjadi karena dua sebab. Pertama si empu boros atau dermawan (loma-Jawa) terhadap bahan pamor yang digunakannya, sehingga jumlah bahan pamor yang digunakan berlebihan. Bisa juga karena ketidaksengajaan, yakni untuk memberikan kesan wingit pada keris itu.</span><span style="font-size: small;">Sebab yang kedua adalah si empu menggunakan bahan pamor yang bermutu tinggi, tetapi besi yang digunakan mutunya kurang bagus, sehingga besi itu cepat aus. Sewaktu besinya sudah aus, sedangkan pamor tidak, maka pamor akan “muncul” di permukaan bilah secara berlebihan.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Pamor Mubyar, yaitu pamor yang tampak cerah, cemerlang dan kontras dengan warna besinya. Walaupun warnanya kontras, namun jika diraba akan terasa lumer dan halus.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;"><br />
Selain istilah-istilah yang telah disebutkan dalam istilah-istilah Pamor, untuk menilai pamor orang juga mengamati kondisi tertanamnya pamor pada badan bilah keris atau tosan aji lainnya. Menurut istilah Jawa, kondisi itu disebut tancebing atau tumancebing pamor.</span></p>
<p>Tancebing dibedakan dalam dua macam, yakni pandes (pandhes), yaitu tertanamnya pamor seolah dalam dan kokoh; dan kumambang, yaitu seolah-olah mengambang atau mengapung di permukaan bilah.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/macam-macam-istilah-penilaian-pamor/">Macam-Macam Istilah Penilaian Pamor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/macam-macam-istilah-penilaian-pamor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pamor Keris dan Jenis-Jenisnya</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/pamor-keris-dan-jenis-jenisnya/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/pamor-keris-dan-jenis-jenisnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2012 09:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[jenis-jenis keris]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan keris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=301</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pamor mengandung dua pengertian. Pertama, menunjuk pada gambaran tertentu berupa garis,lengkungan,lingkaran, noda, titik, atau belang-belang yang tampak pada permukaan bilah keris, tombak dan tosan aji lain. sedangkan arti yang kedua dimaksudkan sebagai bahan pembuat pamor itu. Motif atau pola gambaran pamor terbentuk pada permukaan bilah keris karena adanya perbedaan warna dan perbedaan nuansa dari bahan-bahan
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/pamor-keris-dan-jenis-jenisnya/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/pamor-keris-dan-jenis-jenisnya/">Pamor Keris dan Jenis-Jenisnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Pamor mengandung dua pengertian. Pertama, menunjuk pada gambaran tertentu berupa garis,lengkungan,lingkaran, noda, titik, atau belang-belang yang tampak pada permukaan bilah keris, tombak dan tosan aji lain. sedangkan arti yang kedua dimaksudkan sebagai bahan pembuat pamor itu.</span></p>
<p>Motif atau pola gambaran pamor terbentuk pada permukaan bilah keris karena adanya perbedaan warna dan perbedaan nuansa dari bahan-bahan logam yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan keris, tombak dan tosa aji lainnya. Dengan teknik tempa tertentu, logam bahan baku keris akan menyatu dalam bentuk lapisan tipis, tetapi bukan bersenyawa atau lebur satu dengan lainnya. Karena adanya penyayatan pada permukaan bilah keris itu, gambaran pamor pun akan terbentuk.</p>
<p>Gambaran pamor ini diperjelas dan diperindah dengan cara mewarangi keris, tombak atau tosan aji itu. Setelah terkena larutan warangan, bagian keris keabu-abuan, yang dari besi menjadi warna hitam legam, sedangkan yang dari bahan pamor akan menampilkan warna putih atau abu-abu keperakan.</p>
