<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Hadisukirno &#187; tokoh wayang</title>
	<atom:link href="https://blog.hadisukirno.co.id/tag/tokoh-wayang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.hadisukirno.co.id</link>
	<description>Kumpulan Informasi Seputar Kerajinan, Souvenir dan Wayang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2014 02:45:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.9.34</generator>
	<item>
		<title>Rahwana (Dasamuka ) Bag. II</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/rahwana-dasamuka-bag-ii/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/rahwana-dasamuka-bag-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 09:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=345</guid>
		<description><![CDATA[<p>Suatu ketika Prabu Dasamuka mendengar berita tentang pernikahan Dewi Citrawati dengan Prabu Arjunasasrabahu, raja Maespati. Karena tahu bahwa Dewi Citrawati adalah titisan Widawati, sesuai tekadnya, Dasamuka tetap ingin memperistri putri cantik itu. Dasamuka mengerahkan pasukannya menyerbu Maespati. Namun sesampainya di tapal batas Kerajaan Maespati, Dasamuka dan pasukannya terhalang oleh banjir besar, karena sungai Gangga meluap.
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/rahwana-dasamuka-bag-ii/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/rahwana-dasamuka-bag-ii/">Rahwana (Dasamuka ) Bag. II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Suatu ketika <strong>Prabu Dasamuka</strong> mendengar berita tentang pernikahan Dewi Citrawati dengan Prabu Arjunasasrabahu, raja Maespati. Karena tahu bahwa Dewi Citrawati adalah titisan Widawati, sesuai tekadnya, Dasamuka tetap ingin memperistri putri cantik itu. Dasamuka mengerahkan pasukannya menyerbu Maespati.<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Namun sesampainya di tapal batas Kerajaan Maespati, Dasamuka dan pasukannya terhalang oleh banjir besar, karena sungai Gangga meluap. Kala Marica yang diperintahkan menyelidiki sebab banjir mendadak itu melaporkan bahwa di hilir sungai ada raksasa sebesar gunung berbaring melintang sungai sehingga membendung airnya.</span></span></p>
<p>Dengan murka Dasamuka memerintahkan pasukannya menyerang raksasa itu. Namun , sebelum tiba di tempat itu mereka dihadang ksatria yang mengaku bernama Patih Suwanda. Bala tentara Alengka porak poranda, tidak sanggup melawan kesaktian Sang Patih. Prabu Dasamuka terpaksa turun tangan sendiri, dan dengan kesaktian yang dimilikinya ia membunuh patih Suwanda. Kematian patih Maespati itu menyebabkan sang  Raksasa, yakni Prabu Arjusasrabahu yang sedang tiwikrama murka.</p>
<p>Perang tanding terjadi di antara kedua raja itu. Dasamuka tidak dapat terbunuh, karena memiliki Aji Pancasona. Namun dengan anak panah sakti Kalamanggaseta , akhirnya Dasamuka dapat ditawan. Ia kemudian dibawa ke Maespati di alun-alun kerajaan.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, Dewi Sarpakenaka melaporkan tentang Dewi Sinta yang mengikuti Rama berkelana di hutan Dandaka. Sarpakenaka menceritakan tentang kecantikan Dewi Sinta itu kepada kakaknya.</p>
<p>Mendengar cerita dan laporan adiknya itu Prabu Dasamuka ingat akan petunjuk Begawan Maryuta yang menyebutkan bahwa salah seorang titisan Dewi Widawati adalah fdewi Sinta. Karena itu, raja Alengka itu segera berangkat ke hutan Dandaka. Ia mengajak seorang prajurit sakti kepercayaannya, Kala Marica. Dengan tipu muslihat,  akhirnya Dasamuka berhasil menculik Dewi Shinta. Jatayu, seekor burung garuda, yang mencoba mencegah kejahatan Dasamuka, dibunuhnya dengan pedang Candrasa.</p>
<p>Di Istana Alengka, Dewi Sinta disekap di Taman Argasoka. Hampir setiap hari, selama hampir dua belas tahun Sinta dibujuk dan dirayu oleh Dasamuka, namun Dasamuka tidak pernah berhasil. Wanita Cantik itu mengancam akan bunuh diri bilamana raja raksasa itu mencoba menjamah tubuhnya.</p>
<p>Keponakan Dasamuka, puteri Gunawan Wibisana yang bernama Dewi Trijata, ditugasi untuk melayani sekaligus mengawasi Dewi Sinta di taman Argasoka. Namun, karena kemudian Trijata dianggap memihak Dewi Sinta, Dasamuka lalu mengutuk keponakannya itu, kelak akan kawin dengan seorang monyet tua. Kelak terbukti, kutukan Dasamuka atas Dewi Trijata itu.</p>
<p>Peculikan atas Dewi Sinta ini membuat Prabu Dasamuka ditentang oleh dua orang adiknya, yaitu Kumbakarna dan Gunawan Wibisana. Karena dianggap merongrong kewibawaannya. Gunawan Wibisana kemudian diusir keluar dari kerajaan. Sedangkan Kumbakarna yang tidak setuju dengan perbuatan kakaknya, segera meninggalkan istana dan pulang ke ksatriannya di Pangleburgangsa lalu tidur, tidak mau tahu urusan kenegaraan lagi.</p>
<p>Suatu saat, Raja Alengka itu mendapat laporan bahwa Ramawijaya mengutus Anoman untuk menjumpai Dewi Sinta.  Prabu Dasamuka langsung menugasi salah seorang istrinya, yaitu Dewi Sayempraba untuk merancang rekayasa guna menggagalkan perjalanan Anoman.</p>
<p>Tugas ini dijalankan dengan baik. Dewi Sayempraba berhasil mencegat dan merayu Anoman, ketika kera putih itu sedang dalam perjalanan menuju Alengka. Anoman terpikat rayuan wanita cantik itu. Dewi Sayempraba memberinya makanan beracun, sehingga Anoman menjadi buta. Namun Anoman kemudian ditolong seekor garuda sakti bernama Sempati. Sempati membantu menyembuhkan Anoman dari kebutaan dan membantu menerbangkannya ke Alengka.</p>
<p>Setelah Anoman berhasil menjumpai Dewi Sinta, ia tertangkap oleh Indrajid dan dibawa ke hadapan Prabu Dasamuka. Dengan penuh geram, raja Alengka itu memerintahkan agar Anoman dibakar hidup-hidup. Namun, kesempatan itu justru digunakan Anoman untuk membakar dan memporakporandakan Istana Alengka dan setelah itu kabur.</p>
