Anoman
Anoman Perbancana Suta, atau Hanoman adalah putera Bathara Guru dengan Dewi Anjani yang berwujud kera putih.
Anoman menjabat sebagai senapati kerajaan Ayodhya, mengabdi kepada Rama dalam kisah Ramayana.
Menurut Pustaka Rajah Purwa Ramayana, Anoman memiliki umur yang sangat panjang, karena mempunyai tugas menyimpan sukma Rahwana di dalam cupunya.
Anoman memiliki beberapa ajian, diantaranya Aji Pancasona, Bayu Bajra, Bayu Rota, Sirna Bobot dan kuku Pancanaka.
Bambang Sumantri
Bambang Sumantri adalah keponakan Rama Bergawa. Dia memiliki adik bernanam Sokrasana yang buruk rupa.
Ia pernah dihukum oleh Arjuna Sasrabahu untuk mimindahkan Taman Sriwedari ke alun-alun kota karena ingin menikahi calon istri Arjuna Sasrabahu.
Berkat bantuan adiknya, Sokrasana, Taman Sriwedari berhasil dipindahkan. Namun karena malu memiliki adik yang buruk rupa, ia menolak adiknya yang ingin ikut dengannya ke Mahespati. Dan tanpa sengaja, Sokrasana terbunuh olek kakaknya sendiri.
Yudhistira
Yudhistira adalah putera Pandu yang pertama dengan Dewi Kunti. Ia menjadi raja Amarta. Yudhistira memiliki pusaka sakti yaitu Layang Jamus Kalimusada. Istrinya bernama Dewi Drupadi.
Bima
Bima adalah putera Pandu yang kedua dengan Dewi Kunti. Bima menikan dengan Arimbi dan memiliki putera yang bernama Gatotkaca.
Ia memiliki pusaka kuku Pancanaka. Bima dikenal dengan karakter dan sifatnya yang tidak pernah berbohong.
Arjuna
Arjuna adalah putra Pandu yang ketiga dari ibu Dewi Kunti. Ia tinggal di Madukaran, bagian dari kerajaan Amarta.
Arjuna dikenal sebagai ksatria yang berparas tampan dan banyak disukai wanita.
Memiliki senjata pusaka keris Pancaroba, Ali-ali Ampal dan panah Pasopati. Ia adalah ayah dariĀ Abimanyu.
Nakula
Nakula adalah putra Pandu yang keempat dengan Dewi Madrim. Dia adalah Pandawa yang ke-empat. Memiliki saudara kembar yaitu Sadewa.
Sadewa
Sadewa adalah putra Pandu yang kelima dengan Dewi Madrim. Disebut juga Pandawa yang kelima. Memiliki saudara kembar yaitu Nakula.
Dewi Drupadi
Dewi Drupadi adalah istri Prabu Yudhistira atau Darmakusuma, raja Amarta. Mereka dikaruniai seorang putera bernama Pancawala.
Saat pandawa menjalani masa pengasingan selama 12 tahun dan penyamaran selama 1 tahun, Dewi Drupadi menyamar menjadi pelayan di kerajaan Wirata bernama Malini. Patih kerajaan Wirata yang bernama Kicaka menyukai Malini dan indin menjadikannya istri.
Saat itu, Malini kemudian mengaku sudah memiliki suami dari bangsa jin dan meminta Kicaka untuk membunuh jin itu. Kicaka pun menyanggupinya.
Drupadi kemudian meminta tolong kepada Bima untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Bima mengaku sebagai suami Malini dari bangsa jin dan Kicaka pun mati ditangan Bima.
Dewi Drupadi dikisahkan dalam cerita “Pandawa Tutas Nyamur”.
Gatot Kaca
Gatotkaca adalah putra Arya Bima & Arimbi. Gatotkaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya.
Ia dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Selain memiliki kesaktian yang tinggi ia juga memiliki jiwa seni yang tinggi. Dikenal pula sebagai pembuat arca, patung-patung dari batu.
Gatot kaca sendiri memiliki banyak nama pemberian dewa. Namun yang dipakai adalah nama Gatotkaca, nama pemberian dari Batara Guru saat di sawarga maniloka.
Bambang Kaca
Bambang Kaca adalah putera Gatotkaca. Setelah Bharatayudha berakhir, Astina kembali dikuasai pihak Pandawa. Parikesit, cucu Arjuna dari puteranya Abimanyu menjadi raja saat itu. Sedangkan Bambang Kaca menjadi benteng pertahanan negara Astina.
Bambang Kaca mengenakan pakaian Kre Antakusuma milik ayahnya. Ia memiliki suara yang mirip dengan ayahnya.