Bogadenta adalah salah satu Kurawa yang terkemuka. Bogadenta adalah putera Prabu Drestarasta, raja Astina dengan Dewi Gendari. Bogadenta terjadi dari tali pusar Duryudana yang hilang saat lahir. Tali pusar tersebut ditemukan oleh Resi Rasakumala di Padepokan Colomadu. Oleh Resi Rasakumala, tali pusar tersebut dicipta menjadi bayi yang kemudian diberi nama Raden Trigatra.
Ia memperoleh kesaktian dari Resi Rasakumala, ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan Padepokan Colomadu. Saat sampai di Astina, ada seekor gajah yang sedang mengamuk dan mengejar seorang putri. Ia berhasil menaklukan gajah tersebut dengan mloncat ke atas leher sang gajah, menunggangi dan menekan kepala sang Gajah hingga tak berdaya. Gajah itu kemudian menjadi kendaraan Bogadenta dan diberi nama Murdaningkung, sedang sang puteri yang bernama Murdaningsih menjadi srati atau pawang.
Bogadenta berhasil menaklukan Turilaya dengan kesaktian yang dimilikinya, dan ia menjadi raja negara tersebut. Ia memperistri Dewi Murdiningrum.
Dalam perang Bharatayudha, bersama pasukan dari Turilaya, Ia menjadi panglima perang Korawa menggantikan Resi Bisma. Ia mampu mengobrak-abrik pertahanan Pandawa. Dengan mengendarai Gajah Murdaningkung, dan disertai Dewi Murdaningsih, srati sang Gajah, mereka menjadi pasangan yang menakutkan lawan dan tak terkalahkan. Kesaktian mereka terletak pada tetesan air mata, bila salah satu diantara mereka mati, maka tetesan air mata dari yang lain akan bisa menghidupkan kembali.
Bogadenta berhadapan dengan penengah Pandawa, Arjuna. Perang tanding diantara keduanya akhirnya dimenangkan oleh Arjuna. Ia mati bersama dengan Gajah Murdaningkung dan sratinya Dewi Murdaningsih.