<p>Kekesalan Dasamuka terhadap Anoman sebenarnya belum reda manakala seekor kera berbulu merah bernama Anggada  datang menghadap. Anggada mengaku utusan Rama dan menyampaikan ultimatum agar Dasamuka membebaskan Sinta, kalau tidak, Alengka akan diserang. Walaupun ultimatum itu sempat membuat merah telinganya, raja Alengka itu berpikir cerdik. Dengan ramah disambutnya Anggada dan dikatakannya bahwa sesungguhnya Anggada adalah keponakannya.</p>
<p>Prabu Dasamuka mengingatkan, bahwa Anggada adalah anak Dewi Tara dari Resi Subali. Padahal Dewi Tara adalah adik Dewi Tari, istri Dasamuka. Dengan begitu, jelas bahwa Anggada adalah keponakannya. Selain itu Dasamuka juga mengingatkan bahwa yang membunuh Resi Subali adalah Ramawijaya.</p>
<p>Kecerdikan Dasamuka ternyata membuahkan hasil. Dengan penuh kemarahan, Anggada kembali ke Suwelagiri dengan tekad membunuh Ramawijaya sebagai pelampiasan dendam atas kematian ayahnya.</p>
<p>Namun, kepuasan Dasamuka tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian Anggada telah muncul kembali di Istana Alengka sambil memaki-maki Dasamuka dengan penuh kemarahan. Rupanya Anoman telah berhasil menyadarkan Anggada, bahwa sesungguhnya Prabu Dasamuka lah yang telah menghasut dan mengadu domba Resi Subali dengan Prabu Sugriwa. Karenanya, begitu mereka berhadapan Anggada langsung menyerang Dasamuka.</p>
<p>Sewaktu raja Alengka sedang berusaha melindungi diri dari serangan kera berbulu mrah itu, Anggada sempat menyambar mahkotanya sehingga lepas dari kepalanya. Bagi Dasanuka ini adalah penghinaan yang luas biasa. Bersama Indrajid dan sekalian anaknya yang ain, Dasamuka berusaha memburu Anggada, tetpi anak Resi Subali itu berhasil lolos dan kembali ke Suwelagiri, tempat Ramawijaya dan anak buahnya bermukim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Sumber : Ensiklopedi Wayang Indonesia<br />
</span></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/rahwana-dasamuka-bag-ii/">Rahwana (Dasamuka ) Bag. II</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/rahwana-dasamuka-bag-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batara Indra</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-indra-2/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-indra-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2012 06:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=319</guid>
		<description><![CDATA[<p>Batara Indra adalah dewa penguasa petir dan Guntur. Ia adalah salah satu putera Batara Guru. Kekuasaannya cukup banyak, ia bertanggung jawab pada ketertiban kahyangan, memimpin para bidadari dan mengurusi berbagai hadiah/anugerah dari pada dewa untuk manusia yang berjasa. Tempat tinggal Batara Indra adalah Kahyangan Tenjamaya. Batara Indra juga disebut Batara Sakra. Namun itu ia dapatkan
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-indra-2/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-indra-2/">Batara Indra</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Batara Indra adalah dewa penguasa petir dan Guntur. Ia adalah salah satu putera Batara Guru. Kekuasaannya cukup banyak, ia bertanggung jawab pada ketertiban kahyangan, memimpin para bidadari dan mengurusi berbagai hadiah/anugerah dari pada dewa untuk manusia yang berjasa.</span></p>
<p>Tempat tinggal Batara Indra adalah Kahyangan Tenjamaya. Batara Indra juga disebut Batara Sakra. Namun itu ia dapatkan karena Batara Indra turun ke dunia dan menjadi raja di Medanggana dengan bergelar Prabu Sakra.</p>
<p>Batara Indra mempunyai seekor gajah tunggangan yang bernama Airawata. Senjatanya yang terkenal adalam Bajra, yang bila diarahkan ke musuhnya berubah menjadi petir. Senjata luar biasa ampuh ini adalah penjelmaan tulang belulang Maharsi Datica.</p>
<p>Dalam pewayangan, Batara Indra menikah dengan Dewi Wiyati dan dikaruniai lima orang putera dan tiga orang puteri. Kelima putranya itu masing-masing bernama Batara Citrarata, Batara Citragna, Batara Citrasena, Batara Jayantaka, Batara Jayantara dan Batara Arjunawangsa.</p>
<p>Sedangkan ketiga puterinya adalah, Dewi Tara yang kemudian menikah dengan Subali dan kemudian dengan Prabu Sugriwa; Dewi tari yang dinikahkan dengan Rahwana, raja Alengka, dan Dewi Supraba yang menikah dengan Arjuna.</p>
<p>Saat Arjuna bertapa di Gunung Indrakila dan memakai nama Begawan Ciptaning, Batara Indra menemuinya dengan menyamar sebagai brahmana bernama Resi Padya. Guna mengetahui ketangguhan Arjuna dalam ilmu kasampurnan, ia menantang adu debat dengan Begawan Ciptaning, namun akhirnya ia kalah.</p>
<p>Perdebatan ini adalah merupakan satu ujian untuk memastikan apakah Arjuna benar-benar manusia terpilih yang pantas diangkat menjadi jago para dewi untuk menghadapi Prabu Niwatakawaca yang mengancam kewibawaaan kahyangan.</p>
<p>Sewaktu Arjuna hendak menghadapi Prabu Niwatakawaca, Batara Indra memberikan anugerah anak panah pusaka Pasopati. Dengan anak panah itulah Prabu Niwatakawaca berhasil dibunuh.</p>
<p>Sebenarnya, Batara Indra adalah ayah Arjuna yang sesungguhnya. Karena Pandu Dewanata telah dikutuk tidak bisa bersenggama dengan isterinya. Maka untuk memperoleh keturunan, Dewi Kunti dengan seizin Pandu, mengucapkan mantera Aji Adityarhedaya, yaitu mantera untuk memanggil dewa agar diberi keturunan. Dewi Kunti memanggil Dewa Indra dan lahirlah Arjuna.</p>