<p>Mengenai asal mula pamor, tidak ada data tertulis yang pasti mengenai kapan orang Indonesia (Jawa) menemukan teknik tempa senjata berpamor. Namun jika dilihat, bahwa sebagian bilah keris Jalak Buda sudah menampilkan gambaran pamor, bisa diperkirakan pamor dikenal bangsa Indonesia setidaknya sejak abad ke-7.</p>
<p><span style="font-size: small;">Pamor yang mereka kenal pada saat itu, terjadi karena ketidaksengajaan, ketika menyampur beberapa macam bahan besi dari daerah galian yang berbeda. Perbedaan komposisi  unsur  logam pada senyawa besi yang mereka pakai sebagai bahan baku pembuatan keris itulah yang menimbulkan nuansa warna  yang berbeda pada permukaan bilahnya, sehingga menampilkan gambaran pamor.</span></p>
<p>Keris dan tombak tangguh Jenggala sudah menampilkan rekayasa pamor yang amat indah dan mengagumkan. Pamor ini bukan berasal dari ketidaksengajaan, melainkan karena teknik tempa dan rekayasa si empu.</p>
<p>Bahan Pamor ada empat macam yang sering digunakan dalam pembuatan keris, dan tosan aji lainnya. Tiga diantaranya adalah bahan alami, sedangkan bahan pamor yang keempat adalah unsur logam nikel yang telah dimurnikan oleh pabrik.</p>
<p>Bahan pamor yang tertua adalah bahan keris dari dua atau beberapa senyawa besi yang berbeda. Senyawa besi yang berbeda komposisi unsur-unsurnya itu didapat dari daerah yang berbeda. Dari bahan pamor ini, pamor yang terjadi dinamakan pamor sanak.</p>
<p>Bahan pamor lainnya adalah batu bintang atau batu meteor. Penggunaan bahan meteorit untuk bahan pamor bukan hanya dilakukan oleh para empu di Pulau jawa, melainkan juga di daerah lain di Indonesia. badik batu dan Mandau batu, misalnya, dibuat oleh orang Sulawesi dan Kalimantan.</p>
<p>Di Sulawesi ,selain batu bintan atau batu meteor, ada bahan pamor lain yang banyak terdapat di daerah Luwu. Bahan pamor dari Luwu ini kemudian menjadi komoditi dagang antarpulau, bahkan juga dikenal dan diperdagangkan di Singapura, Semenanjung Malaya dan Thailand. Mereka mengenalnya sebagai pamor Luwu atau Bassi pamoro.</p>
<p>Jenis bahan pamor yang terakhir adalah nikel. Beberapa puluh tahun yang lalu, nikel lebih sering dijupai bercampur dengan unsur logam lainnya, biasanya dengan besi. Tetapi saat ini, mudah didapat nikel murni yang dijual kiloan dalam bentuk lempengan-lempengan setebal kira-kira 1,5 cm.</p>
<p>Dari keempat macam bahan pamor tersebut, batu meteor lah yang terbaik, karena bahan itu mengandung titanium yang banyak memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan pamor lainnya.</p>
<p><strong>Jenis-Jenis Pamor</strong></p>
<p>Ditinjau dari teknik pembuatannya, dikenal ada dua macam pamor, yaitu pamor mlumah dan pamor miring. Dibandingkan pamor miring, pamor mlumah lebih mudah pembuatannya dan risiko gagalnya lebih kecil. Nilai mas kawin (harga) keris berpamor mlumah biasanya lebih rendah dibandingkan keris yang berpamor miring.</p>
<p><span style="font-size: small;">Sedangkan ditinjau dari cara terjadinya pamor itu, macam-macam motif pamor dibagi dalam dua golongan besar, yakni pamor tiban atau pamor jwalana, dan pamor rekan atau pamor anukarta.</span></p>
<p>Yang masuk dalam golongan pamor tiban adalah jenis motif atau pola gambaran pamor yang terjadi bukan karena diatur atau direkayasa oleh sang empu, dianggap sebagai anugerah Tuhan. Pola pamor golongan ini diantaranya adalah Wos Wutah, Ngulit Semangka, Sumsum Buron, Mrutusewu dan Tunggak Semi.</p>
<p>Sedangkan yang digolongkan dalam pamor rekan adalah pamor yang pola gambarannya dirancang atau direkayasa lebih dahulu oleh Sang Empu. Yang masuk dalam golongan ini antara lain, Pamor Aded, Lar Gangsur, Ron Genduru, Blarak Ngirid, Ri Wader dan Naga Rangsang.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/pamor-keris-dan-jenis-jenisnya/">Pamor Keris dan Jenis-Jenisnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/pamor-keris-dan-jenis-jenisnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