<p>Menjelang Baratayudha, Batara Indra mengkhawatirkan akan keselamatan puteranya, Arjuna. Ia tahu bahwa dalam perang besar antara keluarga Kurawa dan Pandawa itu, Arjuna akan berhadapan dengan Basukarna, putera Batara Surya. Keduanya sama-sama tangguh dan sama-sama sakti.</p>
<p>Batara Indra tahu bahwa Karna memiliki beberapa pusaka ampuh, diantaranya adalah baju Kerei Kaswargan yang membuatnya kebal terhadap segala macam senjata dan Anting-anting Mustika yang menyebabkan Karna memiliki firasat tajam terhadap segala bahaya yang mengancam. Kedua pusaka sakti itu adalah pemberian Batara Surya sejak bayi.</p>
<p>Oleh karena itu, demi membantu arjuna, Batara Indra berusaha mengambil pusaka-pusaka yang menjadi andalan Basukarna.</p>
<p>Batara Indra menyamar menjadi brahmana tua dan meminta-minta kepada Basukarna. Karna memang terkenal sebagai ksatria yang dermawan, ia rela memberikan apa pun kepada orang yang membutuhkan. Sang Brahmana meminta baju Kerei Kaswargan dan Anting-anting Mustika yang dikenakan Karna. Sebenarnya Karna tahu bahwa itu adalah Batara Indra yang menyamar dan berusaha mengelabuhinya. Namun, ia berpura-pura tidak tahu dengan ikhlas memberikan pusakanya kepada sang Brahmana.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-indra-2/">Batara Indra</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-indra-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batara Darma</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma-2/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2012 06:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=318</guid>
		<description><![CDATA[<p>Batara Darma adalah dewa keadilan yang bertugas menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran dalam dunia pewayangan di Indonesia. Ia sebenarnya adalah ayah dari Yudhistira atau Puntadewa. Dewa Darma datang memenuhi panggilan Dewi Kunti karena istri Pandu itu memiliki Aji Adityarhedaya. Menurut Mahabarata, Batara Darma adalah putera Sang Hyang Atri, cucu Batara Brama. Suatu ketika, dalam melaksanakan
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma-2/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma-2/">Batara Darma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Batara Darma adalah dewa keadilan yang bertugas menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran dalam dunia pewayangan di Indonesia. Ia sebenarnya adalah ayah dari Yudhistira atau Puntadewa. Dewa Darma datang memenuhi panggilan Dewi Kunti karena istri Pandu itu memiliki Aji Adityarhedaya. Menurut Mahabarata, Batara Darma adalah putera Sang Hyang Atri, cucu Batara Brama.</span></p>
<p>Suatu ketika, dalam melaksanakan tugas menjaga keadilan, batara Darma pernah bertindak kurang bijaksana , sehingga ia dikutuk oleh Resi Animandaya. Pertapa sakti itu merasa diperlakukan tidak adil dan ketika kemudian ia menuntut keadilan, Batara Darma tidak sanggup memberikan jawaban yang memuaskan.</p>
<p>Karena kutukan itu, Batara Darma harus menjalani kehidupan sebagai manusia pincang yang dilahirkan dari wanita sudra. Akhirnya untuk menjalani kutukan itu, Batara Darma menitis pada Yamawidura, anak bungsu Abiyasa yang lahir dari seorang dayang istana bernama Drati.</p>
<p>Menjelang, berakhirnya masa pembuangan Pandawa di Hutan Kamiyaka, Batara Darma datang menguji rasa keadilan Yudhistira, anaknya. Dewa itu menyaru sebagai raja gandarwa dan mengajukan berbagai pertanyaan ujian pada Yudhistira. Sulung Pandawa itu dapat menjawab semua pertanyaan Batara Darma dengan baik.</p>
<p>Saat itu, Yudhistira disuruh memilih mana di antara adik-adiknya yang akan dihidupkan kembali, Yudhistira pun menjawab dengan  pertimbangan keadilan yang matang. Karena jawaban Yudhistira selalu memuaskan, gandarwa itu berubah ujud kembali menjadi Batara Darma, dan keempat adik Yudhistira dihidupkan kembali.</p>
<p>Menjelang kematian Pandawa. Batara Darma menjelma menjadi seekor anjing peliharaan Yudhistira. Anjing it uterus mengikuti perjalanan Pandawa. Dalam perjalanan itu hanya Yudhistira dan anjing itu yang sampai ke puncak Himalaya dan akhirnya mencapai pintu sorga. Namun ketika Yudhistira hendak masuk ke sorga, oleh penjaga gerbang sorga, anjing itu dilarang masuk. Karena penolakan itu, Yudhistira protes. Dia tidak mau masuk sorga yang tidak menghargai sebuah kesetiaan. Pada saat itulah, Anjing itu menjelma kembali menjadi Batara Darma.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma-2/">Batara Darma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pramusinta</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/pramusinta/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/pramusinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2012 03:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=305</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bambang Pramusinta adalah putera Nakula. Ibunya bernama Dewi Suyati, puteri Prabu Kridakerta, raja negara Awuawulangit. Pramusinta adalah kembar putra-putri dengan Dewi Pramuwati. Ia juga mempunyai saudara seayah lain ibu, puteri Dewi Srengganawati dari negara Gisiksamodra/Ekapratala bernama Dewi Sritanjung. Pramusinta mempunyai sifat dan perwatakan, pemberani, jujur, setia, taat, belas kasih dan selalu memegang teguh keperwiraannya. Sejak
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/pramusinta/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/pramusinta/">Pramusinta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Bambang Pramusinta</strong> adalah putera Nakula. Ibunya bernama Dewi Suyati, puteri Prabu Kridakerta, raja negara Awuawulangit.</span></p>
<p>Pramusinta adalah kembar putra-putri dengan Dewi Pramuwati. Ia juga mempunyai saudara seayah lain ibu, puteri Dewi Srengganawati dari negara Gisiksamodra/Ekapratala bernama Dewi Sritanjung.</p>
<p>Pramusinta mempunyai sifat dan perwatakan, pemberani, jujur, setia, taat, belas kasih dan selalu memegang teguh keperwiraannya. Sejak kecil ia dan adiknya, Dewi Pramuwati tinggal di negara Awuawulangit dalam asuhan kekeknya, Prabu Kridakerata.</p>
<p>Pramusinta tidak ikut terjun ke medan perang Bharatayuda, karena ketika terjadi perang Kurusetra tersebut, ia masih kecil dan belum layak terjun ke medan peperangan.</p>
<p>Setelah berakhirnya perang Bharatayuda, Pramusinta banyak mewakili tugas ayahnya, Prabu Nakula sebagai raja negara Mandaraka. Hal ini karena Nakula, lebih banyak tinggal di negara Astina, karena kedudukannya sebagai patih Prabu Kalimataya/Yudhistira. Setelah Prabu Nakula mati moksa bersama pinisepuh Pandawa lainnya, Bambang Pramusinta dinobatkan sebagai raja negara Mandaraka.</p>
<p>Akhir riwayatnya diceritakan, <a title="Wayang Kulit Pramusinta" href="http://www.hadisukirno.com/produk?id=Pramusinta&amp;kat=Pramusinta" target="_blank"><strong>Prabu Pramusinta</strong></a> meninggal dalam usia lanjut, saat mana cerita wayang mulai memasuki Jaman Madya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/pramusinta/">Pramusinta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/pramusinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Wayang Golek (II)</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-ii/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jun 2012 03:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=290</guid>
		<description><![CDATA[<p>Batara Bayu Batara Bayu atau Batara Pawana Guru atau Batara Prabancana atau Batara Marut adalah Dewa yang menguasai angin. Dia tinggal di kahyangan Pangwalung. Ia adalh putera Batara Guru dengan Dewi Uma. Batara Bayu memiliki beberapa ajian, salah satunya adalah Aji Bayubajra,yakni bisa mengeluarkan angin putting beliung untuk menyerang lawannya. Beberapa muridnya adalah Anoman dn
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-ii/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-ii/">Tokoh Wayang Golek (II)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Batara Bayu</strong></span></p>
<p>Batara Bayu atau Batara Pawana Guru atau Batara Prabancana atau Batara Marut adalah Dewa yang menguasai angin. Dia tinggal di kahyangan Pangwalung. Ia adalh putera Batara Guru dengan Dewi Uma.</p>
<p>Batara Bayu memiliki beberapa ajian, salah satunya adalah Aji Bayubajra,yakni bisa mengeluarkan angin putting beliung untuk menyerang lawannya.</p>
<p>Beberapa muridnya adalah Anoman dn Bima. Mereka memiliki Kuku Pancanaka, yakni senjata pada kuku ibu jarinya.</p>
<p><strong>Batara Guru</strong></p>
<p>Batara Guru adalah putra Sanghyang Tunggal. Merajai tiga alam, alam Marcapada, alam Madyapada, dan alam Mayapada.</p>
<p><strong>Batara Kresna</strong></p>
<p>Batara Kresna adalah titisan Dewa Wisnu, yang menjadi raja kerajaan Dwarawati.<br />
Ia ditugaskan untuk menyelesaikan segala macam permasalahan yang terjadi di muka bumi.</p>
<p>Batara Kresna memiliki senjata berupa Gambar Lopian yang bisa melihat keadaan di seluruh belahan penjuru dunia.</p>
<p><strong>Batara Rama<br />
</strong><br />
Batara Rama atau Sri Rama atau Ramawijaya adalah putera Prabu Dasarata yang kemudian menggantikan ayahnya menjadi raja di kerajaan Ayodya.</p>
<p>Sri rama menikah dengan Dewi Shinta setelag memenangkan sayembara menarik Busur Pusaka Kerajaan Mantili.</p>
<p>Saat masih muda, ia bernama Raden Regawa. Nama Rama ia dapakan setelah ia berhasil mengalahkan Rama Bergawa.</p>
<p><strong>Cepot</strong></p>
<p>Sastrajingga alias Cepot adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari Semar Badrayana dengan Sutiragen (sebenarnya Cepot lahir dari saung).</p>
<p>Cepot berwatak humoris, suka banyol ngabodor, tak peduli kepada siapapun baik ksatria, raja maupun dewa. Namun melalui humornya itulah ia member nasihat petuah dan kritik.</p>
<p>Lakonnya biasanya dikeluarkan oleh dalang di tengah kisah. Cepot selalu menemani para ksatria, terutama Arjuna, Ksatria Madukara yang jadi majikannya.</p>
<p>Dalang menyampaikan pesan-pesan bebas bagi pemirsa dan penonton baik itu nasihat, kritik maupun petuah dan sindiran melalui cepot ini, yang disampaikan dengan gurauan/banyolan.</p>
<p>Dalam berkelahi atau perang, Sastrajingga biasanya menggunakan senjata bedog alias golok. Dalam pengembangannya Cepot juga punya senjata panah. Para denawa (raksasa/buta) biasa jadi lawannya.</p>
<p>Kehadirannya dalam setiap pagelaran wayang golek sangat dinanti-nanti karena kekocakannya. Asep Sunandar Sunarya menjadikan si Cepot sebagai kokojo / tokoh unggulan pada setiap pagelaran. Bahkan tanda tangan Asep Sunandar ditulis atas nama Cepot.</p>
<p><strong>Dawala</strong></p>
<p>Dawala adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen. Sangat setia menemani kakaknya Cepot kemana pun pergi.</p>
<p><strong>Gareng</strong></p>
<p>Gareng adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen. Gareng biasanya selalu di rumah saja membantu ibu Sutiragen melakukan berbagai pekerjaan rumah.</p>
<p><strong>Denawa Acung</strong></p>
<p>Denawa acung maksudnya wayang dengan karakter bertubuh kecil bersuara kecil. Biasanya dibawakan sebagai karakter yang mudah marah.</p>
<p>Denawa sendiri disebut bansa buta maksudnya adalah buta akan petunjuk-petunjuk agama, atau bisa disebut juga buta hati. Sehingga prilaku bangsa denawa biasanya mencuri, merampok, membunuh, dan prilaku jahat lainnya.</p>
<p><strong>Denawa Calangap</strong></p>
<p>Denawa calangap maksudnya wayang ini mulutnya bisa menganga. Biasanya oleh para dalang digunakan sebagai sebuah karakter yang hanya bisa mengucap vokal &#8220;A&#8221; saja. Contoh: &#8220;saya akan ka jakarta jalan pajajaran lantas tabrakan sama randa.&#8221;</p>
<p><strong>Denawa Huntu</strong></p>
<p>Denawa huntu maksudnya wayang dengan karakter giginya besar. Huntu artinya gigi.</p>
<p><strong>Semar Badranaya</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Semar Badranaya adalah penjelmaan dewa, yakni Batara Ismaya. Istrinya bernama Sutiragen putra Raja dari kerajaan Sekarnumbe. Anaknya bernama Cepot, Dewala dan Gareng. Di Sawarga Maniloka dia mempunyai anak yaitu Batara Surya.</span></p>
<p>Ia adalah tokoh wayang yang paling sakti dari semua tokoh wayang. Semar berkulit hitam, melambangkan telah dewasa atau matang baik dalam mental dan pemikiran.<br />
Berwajah putih. Wajah adalah cerminan dari hati. Semar berhati putih, suci, bersih.</p>
<p>Berkantong kosong. Semar kosong atau bersih dari sifat sirik pidik jail kaniaya iren panastren dudumpak rurumpak ngupat sumuat ujug riya takabur nyaci maki siksik belik teu kaopan teu payaan bedegong buntangul buraong kedul dan lain sebagainya. Intinya kosong dari sifat-sifat buruk manusia.</p>
<p>Mempunyai bentuk unik. Disebut pria tapi berbuah dada dan berbokong besar. Disebut wanita tapi berjakun. Disebut masih anak-anak atau muda tetapi berkulit keriput. Disebut berdiri tapi duduk disebut duduk tetapi terlihat berdiri. Disebut sudah tua tetapi berkuncung di kepalanya. Bermakna setiap manusia baik pria, wanita, orang tua atau anak-anak muda seharusnya berhati bersih, suci seperti putihnya wajah semar.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-ii/">Tokoh Wayang Golek (II)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh Wayang Golek (I)</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-i/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jun 2012 03:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=289</guid>
		<description><![CDATA[<p>Anoman Anoman Perbancana Suta, atau Hanoman adalah putera Bathara Guru dengan Dewi Anjani yang berwujud kera putih. Anoman menjabat sebagai senapati kerajaan Ayodhya, mengabdi kepada Rama dalam kisah Ramayana. Menurut Pustaka Rajah Purwa Ramayana, Anoman memiliki umur yang sangat panjang, karena mempunyai tugas menyimpan sukma Rahwana di dalam cupunya. Anoman memiliki beberapa ajian, diantaranya Aji
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-i/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-i/">Tokoh Wayang Golek (I)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Anoman</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Anoman Perbancana Suta, atau Hanoman adalah putera Bathara Guru dengan Dewi Anjani yang berwujud kera putih.<br />
Anoman menjabat sebagai senapati kerajaan Ayodhya, mengabdi kepada Rama dalam kisah Ramayana.</span></p>
<p>Menurut Pustaka Rajah Purwa Ramayana, Anoman memiliki umur yang sangat panjang, karena mempunyai tugas menyimpan sukma Rahwana di dalam cupunya.<br />
Anoman memiliki beberapa ajian, diantaranya Aji Pancasona, Bayu Bajra, Bayu Rota, Sirna Bobot dan kuku Pancanaka.<br />
<strong><br />
Bambang Sumantri</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Bambang Sumantri adalah keponakan Rama Bergawa. Dia memiliki adik bernanam Sokrasana yang buruk rupa.</span></p>
<p>Ia pernah dihukum oleh Arjuna Sasrabahu untuk mimindahkan Taman Sriwedari ke alun-alun kota karena ingin menikahi calon istri Arjuna Sasrabahu.</p>
<p>Berkat bantuan adiknya, Sokrasana, Taman Sriwedari berhasil dipindahkan. Namun karena malu memiliki adik yang buruk rupa, ia menolak adiknya yang ingin ikut dengannya ke Mahespati. Dan tanpa sengaja, Sokrasana terbunuh olek kakaknya sendiri.</p>
<p><strong>Yudhistira</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Yudhistira adalah putera Pandu yang pertama dengan Dewi Kunti. Ia menjadi raja Amarta. Yudhistira memiliki pusaka sakti yaitu Layang Jamus Kalimusada. Istrinya bernama Dewi Drupadi.</span></p>
<p><strong>Bima</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Bima adalah putera Pandu yang kedua dengan Dewi Kunti. Bima menikan dengan Arimbi dan memiliki putera yang bernama Gatotkaca.</span></p>
<p>Ia memiliki pusaka kuku Pancanaka. Bima dikenal dengan karakter dan sifatnya yang tidak pernah berbohong.</p>
<p><strong>Arjuna</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Arjuna adalah putra Pandu yang ketiga dari ibu Dewi Kunti. Ia tinggal di Madukaran, bagian dari kerajaan Amarta. </span></p>
<p>Arjuna dikenal sebagai ksatria yang berparas tampan dan banyak disukai wanita.<br />
Memiliki senjata pusaka keris Pancaroba, Ali-ali Ampal dan panah Pasopati. Ia adalah ayah dari  Abimanyu.</p>
<p><strong>Nakula</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Nakula adalah putra Pandu yang keempat dengan Dewi Madrim. Dia adalah Pandawa yang ke-empat. Memiliki saudara kembar yaitu Sadewa.</span></p>
<p><strong>Sadewa</strong></p>
<p><span style="font-size: small;">Sadewa adalah putra Pandu yang kelima dengan Dewi Madrim. Disebut juga Pandawa yang kelima. Memiliki saudara kembar yaitu Nakula.</span></p>
<p><strong>Dewi Drupadi </strong></p>
<p>Dewi Drupadi adalah istri Prabu Yudhistira atau Darmakusuma, raja Amarta. Mereka dikaruniai seorang putera bernama Pancawala.</p>
<p>Saat pandawa menjalani masa pengasingan selama 12 tahun dan penyamaran selama 1 tahun, Dewi Drupadi menyamar menjadi pelayan di kerajaan Wirata bernama Malini. Patih kerajaan Wirata yang bernama Kicaka menyukai Malini dan indin menjadikannya istri.</p>
<p>Saat itu, Malini kemudian mengaku sudah memiliki suami dari bangsa jin dan meminta Kicaka untuk membunuh jin itu. Kicaka pun menyanggupinya.</p>
<p>Drupadi kemudian meminta tolong kepada Bima untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Bima mengaku sebagai suami Malini dari bangsa jin dan Kicaka pun mati ditangan Bima.</p>
<p>Dewi Drupadi dikisahkan dalam cerita &#8220;Pandawa Tutas Nyamur&#8221;.</p>
<p><strong>Gatot Kaca</strong></p>
<p>Gatotkaca adalah putra Arya Bima &amp; Arimbi. Gatotkaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya.</p>
<p><span style="font-size: small;">Ia dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Selain memiliki kesaktian yang tinggi ia juga memiliki jiwa seni yang tinggi. Dikenal pula sebagai pembuat arca, patung-patung dari batu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Gatot kaca sendiri memiliki banyak nama pemberian dewa. Namun yang dipakai adalah nama Gatotkaca, nama pemberian dari Batara Guru saat di sawarga maniloka.</span></p>
<p><strong>Bambang Kaca</strong></p>
<p>Bambang Kaca adalah putera Gatotkaca. Setelah Bharatayudha berakhir, Astina kembali dikuasai pihak Pandawa. Parikesit, cucu Arjuna dari puteranya Abimanyu menjadi raja saat itu. Sedangkan Bambang Kaca menjadi benteng pertahanan negara Astina.</p>
<p>Bambang Kaca mengenakan pakaian Kre Antakusuma milik ayahnya. Ia memiliki suara yang mirip dengan ayahnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-i/">Tokoh Wayang Golek (I)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/tokoh-wayang-golek-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batara Baruna</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-baruna/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-baruna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2012 03:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=287</guid>
		<description><![CDATA[<p>Batara Baruna atau Saghyang Baruna dalam serat Paramayoga adalah putera Dewi Gangga, cucu sanghyang Heramaya. Namun menurut Mahabharata, Batara Baruna adalah putera maharesi Kasyapa yang lahir dari Dewi Aditi, puteri Sanghyang Daksa, cucu Batara Brahma. Dalam serat Uttarakanda menyebutkan, Batara Baruna adalah dewa yang termasuk “Catur Lokapala”. (Lokapala 4 : Indra, Yama, baruna, Kuwer). Batara
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-baruna/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-baruna/">Batara Baruna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Batara Baruna atau Saghyang Baruna dalam serat Paramayoga adalah putera Dewi Gangga, cucu sanghyang Heramaya. Namun menurut Mahabharata, Batara Baruna adalah putera maharesi Kasyapa yang lahir dari Dewi Aditi, puteri Sanghyang Daksa, cucu Batara Brahma.</span></p>
<p>Dalam serat Uttarakanda menyebutkan, Batara Baruna adalah dewa yang termasuk “Catur Lokapala”. (Lokapala 4 : Indra, Yama, baruna, Kuwer).</p>
<p>Batara Brama menguasai alam air dan seisinya. Kahyangannya ada di dasar samudra. Istrinya yang terkenal adalah Dewi Diwi dan Dewi Mitra. Sanghyang Baruna hanya memiliki satu putera yaitu maharsi Agastya.</p>
<p>Batara Baruna senang memberikan pertolongan dan nasihat kepada manusia di bumi seperti; Saat Maharsi Ricika (Ayah dari Maharsi jamagdani atau eyangnya Ramaparasu) ingin melamar Dewi Setyawati, Puteri Prabu Gandi raja negara Kanyakawya. Saat itu Maharsi Ricika dimintai syarat berupa kuda berjumlah seribu, dengan ules merah dan telinga sebelah warnanya harus sama yaitu hitam. Dengan bantuan Batara Baruna lah, Sang Maharsi bisa memenuhi persyaratan itu.</p>
<p>Saat Prabu Ramawijaya memimpin wadyabala/pasukan kera untuk menyerang ke negeri Alengka, perjalanan mereka terhalang oleh lautan. Batara Baruna mendatangi Ramawijaya dan memberikan nasihat agar membuat bendungan/tambak. Dengan nasihat Batara Baruna, ia pun meminta pasukan kera yang dipimpinnya untuk membuat bendungan/tambak samudra tersebut hingga akhirnya mereka bisa sampai ke negeri Alengka.</p>
<p>Batara Baruna juga memiliki seorang puteri yang bernama Dewi Urangayu yang menjadi istri Anoman, dan memiliki seorang putera bernama Tringangga. Namun sebelum menjadi istri Anoman, Dewi Urangayu adalah selir Prabu Dasamuka dan memiliki seorang putera bernama Pratalamariyam (Kuntalamariyam) atau Bukbis. Tringangga sejak kecil ikut ibunya di Kandabumi bersama Pratalamariyam.</p>
<p>Kepada Trigangga dan Pratalamariyam, Dewi Urangayu menjelaskan bahwa keduanya adalah putera Prabu Dasamuka. Trigangga pun percaya dengan apa yang dikatakan ibunya. Oleh karena itu setiap Pratalamariyam mengunjungi ayahnya, Pabu Dasamuka di Alengka, Trigangga selalu ikut.Dengan begitu ia semakin yakin bahwa Prabu Dasamuka adalah ayahnya, tanpa ia sadari bahwa ayahnya yang sebenarnya berada di pertapaan Kendhalisada.</p>
<p>Batara Baruna memiliki watak yang penuh cinta dan kasih sayang kepada semua makhluk. Ia sangat sayang kepada kedua cucunya. Keduanya diajarkan ilmu keutamaan,kepemimpinan, kekuatan, peperangan dan ilmu ajian.</p>
<p>Keduanya mewarisi ilmu dari eyangnya, Batara Baruna. Untuk menambah kesaktiannya, Kuntalamariyam/Bukbis meminta kepada eyangnya agar diberi kesaktian sehingga ia tak akan terkalahkan oleh putera Prabu Dasamuka yang lain. Maka Batara Baruna memberinya ajian “Guntur Dahana” yang berpusat di matanya. Siapapun yang menatap matanya akan gosong.</p>
<p>Sedangkan Trigangga diberi kesaktian bisa memasuki alam jin, semua jin takhluk dan tunduk kepada Trigangga.</p>
<p>Oleh karena itu, Prabu Dasamuka sangat sayang kepada Kuntalamariyam dan Trigangga, meskipun ia tahu bahwa salah satu dari mereka bukanlah lah keturunannya.</p>
<p>Di ksatrian Kandhabumi, Kuntalamariyam dan Tringgangga dihormati dan disayangi oleh rakyatnya karena kebijaksanaan dan kasih sayang mereka kepada rakyatnya. Itu semua tidak lepas dari ajaran yang diberikan eyangnya, Batara Baruna.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-baruna/">Batara Baruna</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-baruna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pragota</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/pragota/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/pragota/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2012 11:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=286</guid>
		<description><![CDATA[<p>Arya Pragota atau Patih Pragota adalah patih Prabu Baladewa di Kerajaan Mandura. Pragota menduduki patih luar. Saudaranya yang bernama Arya Prabawa waktu itu menduduki patih dalam. Perawakan patih Pragota gagah perkasa, seperti Dursasana. Suarana lantang suka bercanda, bila bicara selalu diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak. Karena sifatnya itu, Patih Pragota bisa mengimbangi sifat Prabu Baladewa yang
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/pragota/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/pragota/">Pragota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: comic sans ms,sans-serif;"><span style="font-size: small;">Arya Pragota atau Patih Pragota adalah patih Prabu Baladewa di Kerajaan Mandura. Pragota menduduki patih luar. Saudaranya yang bernama Arya Prabawa waktu itu menduduki patih dalam.</span></span></p>
<p>Perawakan patih Pragota gagah perkasa, seperti Dursasana. Suarana lantang suka bercanda, bila bicara selalu diakhiri dengan tertawa terbahak-bahak. Karena sifatnya itu, Patih Pragota bisa mengimbangi sifat Prabu Baladewa yang mudah marah.</p>
<p>Saat terjadi peperangan, tingkah Pragota juga seperti orang yang bersenang-senang, tidak lupa bersenda gurau dan selalu menebar senyum dan tidak berhenti tertawa ketika menghadapi musuh.</p>
<p>Ketika menang dalam peperangan, Pragota akan tertawa terbahak-bahak sambil berjoged. Dan ketika kalah dalam peperangan, dia tidak juga sedih. Semuanya dianggap biasa dan selanjutnya berjalan dengan enteng.</p>
<p>Sepanjang hidup Pragota, ia selalu setia mengabdi kepada Prabu Baladewa atau Kakasrana di Kerajaan Mandura. Menurut cerita dalam pedalangan, Pragota adalah putera Antagopa dan Nyai Sagopi.</p>
<p>Sedangan putera Antagopa dan Nyai Sagopi selain Pragota yang menjadi patih Prabu Baladewa, yaitu Udawa yang menjadi patih di Negara Dwarawati mengabdi kepada Prabu kresna dan Dewi Larasati, istri Arjuna yang pertama.</p>
<p>Pragota menduduki patih di Kerajaan Mandura menggantikan Patih Saragupita yang mengabdi kepada Prabu Basudewa. Selain selalu bahagia, Patih Pragota juga mempunyai wayak jujur, selalu terbuka, sehingga bisa dekat dengan Prabu Baladewa.</p>
<p>Selain menjadi patih di Negara Mandura mendampingi Prabu Baladewa, Pragota juga menjadi pengasuh gajah Puspadenta yang tak lain adalah gajah kesenangan Prabu Baladewa.</p>
<p>Antagopa sebagai ayah Pragota ketika masih kecil pekerjaannya adalah menggembalakan hwan. Karena pekerjaannya itu akhirnya Antagopa menjadi manusia yang pandai dan terampil dalam mengasuh dan mendidik anak.</p>
<p>Antagopa tidak memiliki keturunan. Isterinya bernama Nyai Sagopi adalah salah satu swarawati di Keraton Mandura. Nyai Sagopi menjadi isteri Antagopa karena perintah Prabu Basudewa.</p>
<p>Ayah Antagopa bernama Buyut Gupala. Dia adalah orang yang mengelola kabuyurtan Widarakandha di jamannya Prabu Basukunthi yang menjadi raja Mandura. Kabuyuran Widarakandha terkenal disebut Widarakandang.</p>
<p>Selain mengasuh Larasati, Udawa dan Pragota, pasangan Antagopa dan Nyai Sagopi juga ditugaskan untuk mengasuh para putera  pangeran Kerajaan Mandura yaitu Kakasrana, Narayana dan Dewi Sumbadra.</p>
<p>Saat usianya sudah lanjut, Antagopa dan Nyai Sagopi hidup tentram dan diliputi penuh kebahagiaan. Keduanya mengasuh Kakasrana hingga naik takhta menjadi raja Mandura bergelar Prabu Baladewa.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/pragota/">Pragota</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/pragota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi Setyaboma</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/dewi-setyaboma/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/dewi-setyaboma/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2012 07:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=283</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dewi Setyaboma adalah isteri dari Prabu Kresna, raja negara Dwarawati. Ia puteri sulung Prabu Setyajid/Arya Ugrasena, raja negara Lesanpura dengan Dewi Wersini. Ia berwatak setia, jujur, jatmika dan sangat berbakti terhadap suaminya. Setyaboma memiliki adik kandung yang bernama Arya Setyaki, setelah dewasa menjadi Senapati perang negara Dwarawati.Ia  juga memiliki saudara lain ibu yang bernama Arya
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/dewi-setyaboma/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dewi-setyaboma/">Dewi Setyaboma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Dewi Setyaboma</strong> adalah isteri dari Prabu Kresna, raja negara Dwarawati. Ia puteri sulung Prabu Setyajid/Arya Ugrasena, raja negara Lesanpura dengan Dewi Wersini. Ia berwatak setia, jujur, jatmika dan sangat berbakti terhadap suaminya.</span></p>
<p>Setyaboma memiliki adik kandung yang bernama Arya Setyaki, setelah dewasa menjadi Senapati perang negara Dwarawati.Ia  juga memiliki saudara lain ibu yang bernama Arya Pragota dan Arya Adimanggala, putera Prabu Setyajid dengan Ken Sagupi, swarawati keraton Mandura.</p>
<p>Dewi Setyaboma menikah dengan Narayana/Kresna, yang sebenarnya adalah saudara sepupunya sendiri, putera Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan Dewi Mahendra.</p>
<p>Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari Prabu Narasinga, kemudian naik takhta dan bergelar Prabu Bathara Kresna. Dewi Setyaboma diangkat menjadi permaisuri. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putera bernama Arya Satyaka.</p>
<p>Setelah Prabu <strong><a title="Wayang Kulit Kresna Sorak" href="http://www.hadisukirno.com/produk?id=Kresna_%28Wanda_Sorak%29&amp;kat=Kresna_%28Wanda_Sorak%29" target="_blank">Kresna</a></strong> mati moksa bersama istri Prabu Kresna yang lain, yaitu Dewi Rukmini, <a title="Wayang Kulit Setyaboma" href="http://www.hadisukirno.com/produk?id=Setyaboma&amp;kat=Setyaboma" target="_blank"><strong>Dewi Setyaboma</strong></a> terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah) bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/dewi-setyaboma/">Dewi Setyaboma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/dewi-setyaboma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batara Darma</title>
		<link>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma/</link>
		<comments>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 07:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh-Tokoh Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh-tokoh wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.hadisukirno.co.id/p=282</guid>
		<description><![CDATA[<p>Batara Darma adalah dewa keadilan yang bertugas menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran. Ia sebenarnya adalah ayah dari Yudhistira atau Puntadewa. Dewa Darma datang memenuhi panggilan Dewi Kunti karena istri Pandu itu memiliki Aji Adityarhedaya. Menurut Mahabarata, Batara Darma adalah putera Sang Hyang Atri, cucu Batara Brama. Suatu ketika, dalam melaksanakan tugas menjaga keadilan, batara Darma
<div class="read-more"><a href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma/" title="Read More">Read More</a></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma/">Batara Darma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><strong>Batara Darma</strong> adalah dewa keadilan yang bertugas menjaga tegaknya keadilan dan kebenaran. Ia sebenarnya adalah ayah dari Yudhistira atau Puntadewa. Dewa Darma datang memenuhi panggilan Dewi Kunti karena istri Pandu itu memiliki Aji Adityarhedaya. Menurut Mahabarata, Batara Darma adalah putera Sang Hyang Atri, cucu Batara Brama.</span></p>
<p>Suatu ketika, dalam melaksanakan tugas menjaga keadilan, batara Darma pernah bertindak kurang bijaksana , sehingga ia dikutuk oleh Resi Animandaya. Pertapa sakti itu merasa diperlakukan tidak adil dan ketika kemudian ia menuntut keadilan, Batara Darma tidak sanggup memberikan jawaban yang memuaskan.</p>
<p>Karena kutukan itu, Batara Darma harus menjalani kehidupan sebagai manusia pincang yang dilahirkan dari wanita sudra. Akhirnya untuk menjalani kutukan itu, Batara Darma menitis pada Yamawidura, anak bungsu Abiyasa yang lahir dari seorang dayang istana bernama Drati.</p>
<p>Saat Dewi Drupadi, istri Puntadewa hendak dipermalukan oleh para Kurawa, Batara Darma datang untuk melindungi puteri Prabu Drupada itu. Waktu itu, setelah Pandawa kalah bermain judi karena kecerdikan dan kelicikan Sengkuni. Dewi Drupadi yang dianggap sebagai barang taruhan ternyata dimenangkan pula oleh para Kurawa . Di hadapan banyak orang, Dursasana mencoba melepaskan kain yang dikenakan Drupadi namun gagal.</p>
<p>Setiap kali kain yang dikenakan dilepaskan dari tubuh Drupadi, saat itu pula selalu ada kain baru yang melapisi tubuh istri Yudhistira itu. Hal itu karena pertolongan Betara Brama.</p>
<p>Menjelang, berakhirnya masa pembuangan Pandawa di Hutan Kamiyaka, Batara Darma datang menguji rasa keadilan Yudhistira, anaknya. Dewa itu menyaru sebagai raja gandarwa dan mengajukan berbagai pertanyaan ujian pada yudhistira ang ternyata dijawab dengan memuaskan.</p>
<p>Saat itu, Yudhistira disuruh memilih mana di antara adik-adiknya yang akan dihidupkan kembali, Yudhistira pun menjawab dengan  pertimbangan keadilan yang matang. Karena jawaban Yudhistira selalu memuaskan, gandarwa itu berubah ujud kembali menjadi Batara Darma, dan keempat adik Yudhistira dihidupkan kembali.</p>
<p>Menjelang kematian Pandawa. Batara Darma menjelma menjadi seekor anjing peliharaan Yudhistira. Anjing it uterus mengikuti perjalanan Pandawa. Dalam perjalanan itu hanya Yudhistira dan anjing itu yang sampai ke puncak Himalaya dan akhirnya mencapai pintu sorga. Namun krtika Yudhistira hendak masuk ke sorga, oleh penjaga gerbang sorga, anjing itu dilarang masuk. Karena penolakan itu, Yudhistira protes. Dia tidak mau masuk sorga yang tidak menghargai sebuah kesetiaan. Pada saat itulah, Anjing itu menjelma kembali menjadi <strong>Batara Brama</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma/">Batara Darma</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.hadisukirno.co.id">Blog Hadisukirno</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blog.hadisukirno.co.id/batara-darma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
